Menerima Kasih Meski Masih Berdosa

 Roma 5:8 (TB)  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Shalom, Saudaraku... Betapa besar kasih pengampunan-Mu Tuhan, tak Kau pandang hina hati yg hancur.

Saudaraku, ketika kita membaca Alkitab, kita perlu perhatikan kata hubung yg digunakan dalam suatu ayat. Di bagian awal ayat ini ada kata hubung "akan tetapi". Ini bagus sekali. Banyak orang berlaku baik kepada orang yg baik sama dia. Ya, misal kita ngasih hadiah ulang tahun ke Mawar, pas kita ulang tahun, Mawar juga ngasih hadiah ke kita. Hal semacam ini umum terjadi. Tapi gimana dengan kondisi musuh kita mau ngasih hadiah ketika kita berlang tahun, apakah itu biasa terjadi? Inilah yg luar biasa. Kata hubunga "akan tetapi" dalam ayat ini mau menunjukkan sesuatu yg ga biasa. Yep bener banget, ada sesuatu yg luar biasa, yaitu Kristus mau mati bagi kita, memberi kasih karunia yg nilainya sangat amat jauh daripada hadiah ulang tahun bahkan uang ratusan miliar pun takkan sanggup membayarnya dan itu diberikan oleh Tuhan Yesus ketika kita masih berdosa, masih jadi seteru Allah. Oh sungguh indah dan mulia.

Saudaraku, mau nyari dimana kasih seperti Allah? Hanya Dia yang sanggup melakukannya sebab Allah adalah kasih. Dialah ahlinya kasih. KFC bisa aja ngomong saya ini jagonya ayam tapi kita jauh lebih kagum dengan Allah sebab Dia jagonya mengampuni. Oh sungguh indah, sungguh luar biasa. Kasih yg ajaib ini harus kita responi dengan benar dan penuh sukacita. Kita harus meneladani kasih Allah yg tidak berkesudahan. Kalau kita punya musuh, kita punya kemampuan untuk mengasihi dia, yaitu dengan menggunakan kasih Allah. Mengasihi temen dan saudara aja harus pakai kasih Allah apalagi mau mengasihi musuh. Kita harus belajar, belajar dan belajar dalam mengasihi khususnya mengasihi orang yg jadi seteru kita, yg punya salah sama kita. Model yg kita teladani udah ada kok, mari kita jadikan Tuhan Yesus teladan sejati. Ga ada alasan untuk terus membenci dan mendendam. Ini saatnya kasih bersemi dan kasih berekspresi.

Saudaraku, besarlah setia dan anugerah Tuhan. Ini adalah masa anugerah, kasih karunia Allah begitu berlimpah. Ini adalah panggilan penting untuk mempersiapkan kehidupan kekal ke depan. Selama kita masih hidup dan selama Tuhan Yesus belum datang untuk yang kedua kalinya, maka pintu anugerah itu masih berlaku. Tapi ketahuilah, kalau kita menyia-nyiakan anugerah ini dan kita mengakhiri hidup tanpa kasih karunia Allah, maka matilah kita tanpa pengampunan dosa. Hukuman kekal pun menanti. Oiya, manusia itu punya unsur roh dan roh itu sifatnya kekal dan itu menandakan bahwa manusia tidak akan mati; mereka hanya meninggal dunia. Tanpa hidup dalam pengampunan Allah, maka mereka yang meninggal dunia akan masuk dalam Kerajaan Maut untuk terima siksaan dan akhirnya akan dilempar ke lautan api yg menyala-nyala. Di sanalah terdapat siksaan yg tidak ada habisnya, siang dan malam hanya alami kesakitan dan kesengsaraan kekal. Sungguh mengerikan. Kita perlu hidup dalam anugerah Allah, bangunlah hubungan dengan Tuhan Yesus. Selain itu, beritakanlah Injil. Diterima atau ga diterima, minimal kita beritakan dulu kabar baik ini. Beritahu bahwa pengampunan Allah tersedia meski kita pernah jadi seteru Allah. Dia mau mengampuni kita, Dia mau menyelamatkan kita. Ayok beritakan kasih karunia Allah.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Tuhan Yesus memberikan kasih karunia bukan ketika kita baik melainkan ketika kita masih berdosa dan menjadi seteru Allah.
☆ Belajarlah untuk mengasihi seteru, mengasihi mereka yg punya salah sama kita dengan menggunakan kasih Allah
☆ Beritakanlah kasih karunia Allah sebab hidup tanpa anugerah akan berujung pada lautan api yg menyala-nyala
Tuhan Yesus menyertai kita. Amin 😇☀️❤️

Kutipan
Allah memberi pengampuann ketika kita masih jadi musuh Allah, ketika kita masih berdosa. Oh, sungguh baik Engkau Tuhan

24-02-2022
RP

Komentar