Postingan

BERANGKAT DENGAN IMAN DI BAWAH PERLINDUNGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:31 (TB) — “Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Allah kami melindungi kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang keberangkatan Ezra dan rombongannya dari sungai Ahawa menuju Yerusalem. Saudaraku, perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang tanpa risiko. Mereka membawa banyak orang, keluarga, serta perak, emas, dan perlengkapan untuk rumah Allah. Sebelumnya Ezra telah mengajak mereka merendahkan diri dan memohon jalan yang aman kepada Tuhan. Setelah itu, mereka tidak hanya berhenti pada doa, tetapi benar-benar berangkat. Secara rohani, kita belajar bahwa iman tidak hanya berbicara tentang percaya, tetapi juga keberanian untuk melangkah setelah menyerahkan perjalanan kepada Tuhan. Berani bukanlah perkara yang mudah. Berani itu bukan hilangnya rasa takut melainkan berserah dan mengandalkan TUHAN sepenuhnya...

SETIA MENERUSKAN APA YANG TELAH DIPERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:30 (TB) — “Lalu para imam dan orang-orang Lewi menerima perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan yang telah ditimbang itu untuk dibawa ke Yerusalem, ke rumah Allah kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang penyerahan tanggung jawab.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan tersebut, Ezra sebelumnya telah memberikan berbagai persembahan kepada orang-orang yang ditugaskan membawanya. Setelah semuanya ditimbang, kini para imam dan orang Lewi menerima tanggung jawab untuk membawa harta dan perlengkapan itu sampai ke Yerusalem. Ada proses yang jelas: dipercayakan, dihitung, diterima, kemudian dibawa ke tujuan yang telah ditentukan. Secara rohani, hal ini mengingatkan kita bahwa setiap kepercayaan dari Tuhan memiliki tujuan dan perlu diteruskan dengan kesetiaan. Kita boleh berbagian dalam perbuatan baik tetapi tidak boleh berhenti. Proses yg benar dari awal sampai akhir harus terus ada. Kita harus belajar untuk setia terhadap setiap perjalanan ...

MENJAGA APA YANG TUHAN PERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:29 (TB) — “Rawatlah dan jagalah itu sampai kamu dapat menimbangnya di depan para pemuka imam serta orang-orang Lewi dan para pemimpin kaum keluarga orang Israel di Yerusalem, di dalam bilik-bilik rumah TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang tanggung jawab untuk merawat dan menjaga sesuatu yang telah dipercayakan kepada kita.  Saudaraku, Ezra tidak hanya memberikan tugas untuk membawa persembahan, tetapi juga memerintahkan mereka untuk merawat dan menjaganya. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dipercayakan kepada kita harus dipelihara dengan sungguh-sungguh sampai tugas tersebut selesai. Secara rohani, kehidupan kita juga merupakan sesuatu yang Tuhan percayakan. Talenta, waktu, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan kesempatan yang kita miliki perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kesetiaan bukan sekadar menerima kepercayaan, tetapi menjaga kepercayaan tersebut sampai akhir. Sekali kita berbohong, maka kepercayaan akan sulit dibangun. ...

KUDUS BAGI TUHAN, KUDUS PULA YANG DIPERCAYAKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:28 (TB) — “Dan aku berkata kepada mereka: ‘Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun kudus, dan perak dan emas ini adalah persembahan sukarela kepada TUHAN, Allah nenek moyangmu.’” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang mengingatkan para imam dan orang-orang Lewi bahwa mereka adalah orang-orang yang kudus bagi Tuhan.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan menuju Yerusalem, Ezra sedang mempersiapkan orang-orang yang akan membawa berbagai persembahan dan perlengkapan untuk rumah Allah. Karena itu, ia mengingatkan mereka mengenai status dan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang yang kudus bagi Tuhan. Dalam melakukan pekerjaan TUHAN dan pelayanan, kita harus memiliki kemurnian hati. Allah kita kudus dan Ia telah menguduskan ktia dengan darah-Nya yang mahal. Maka kita perlu hidup dalam kekudusan. Manusia telah jatuh ke dalam dosa namun darah-Nya telah menyucikan kita dari segala kejahatan. Kini kekudusan berarti kita hidup di d...

MENJADI PENATALAYAN YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:25 (TB) — “Aku menimbang bagi mereka perak, emas, dan perlengkapan-perlengkapan, yakni persembahan-persembahan khusus bagi rumah Allah kami yang dikhususkan oleh raja serta penasihat-penasihatnya dan pembesar-pembesarnya dan semua orang Israel yang ada di sana.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang menerima tanggung jawab untuk membawa perak, emas, dan berbagai perlengkapan yang telah dikhususkan bagi rumah Allah di Yerusalem. Saudaraku, persembahan-persembahan tersebut berasal dari berbagai pihak, yaitu raja, para penasihat, para pembesar, dan orang-orang Israel yang masih berada di Babel. Mereka memberikan apa yang mereka miliki untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan rumah Allah. Kerelaan memberi dan mendukung pembangunan lahir dari para pejabat. Mereka memberi contoh yang baik dan benar. Lalu semua orang Israel pun turut ambil bagian, mereka turut memberi. Hal ini sangat indah dan luar biasa. Ketika kita ada di posisi yang strategis dan ti...

MEMILIH ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:24 (TB) — “Lalu aku memilih dua belas orang pemuka imam, yakni Serebya dan Hasabya, dan bersama-sama mereka sepuluh orang dari antara saudara-saudara mereka.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan membutuhkan orang-orang yang dapat dipercaya. Saudaraku, perhatikan bahwa Ezra memilih dua belas orang pemuka imam untuk menjalankan tugas tertentu. Ini menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan besar tidak seharusnya dipikul oleh satu orang saja. Ezra memang menjadi pemimpin, tetapi ia menyadari bahwa ia membutuhkan orang-orang lain yang dapat dipercaya. Dalam pelayanan, keluarga, pekerjaan, maupun organisasi, kita perlu belajar membangun tim. Jangan merasa bahwa hanya kita yang mampu melakukan sesuatu dengan benar. Sikap seperti itu dapat membuat kita kelelahan dan sekaligus menghambat pertumbuhan orang lain. Seorang pemimpin yang bijaksana bukan hanya bertanya, "Bagaimana saya menyelesaikan semuanya?" tetapi juga, "Siapa yang dapat ...

BERPUASA, BERDOA, DAN PERCAYA PADA JAWABAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:23 (TB) — “Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika kita menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, kita perlu datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan. Saudaraku, Ezra tidak mengandalkan kekuatan manusia untuk menghadapi perjalanan yang penuh risiko. Ia mengajak umat untuk berpuasa dan memohon kepada Allah. Puasa menjadi tanda bahwa mereka sungguh-sungguh merendahkan diri dan mengakui bahwa pertolongan mereka berasal dari Tuhan. Mereka menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa doa bukanlah pilihan terakhir ketika semua usaha manusia gagal. Doa seharusnya menjadi bagian utama dari kehidupan kita. Ketika menghadapi masalah, jangan hanya bertanya, "Apa yang harus saya lakukan?" tetapi juga bertanya, ...