Postingan

MENYADARI KASIH KARUNIA DI TENGAH KETERBATASAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:8 (TB) — “Dan sekarang, baru saja kami alami kasih karunia dari pada TUHAN, Allah kami yang meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus, sehingga Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di dalam perbudakan kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menunjukkan perubahan nada dalam doa Ezra.  Saudaraku, setelah mengakui besarnya dosa dan beratnya konsekuensi yang mereka alami, Ezra sekarang mengingat kembali kasih karunia Tuhan. Di tengah keadaan mereka yang masih jauh dari sempurna, Tuhan tetap menyisakan orang-orang yang terluput, memberikan tempat untuk menetap, dan memberikan sedikit kelegaan kepada umat-Nya. Ezra berkata, “baru saja kami alami kasih karunia.” Ini menunjukkan bahwa keberadaan mereka setelah masa pembuangan bukanlah sesuatu yang pantas mereka terima karena kebaikan mereka sendiri. Mereka masih berdiri karena Tuhan berbelas kasih. Secara rohani, kita juga per...

MENYADARI DAMPAK DOSA DAN BELAJAR MERENDAHKAN DIRI 🙏🔥

📖 Ezra 9:7 (TB) — “Dari zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan raja-raja dan imam-imam kami diserahkan ke dalam tangan raja-raja negeri, ke dalam kuasa pedang, ke dalam penawanan dan penjarahan, dan penghinaan di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini melanjutkan pengakuan Ezra di hadapan Tuhan.  Saudaraku, Ezra tidak hanya melihat dosa yang sedang terjadi pada zamannya, tetapi melihat perjalanan panjang bangsa Israel dan mengakui bahwa sejak zaman nenek moyang mereka, mereka telah berulang kali melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Ia juga menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami tidak dapat dilepaskan dari sejarah ketidaktaatan mereka kepada Allah. Ezra berkata bahwa “kesalahan kami besar”. Ia tidak berusaha mengecilkan dosa bangsa itu atau mencari alasan untuk membenarkan diri. Bahkan ia menggunakan kata “kami”, meskipun tidak semua orang secara pribadi ...

DATANG KEPADA TUHAN DENGAN KESADARAN AKAN DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:6 (TB) — “dan kataku: ‘Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini merupakan awal doa pengakuan Ezra kepada Tuhan.  Saudaraku, setelah berlutut dan menadahkan tangannya, Ezra mulai berbicara kepada Allah dengan mengakui keadaan umat Israel. Ia merasa malu dan tidak berani menengadahkan wajahnya kepada Tuhan karena menyadari betapa besar dosa dan kesalahan mereka. Perhatikan bagaimana Ezra berkata “aku malu” dan “dosa kami”. Walaupun bukan dia yang dilaporkan melakukan pelanggaran, Ezra tidak mengambil jarak dari umat Tuhan. Ia berdiri bersama bangsanya dan membawa dosa mereka di hadapan Allah. Secara rohani, ini menunjukkan hati seorang yang tidak merasa dirinya lebih suci ketika melihat kejatuhan orang lain. Ada kerendahan hati untuk berkata, “Tuhan, kami membutuhkan belas k...

BANGKIT DARI DUKACITA DAN DATANG KEPADA TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:5 (TB) — “Pada waktu korban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diriku, lalu aku berlutut dengan pakaianku dan jubahku yang koyak-koyak sambil menadahkan tanganku kepada TUHAN, Allahku,” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan Ezra yang bangkit pada waktu korban petang setelah sebelumnya duduk dalam keadaan sangat berduka. Ia berhenti menyiksa dirinya, lalu berlutut dengan pakaian dan jubah yang koyak-koyak sambil menadahkan tangannya kepada TUHAN, Allahnya. Saudaraku, Ezra tidak terus-menerus tenggelam dalam kesedihan. Setelah merasakan beban yang begitu berat karena dosa umat, ia bangkit dan mengarahkan dirinya kepada Tuhan. “Berhenti menyiksa diriku” menunjukkan bahwa dukacita atas dosa tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang terus menghukum dirinya sendiri. Secara rohani, kita perlu sungguh-sungguh menyadari seriusnya dosa, tetapi jangan berhenti pada rasa bersalah. Datanglah kepada Tuhan, sebab hanya Dia yang sanggup memberikan pengampunan, pemulihan...

BERDIAM DALAM DUKACITA DAN TAKUT AKAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:4 (TB) — “Aku terus saja duduk begitu sampai waktu persembahan kurban sore. Kemudian datanglah orang-orang mengelilingi aku. Mereka ketakutan mengingat ancaman Allah Israel terhadap dosa orang-orang yang telah kembali dari pembuangan itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan Ezra yang tetap duduk dalam keadaan berduka sampai waktu persembahan korban sore. Melihat keadaan Ezra, orang-orang yang takut akan Tuhan kemudian berkumpul mengelilinginya karena mereka menyadari seriusnya dosa umat Israel. Saudaraku, Ezra tidak langsung melakukan tindakan setelah mendengar laporan tersebut. Ia tetap duduk dalam dukacita sampai waktu persembahan korban sore. Dalam konteksnya, ini menunjukkan betapa dalamnya beban yang ia rasakan atas ketidaksetiaan umat. Secara rohani, ada saat ketika kita perlu berhenti sejenak, berdiam di hadapan Tuhan, dan membiarkan hati kita sungguh-sungguh menyadari keseriusan dosa sebelum mengambil tindakan. Kita perlu merenung betapa bahayanya dosa...

HATI YANG HANCUR KETIKA MENYADARI DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:3 (TB) — “Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan respons Ezra ketika mendengar laporan tentang ketidaksetiaan umat Israel.  Saudaraku, Ezra sangat terpukul sampai mengoyakkan pakaian dan jubahnya, mencabut rambut kepala dan janggutnya, lalu duduk dalam keadaan tertegun. Tindakan mengoyakkan pakaian dan mencabut rambut merupakan ungkapan duka dan kesedihan yang sangat mendalam dalam konteks budaya saat itu. Ezra tidak mendengar berita tersebut sebagai informasi biasa. Ia memahami bahwa yang terjadi menyangkut hubungan umat dengan Tuhan. Responsnya menunjukkan betapa seriusnya ia memandang dosa dan ketidaksetiaan umat. Kita tidak boleh bersikap biasa aja ketika mendengar suatu dosa terjadi dalam umat Tuhan. Ini adalah hal yg sangat serius. Jangan juga bersifat masa bodo, emang gue pikiran dan sejenisnya. Kita h...

MENJAGA KEKUDUSAN DI TENGAH KOMPROMI 🙏🔥

📖 Ezra 9:2 (TB) — “Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasa-lah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari terus bertumbuh di dalam Tuhan ya.. Saudaraku, ayat ini menjelaskan lebih jauh masalah yang dilaporkan kepada Ezra. Orang Israel telah mengambil istri dari bangsa-bangsa penduduk negeri, bahkan hal tersebut dilakukan juga oleh para pemuka dan penguasa. Akibatnya, terjadi percampuran antara umat yang disebut sebagai “benih yang kudus” dengan bangsa-bangsa yang hidup dalam praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kalau zaman now, ini disebut perkawinan beda agama. Apakah di Indonesia diizinkan? Sebenernya nda boleh... Dalam aturan negara aja ga dianjurkan, apalagi di dalam kekristenan. Kita juga ga boleh kawin dengan yg berbeda keyakinan. Kita harus c...