Postingan

TUHAN MEMBENCI FITNAH DAN KESOMBONGAN ⚠️❤️

πŸ“– Mazmur 101:5 (TB) — “Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan Kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, Aku tidak suka.” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menegur dan membentuk hati kita agar hidup berkenan kepada-Nya. Saudaraku, ayat ini berbicara sangat tegas tentang dua hal yang sering dianggap sepele: perkataan dan sikap hati. Mengumpat, memfitnah, atau menjatuhkan orang lain secara diam-diam adalah dosa yang serius di hadapan Tuhan. Tuhan melihat apa yang tersembunyi, termasuk perkataan yang tidak kita ucapkan secara langsung di depan orangnya. Kebiasaan gosip sangatlah berbahaya. Orang-orang kecil seringkali membicarakan orang lain sedangkan orang-orang besar membicarakan ide, firman TUHAN dan karakter positif. Jangan jadi orang kecil. Ga ada kerjaan juga ngomongin keburukan orang. Tidak ada faedahnya. Yang ada justru gosip bisa mengaburkan fakta. Jelek-jelekin orang lain, menuduh orang yang tidak bersalah dan fitnah haruslah ki...

BERIBADAH DENGAN SUKACITA πŸŽ‰πŸ™

πŸ“– Mazmur 100:2 (TB) — “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini memenuhi hati kita dengan sukacita yang sejati. Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah bukan beban, melainkan kehormatan. Tuhan mengundang kita datang kepada-Nya dengan hati yang bersukacita, bukan dengan wajah murung dan hati terpaksa. Sukacita dalam ibadah lahir dari kesadaran bahwa kita datang kepada Allah yang hidup, yang mengasihi, menerima, dan memelihara kita. Budaya zaman dulu, khususnya di Perjanjian Lama, ketika rakyat mau menghadap raja, dia mesti sukacita dan bahagia, bukan sedih dan murung. Kalau dia pasang wajah murung di depan raja, wah bisa-bisa kena hukuman berat. Nah, kita bisa masuk dalam hadirat Raja di atas segala raja. Apa sikap yang perlu kita lakukan? Bersukacita atau sedih? Tentu kita harus menyambut TUHAN dengan sukacita dan sorak-sorai, bukan dengan sedih atau terpaksa. Kita har...

TUHAN BERBICARA, TUGAS KITA TAAT ☁️πŸ“–

πŸ“– Mazmur 99:7 (TB) — “Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menajamkan kepekaan kita untuk mendengar suara-Nya dan hidup dalam ketaatan. Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah yang mau berbicara kepada umat-Nya. Di masa lalu Tuhan berbicara melalui tiang awan, dan hari ini Tuhan tetap berbicara melalui firman-Nya, suara Roh Kudus, dan berbagai cara yang sering kali sederhana. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan berbicara, tetapi apakah kita mau mendengar. Tiang awan saat itu melindungi bangsa Israel dari teriknya panas matahari di padang gurun. Setiap kali tiang awan itu bergerak, maka orang Israel pun harus turut bergerak. Kalau mereka tidak ikuti pergerakan tiang awan, maka mereka akan kepanasan, menderita dan sengsara. Tiang awan itu adalah Roh Kudus di zaman ini. Memang saat ini kita tidak lagi...

NYANYIKAN PUJIAN BARU UNTUK TUHAN 🎢✨

πŸ“– Mazmur 98:1 (TB) — “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini membangkitkan kembali ucapan syukur dan pujian dari hati kita. Saudaraku, ayat ini adalah ajakan untuk memuji Tuhan dengan hati yang penuh sukacita. Nyanyian baru bukan hanya soal lagu baru, tetapi ungkapan syukur yang segar atas karya Tuhan yang nyata dalam hidup kita. Tuhan sudah dan terus melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, bahkan ketika kita tidak selalu menyadarinya. Oleh karena itu, kita perlu memuji Tuhan setiap hari, menyembah Dia setiap pagi. Kita patut berterima kasih dan mengucap syukur dengan mewujudkannya melalui pujian dan penyembahan. Adalah baik bagi kita jika mulut kita dipenuhi dengan puji-pujian dan nyanyian rohani sehingga kita dapat senantiasa bermazmur dan mengagungkan nama-Nya yang ajaib dan ...

MENGASIHI TUHAN, MEMBENCI KEJAHATAN ❤️✝️

πŸ“– Mazmur 97:10 (TB) — “Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini meneguhkan langkah iman kita dalam hidup yang benar. Saudaraku, ayat ini sangat tegas dan jelas. Mengasihi Tuhan tidak bisa dipisahkan dari sikap membenci kejahatan. Kalau kita berkata kita mengasihi Tuhan, tetapi masih nyaman hidup dalam dosa, itu artinya kasih kita kepada Tuhan belum sungguh-sungguh. Kasih kita kepada TUHAN masih mendua. TUHAN menolak orang yang mendua hati. Ini sikap yang tidak boleh ada di dalam diri kita. Tuhan mengajarkan kita memilih, mau pilih Mamon atau TUHAN. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Kita harus pilih salah satunya. Kita mau pilih jadi orang benar atau orang fasik, pilih berkat atau kutuk, pilih jujur atau bohong. Kita ga boleh ada di area abu-abu. TUHAN menentang orang yang mendua hati dan amb...

MENYEMBAH TUHAN DENGAN HIDUP YANG KUDUS ✨πŸ™‡‍♂️

πŸ“– Mazmur 96:9 (TB) — “Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menuntun kita menyembah Dia dengan sikap yang benar dan hidup yang berkenan. Saudaraku, ayat ini menegaskan bahwa penyembahan kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kekudusan. Tuhan bukan hanya meminta pujian dari bibir kita, tetapi hidup yang selaras dengan kehendak-Nya. “Berhiaskan kekudusan” berarti kita datang kepada Tuhan dengan hati yang mau dibersihkan, hidup yang mau diubahkan, dan sikap yang menghormati kekudusan-Nya. Kita tidak boleh menyembah dengan kemunafikan. Orang yg munafik itu menyembah Tuhan dengan bibirnya padahal hatinya tidak tertuju dan terarah kepada Tuhan. Mungkin mereka hanya suka musik dan lagunya dalam menyembah Tuhan bukan memiliki hati yg mengagumi dan memuliakan Tuhan. Ini sangat bahaya. Ini namanya tidak menyembah Allah dalam kekudusan. Saudaraku, gemetar di hadapan Tu...

MARI DATANG MENYEMBAH DENGAN HATI YANG RENDAH πŸ™‡‍♂️πŸ™

πŸ“– Mazmur 95:6 (TB) — “Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.” Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menarik hati kita untuk kembali datang menyembah Dia dengan sikap yang benar. Saudaraku, ayat ini bukan sekadar ajakan beribadah, tetapi panggilan untuk merendahkan hati. Sujud dan berlutut melambangkan sikap hormat, tunduk, dan pengakuan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Pemilik hidup kita. Kita ada hari ini bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena Tuhan yang menjadikan dan memelihara kita. Sikap tubuh saat menghadap TUHAN sangatlah penting. Kita harus rendah hati ketika datang kepada TUHAN. Saya pun tertegur dengan ayat ini. Saat berdoa, saya lebih sering posisi duduk atau berdiri. Amat jarang sekali posisi saya sujud menyembah atau berlutut. Adakah di antara Saudara yang suka sujud dan berlutut di hadapan TUHAN? Jika ya, itu adalah sikap yang sangat dianjurkan oleh Alkitab. Kita harus belajar rendah hati denga...