Postingan

HATI YANG HANCUR KETIKA MENYADARI DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:3 (TB) — “Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan respons Ezra ketika mendengar laporan tentang ketidaksetiaan umat Israel.  Saudaraku, Ezra sangat terpukul sampai mengoyakkan pakaian dan jubahnya, mencabut rambut kepala dan janggutnya, lalu duduk dalam keadaan tertegun. Tindakan mengoyakkan pakaian dan mencabut rambut merupakan ungkapan duka dan kesedihan yang sangat mendalam dalam konteks budaya saat itu. Ezra tidak mendengar berita tersebut sebagai informasi biasa. Ia memahami bahwa yang terjadi menyangkut hubungan umat dengan Tuhan. Responsnya menunjukkan betapa seriusnya ia memandang dosa dan ketidaksetiaan umat. Kita tidak boleh bersikap biasa aja ketika mendengar suatu dosa terjadi dalam umat Tuhan. Ini adalah hal yg sangat serius. Jangan juga bersifat masa bodo, emang gue pikiran dan sejenisnya. Kita h...

MENJAGA KEKUDUSAN DI TENGAH KOMPROMI 🙏🔥

📖 Ezra 9:2 (TB) — “Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasa-lah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari terus bertumbuh di dalam Tuhan ya.. Saudaraku, ayat ini menjelaskan lebih jauh masalah yang dilaporkan kepada Ezra. Orang Israel telah mengambil istri dari bangsa-bangsa penduduk negeri, bahkan hal tersebut dilakukan juga oleh para pemuka dan penguasa. Akibatnya, terjadi percampuran antara umat yang disebut sebagai “benih yang kudus” dengan bangsa-bangsa yang hidup dalam praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kalau zaman now, ini disebut perkawinan beda agama. Apakah di Indonesia diizinkan? Sebenernya nda boleh... Dalam aturan negara aja ga dianjurkan, apalagi di dalam kekristenan. Kita juga ga boleh kawin dengan yg berbeda keyakinan. Kita harus c...

JANGAN KEHILANGAN IDENTITAS DI TENGAH LINGKUNGAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:1 (TB) — “Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata: ‘Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yakni dari orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari kita terus hidup di dalam kasih dan kebaikan Tuhan. Saudaraku, setelah perjalanan Ezra dan rombongan tiba di Yerusalem serta berbagai tugas mereka terlaksana, muncul persoalan serius di tengah umat. Para pemuka datang kepada Ezra dan melaporkan bahwa orang Israel, termasuk para imam dan orang Lewi, tidak memisahkan diri dari penduduk negeri yang melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ini merupakan bahaya karena pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Banyak orang terjerembab dalam kecemaran karena ada di tengah-tengah orang fasik. Maka kita harus selektif dalam hal bergaul. B...

TUHAN MEMBUKA JALAN MELALUI KEWENANGAN YANG DIBERIKAN-NYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:36 (TB) — “Mereka menyampaikan juga surat perintah raja kepada wakil-wakil raja dan bupati-bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan orang-orang itu memberi sokongan kepada bangsa kita dan kepada rumah Allah.”  Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang rombongan Ezra yang menyampaikan surat perintah raja kepada para wakil dan bupati di wilayah sebelah barat Sungai Efrat.  Saudaraku, dalam konteksnya, Ezra dan rombongannya telah tiba di Yerusalem setelah perjalanan dari Babel. Mereka membawa surat keputusan raja yang sebelumnya diberikan untuk mendukung perjalanan dan pekerjaan mereka. Surat tersebut kemudian disampaikan kepada para pejabat pemerintahan di wilayah yang bersangkutan. Kita harus ambil bagian untuk berkolaborasi dengan beberapa orang dalam mendukung pekerjaan TUHAN. Kita tidak bisa bergerak sendiri, kita perlu bantuan pihak lain. Kita harus bergotong royong, saling menguatkan, saling mendukung dan saling menopang. Gereja pun sering menda...

MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK SETELAH MENGALAMI PERTOLONGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:35 (TB) — “Pada waktu itu juga orang-orang yang telah kembali dari penawanan, yakni mereka yang pulang dari pembuangan, mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada Allah Israel: lembu jantan dua belas ekor untuk seluruh Israel, domba jantan sembilan puluh enam ekor, anak domba tujuh puluh tujuh ekor, kambing jantan sebagai korban penghapus dosa dua belas ekor, semuanya itu sebagai korban bakaran bagi TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang umat Israel yang baru kembali dari pembuangan dan kemudian mempersembahkan korban bakaran kepada Allah Israel.  Saudaraku, konteksnya terjadi setelah perjalanan Ezra dan rombongan dari Babel menuju Yerusalem. Mereka telah mengalami perlindungan Tuhan sepanjang perjalanan dan berhasil tiba dengan selamat. Setelah sampai, mereka tidak langsung berfokus pada diri sendiri, tetapi datang kepada Tuhan dengan membawa korban persembahan. Sungguh ini yg perlu kita berikan sebagai respons terima kasih kita kepada Tuhan. S...

SETIAP KEPERCAYAAN HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:33 (TB) — “Maka pada hari yang keempat ditimbanglah perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan itu di dalam rumah Allah kami di bawah pengawasan imam Meremot bin Uria, yang didampingi oleh Eleazar bin Pinehas, dan mereka dibantu oleh Yozabad bin Yesua dan Noaja bin Binui, orang-orang Lewi.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang proses penyerahan dan pemeriksaan kembali perak, emas, serta perlengkapan yang telah dibawa dari Babel.  Saudaraku, perhatikan bahwa perjalanan mereka dari Babel akhirnya sampai pada tahap pertanggungjawaban. Barang-barang yang sebelumnya telah ditimbang sebelum keberangkatan kini kembali ditimbang setelah tiba di Yerusalem. Ada pemeriksaan yang jelas untuk memastikan bahwa apa yang dipercayakan tetap terjaga selama perjalanan. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan tidak hanya dinilai dari bagaimana kita menerima sebuah kepercayaan, tetapi juga bagaimana kita mengembalikannya. Saya jadi ingat tentang perumpamaan ta...

BERANGKAT DENGAN IMAN DI BAWAH PERLINDUNGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:31 (TB) — “Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Allah kami melindungi kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang keberangkatan Ezra dan rombongannya dari sungai Ahawa menuju Yerusalem. Saudaraku, perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang tanpa risiko. Mereka membawa banyak orang, keluarga, serta perak, emas, dan perlengkapan untuk rumah Allah. Sebelumnya Ezra telah mengajak mereka merendahkan diri dan memohon jalan yang aman kepada Tuhan. Setelah itu, mereka tidak hanya berhenti pada doa, tetapi benar-benar berangkat. Secara rohani, kita belajar bahwa iman tidak hanya berbicara tentang percaya, tetapi juga keberanian untuk melangkah setelah menyerahkan perjalanan kepada Tuhan. Berani bukanlah perkara yang mudah. Berani itu bukan hilangnya rasa takut melainkan berserah dan mengandalkan TUHAN sepenuhnya...