TUHAN ADALAH PEMBELA ORANG BENAR ππ₯
π Mazmur 140:10 (TB) — “Orang-orang yang mengelilingi aku meninggikan kepala; biarlah bencana yang diucapkan mereka menimpa mereka!”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini berbicara tentang kenyataan hidup yang sering kita alami: ada orang yang memusuhi, memfitnah, dan merencanakan kejahatan terhadap kita.
Saudaraku, pemazmur menggambarkan orang-orang yang mengelilinginya dengan sikap sombong. Mereka meninggikan kepala, merasa kuat, merasa benar, bahkan berani merencanakan kejahatan. Mereka tidak hanya memusuhi secara diam-diam, tetapi juga dengan perkataan yang jahat dan penuh kebencian. Inilah kenyataan yang kadang dialami oleh orang yang hidup benar. Ketika seseorang hidup jujur dan takut akan Tuhan, tidak jarang justru ada orang yang iri, memfitnah, atau menjatuhkan. Namun yang menarik, pemazmur tidak membalas dengan kekuatannya sendiri. Ia membawa perkara itu kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan adalah hakim yang adil. Ia menyerahkan pembelaannya kepada Tuhan, sebab Tuhan melihat segala sesuatu yang tersembunyi. Tidak ada kata-kata jahat, tidak ada fitnah, tidak ada rencana kejahatan yang luput dari penglihatan Tuhan. TUHAN itu baik dan Ia membela orang benar. Ia pasti menghukum dan menghakimi orang yang jahat, licik dan buruk. TUHAN tidak akan membiarkan umat-Nya tersiksa oleh kejahatan orang fasik. TUHAN akan menolong dan membela orang benar.
Saudaraku, sering kali ketika kita disakiti atau difitnah, hati kita ingin membalas. Kita ingin membuktikan diri, ingin membalas perkataan jahat dengan kata-kata yang lebih tajam. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tuhan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Pada waktunya, Ia akan menegakkan keadilan-Nya. Orang yang sombong mungkin tampak kuat untuk sementara waktu, tetapi kesombongan selalu membawa kehancuran. Sebaliknya, orang yang tetap rendah hati dan bersandar kepada Tuhan akan dipelihara oleh-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang hidup benar di hadapan-Nya. Jangan terpancing untuk lakukan yang jahat. Jangan terperangkap dalam jerat orang fasik. Kita tidak boleh reaktif dan menjadi sumbu pendek. Saat orang mengejek, jangan langsung bereaksi, karena kalau langsung bereaksi, kita akan langsung mengejek balik. Kita harus tenang sejenak, pikirkan apa kehendak TUHAN. Ketika kita merenungkan kehendak TUHAN, maka kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Saudaraku, jika hari ini kita sedang menghadapi orang yang memusuhi atau memfitnah kita, jangan putus asa. Tetaplah berjalan dalam kebenaran. Serahkan perkara kita kepada Tuhan. Ia adalah pembela yang setia, dan keadilan-Nya pasti dinyatakan pada waktu-Nya. Tetaplah untuk memilih hidup benar ketimbang hidup dalam dendam. Ketahuilah bahwa hidup benar memiliki efek jangka panjang yang jauh lebih indah meski dalam jangka pendek kita merasa kesal, gondok dan kecewa. Sebaliknya, kalau kita mendendam, kedagingan kita terpuaskan, kita merasa lega karena berhasil balaskan dendam. Namun, rasa penyesalan akan muncul, rasa bersalah akan menumpuk dan godaan setan terus merongrong. Relasi pun makin rusak dan hancur. Wah, mendendam hanya akan menyebabkan keburukan. Maka, mari kita tetap hidup benar. Orang benar punya prinsip, yaitu pembalasan terbaik adalah pengampunan terhadap musuh.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menyerahkan setiap masalah kepada Tuhan.
2⃣ Saya tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan.
3⃣ Saya mau tetap hidup benar di hadapan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan adalah pembela terbaik bagi orang yang hidup benar.”
π️ 06-03-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar