HIDUP MANUSIA SANGAT SINGKAT π¬️⏳
π Mazmur 144:4 (TB) — “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengingatkan kita tentang betapa singkat dan rapuhnya kehidupan manusia.
Saudaraku, pemazmur menggambarkan hidup manusia seperti angin dan bayang-bayang. Angin datang sebentar lalu hilang. Bayang-bayang muncul sesaat lalu lenyap. Gambaran ini menunjukkan bahwa hidup manusia di dunia ini sangat singkat. Waktu berjalan begitu cepat. Hari demi hari berlalu tanpa terasa, dan tanpa kita sadari usia kita terus bertambah. Sering kali manusia hidup seolah-olah memiliki waktu yang tidak terbatas. Kita sibuk mengejar banyak hal: pekerjaan, kekayaan, kedudukan, kenyamanan hidup. Tidak ada yang salah dengan bekerja dan berusaha, tetapi firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak melupakan hal yang paling penting: kehidupan rohani dan hubungan kita dengan Tuhan. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya? Kekayaan, jabatan, dan prestasi duniawi semuanya bersifat sementara. Suatu hari semuanya akan kita tinggalkan. Yang tersisa hanyalah bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan.
Saudaraku, menyadari bahwa hidup ini singkat seharusnya membuat kita hidup lebih bijaksana. Kita belajar menghargai waktu yang Tuhan berikan. Kita belajar memperbaiki hubungan dengan sesama, mengampuni, mengasihi, dan melakukan kebaikan selagi masih ada kesempatan. Yang terpenting, kita belajar hidup dekat dengan Tuhan setiap hari. Kita harus tahu prioritas hidup. Jangan hidup dengan sembarangan. Banyak orang menyetujui bahwa hubungan dengan TUHAN itu paling penting tetapi hanya sedikit yang benar-benar membangun hubungan dengan TUHAN setiap hari. Orang bisa berpikir dan setuju tentang priortas hubungan dengan TUHAN tetapi tidak semua menjalankannya. Dari 200 jemaat gereja yang hadir, 200 jemaat setuju bahwa baca Alkitab itu penting tetapi hanya 10 orang yang membaca Alkitab setiap hari. Ini sangat tidak bijaksana. Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu berpikir dengan benar dan melakukannya dengan benar.
Saudaraku, hidup memang singkat, tetapi hidup yang dijalani bersama Tuhan memiliki makna yang kekal. Ketika kita hidup dalam kehendak Tuhan, setiap hari yang kita jalani menjadi berharga. Hari ini mari kita ingat: hidup ini seperti bayang-bayang yang lewat. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan. Gunakan hidup ini untuk memuliakan Tuhan dan melakukan kebaikan. Mari atur waktu dan luangkan waktu untuk membangun relasi pribadi dengan TUHAN melalui saat teduh, berdoa, memuji TUHAN dan merenungkan firman TUHAN. Hubungan dengan TUHAN yang baik dan benar akan mendorong kita menjadi pribadi yang mengasihi sesama. Kita akan limpah dengan kebaikan terhadap orang lain. Kita akan menyatakan kasih yang murni bagi sesama dan mereka akan merasakan kasih itu. Ketika mereka merasakan kasih yang kita nyatakan, maka mereka akan memuji dan memuliakan Allah. Mereka akan melihat bahwa orang Kristen adalah terang dan garam bagi lingkungan. Inilah hidup yang berguna dan bermanfaat. Maka, singkatnya hidup ini jangan diisi dengan sembarangan. Kita harus bijaksana dan sungguh-sungguh menjalani hidup ini seturut dengan kehendak Allah.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menghargai waktu yang Tuhan berikan.
2⃣ Saya mau hidup lebih bijaksana dan tidak menyia-nyiakan hidup.
3⃣ Saya mau memprioritaskan hubungan saya dengan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Hidup manusia singkat, tetapi hidup bersama Tuhan memiliki nilai kekal.”
π️ 10-03-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar