JAGA PERKATAAN KITA πŸ™πŸ—£️

πŸ“– Mazmur 141:3 (TB) — “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga perkataan.


Saudaraku, lidah adalah bagian kecil dari tubuh, tetapi dampaknya sangat besar. Dengan mulut kita bisa memberkati, tetapi dengan mulut yang sama kita juga bisa melukai. Satu kalimat yang keluar dari bibir kita bisa menguatkan seseorang, tetapi satu kalimat yang salah juga bisa menghancurkan hati orang lain. Karena itulah pemazmur berdoa dengan rendah hati: “Awasilah mulutku, ya TUHAN.” Ini menunjukkan kesadaran bahwa manusia sering gagal mengendalikan perkataan. Saat marah, kita mudah mengucapkan kata-kata kasar. Saat tersinggung, kita mudah melontarkan sindiran. Saat iri, kita bisa tergoda untuk membicarakan keburukan orang lain. Tanpa penjagaan Tuhan, lidah kita bisa menjadi sumber masalah. Oleh karena itu, kita harus minta pertolongan Tuhah untuk menjaga dan menguasai lidah kita.


Saudaraku, Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Jika hati dipenuhi kasih, perkataan kita akan membangun. Jika hati dipenuhi kepahitan, perkataan kita akan melukai. Karena itu menjaga perkataan bukan hanya soal menahan lidah, tetapi juga membiarkan Tuhan membersihkan hati kita. Ketika hati kita bersih, maka pikiran dan perkataan kita pun menjadi bersih. Dari hati terpancar kehidupan. Hati kita perlu terus dikendalikan oleh Tuhan sehingga kita senantiasa mengatakan yg benar dan seturut dengan kehendak Tuhan. Jadikan mulut kita untuk membangun dan menasihati sesama di dalam Kristus. Jadikan mulut kita untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.


Saudaraku, dunia saat ini sangat mudah dipenuhi kata-kata negatif — baik melalui percakapan langsung maupun melalui media sosial. Banyak orang cepat berkomentar, cepat mengkritik, cepat menyebarkan kata-kata yang tidak membangun. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk berbeda. Perkataan kita harus menjadi berkat, membawa penghiburan, kebenaran, dan kasih. Mari kita belajar berdoa seperti pemazmur: meminta Tuhan menjaga pintu bibir kita. Sebelum berbicara, kita belajar berpikir. Apakah kata-kata ini membangun? Apakah ini benar? Apakah ini membawa damai? Jika tidak, lebih baik kita diam. Jika ya, teruslah lakukan dalam bijaksana yg Tuhan berikan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau meminta Tuhan menjaga perkataan saya.

2⃣ Saya mau memakai mulut saya untuk memberkati dan membangun.

3⃣ Saya tidak mau mengucapkan kata-kata yang melukai orang lain.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Perkataan yang dijaga oleh Tuhan akan menjadi sumber berkat bagi banyak orang.”


πŸ—“️ 07-03-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!