Disiplin
Ibrani 12:11 (TB) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Shalom, Saudaraku... Bapa, Engkau sungguh baik, kasih-Mu melimpah di hidupku
Saudaraku, saya baru sadar, kata disiplin itu lebih indah daripada hukuman. Ketika seseorang melakukan kesalahan, kita perlu mendisiplin orang itu bukan menghukumya. Apa bedanya mendisiplin dengan menghukum? Kalau menghukum, itu fokus pada kesalahannya yang kemarin tapi kalau mendisiplin itu fokus pada pembentukan orang itu di masa depan. Dihukum dan disiplin sama-sama menerima ganjaran tapi tujuannya berbeda. Orang kalau menghukum bisa karena marah dan kesal tapi orang yg mendisiplin tidak dimotivasi oleh rasa marah, kesal atau benci. Orang yg mendisiplin dimotivasi oleh rasa sayang, kasih dan cinta. Waww ini indah sekali. Ketika anak kita salah, mari disiplin anak itu. Ketika bawahan salah, jangan hukum dia tapi disiplin dia. Penggunaan kata disiplin akan memberi kesan dan makna yg jauh lebih baik ketimbang hukuman. Saya pun tidak luput dari kesalahan karena itu, saya siap terima disiplin ketika saya melakukan kesalahan.
Saudaraku, apa tujuan dari mendisiplin? Alkitab mencatat itu bertujuan untuk kebaikan kita agar kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, maka kita menerima jaminan keselamatan. Lalu setelah itu, kita perlu bertumbuh dalam keselamatan. Beroleh selamat bukan berarti kita jadi kudus tanpa cacat cela. Orang yg sudah beroleh selamat pun seringkali masih jatuh dalam dosa, masih lakukan kesalahan dan masih bergumul dengan kesusahan. Itulah masa-masa disiplin yg Tuhan berikan. Tuhan izinkan itu terjadi supaya kita makin murni, supaya kita menjadi kudus. Berbagian dalam kekudusan Allah merupakan proses dari hidup kita bukan sesuatu yg didapat secara tiba-tiba. Ketika kita sudah berusaha tapi ga beruntung, itu bisa jadi disiplin dari Allah. Ketika kita alami penyakit karena tertular dari orang lain, itu bisa jadi disiplin dari Allah. Kita sudah setia kepada orang lain tapi dikhianati, itu bisa jadi disiplin dari Allah. Itu diizinkan oleh Allah agar kita semakin murni dan kudus. Berbagai penderitaan yg kita alami bukan untuk dikomplain atau dikeluhkan tapi untuk diterima sebagai suatu disiplin yg membuat kita semakin murni dan kudus di hadapan Tuhan. Saat disiplin kita alami, tentu kita merasa sedih tapi kita harus memperhitungkannya sebagai suatu sukacita. Merasa sedih sama memperhitungkannya sebagai sukacita itu berbeda ya. Merasa sedih itu ya sekarang, tapi memperhitungkannya sebagai sukacita adalah keyakinan kita bahwa disiplin ini akan membawa kita pada kebaikan dan kemurnian di hadapan Allah. Jadi, biarlah kita merasa sedih tapi perhitungkan setiap disiplin sebagai suatu sukacita.
Saudaraku, ketika kita hidup dalam kebenaran, maka apapun kesulitan yang kita hadapi, entah itu soal keuangan, perselisihan dalam keluarga, kegagalan dalam bekerja, penyakit yg kita derita harus kita anggap sebagai suatu disiplin. Hidup tiap orang berbeda. Disiplin yg diterima setiap orang pun berbeda. Ga usah iri dengan orang lain. Ga usah juga merasa paling menderita dengan disiplin yg kita terima. Percayalah, kalau kita merasa berat jalani disiplin saat ini, itu tandanya Tuhan percaya bahwa kita kuat memikul beban itu. Dan ketahuilah, sebenarnya Tuhan loh yg akan bantu kita untuk angkat beban itu. Dia berkata, "marilah datang kepada-Ku hai kamu yg letih lesu dan berbeban berat sebab aku akan memberi kelegaan kepada-Mu." Tuhan itu baik. Datang sama Dia bukan ngeluh sama keadaan. Sujud di hadapan-Nya bukan menyerah dan putus asa. Berdoa di hadirat-Nya bukan minder dan mengutuki diri. Sekalipun banyak tantangan dalam hidup kita, penderitaan datang silih berganti, yakinlah bahwa Tuhan sayang sama kita. Disiplin bertujuan untuk mendidik kita, kasih kita edukasi, bikin kita tambah kuat, tambah bergantung kepada Tuhan dan mengambil bagian dalam kekudusan-Nya. Pasti semuanya berujung pada sukacita bagi kita yg meresponi disiplin Tuhan dengan benar.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Mendisiplin orang jauh lebih penting daripada menghukum orang
☆ Kita merasa sedih saat menerima disiplin tapi perhitungkanlah itu sebagai sukacita
☆ Tak perlu mengeluh atau marah dengan disiplin yg kita alami. Datanglah kepada-Nya, Dia pasti beri kelegaan
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin 😊😇
Kutipan
Disiplin Tuhan pasti mendatangkan kebaikan dan menuntun kita pada kekudusan
20-06-2022
RP
Komentar
Posting Komentar