Dikuduskan Allah

 Yohanes 17:19 (TB)  dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

Shalom, Saudaraku... Suci, suci, suci, Tuhan Mahakuasa, Dikau kami puji di pagi yang teduh..

Saudaraku, menjadi kudus artinya dipisahkan dari kecemaran dunia. Orang yg dikuduskan oleh Allah akan hidup berbeda dengan dunia. Gaya hidup orang kudus tidak serupa dengan apa yg dunia lakukan. Orang kudus mencerminkan hidupnya dalam terang dan kebenaran. Ada juga perkara yg bisa dilakukan oleh orang dunia tapi tidak dilakukan oleh orang yg dikuduskan oleh Allah. Ada contoh di dalam Alkitab, yaitu kisah Harun yang kehilangan 2 anaknya karena mati saat mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan. Harun itu Imam Besar. Sebagai imam, dia adalah orang yg sudah dikuduskan dan diurapi oleh Allah. Ketika anaknya meninggal, Harun tidak diperkenankan untuk menangis. Orang Israel lain boleh menangis tapi Harun nda boleh nangis meskipun dia ayahnya. Kenapa? Harun itu orang yg sudah dikuduskan dan diurapi oleh Allah. Perasaan Harun sudah diserahkan kepada Allah. Inilah beda antara orang yg dikuduskan oleh Allah dengan yg tidak. Banyak perkara yg dianggap wajar oleh dunia tapi tidak boleh dilakukan oleh orang-orang yg dikuduskan oleh Allah. Hal lainnya ialah dalam hal berpakaian. Banyak saat ini orang mengenakan baju terbuka atau agak terbuka. Orang dunia melakukannya dan merasa itu wajar dan biasa aja. Namun bagi orang yg sudah dikuduskan oleh Allah, ia pasti memperhatikan pakaiannya dan mengenakan pakaian yg pantas, tertutup dan sopan.

Saudaraku, orang yg sudah dikuduskan oleh Allah akan mengikuti kehendak Tuhan daripada perasaannya sendiri. Wajar sekali bagi ayah menangis ketika anak-anaknya meninggal. Tapi tidak bagi Harun. Dia harus tabah, dia harus sabar dan kuat. Dia tidak boleh menangis atau berteriak karena duka. Orang dunia mungkin melakukan itu tapi Harun tidak. Dia imam besar yg sudah dikhususkan oleh Allah. Oleh karena itu, kita pun perlu mempelajari dan menyadari bahwa urapan Allah yg menguduskan kita harus membuat kita hanya melakukan apapun yg sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita nda boleh melibatkan asumsi atau pendapat kita dinyatakan menjadi tindakan. Orang-orang yg dikuduskan oleh Allah ialah mereka yang rela menyangkal perasaan atau emosi pribadi demi memprioritaskan kehendak Allah. Ketika dunia menangis, ia tabah; ketika dunia lemah, ia kuat; ketika dunia cemar, ia suci. Itulah orang yg dikuduskan Allah.

Saudaraku, seorang pelayan yang telah dikuduskan oleh Allah nda boleh goyah hidupnya. Ia musti teguh di dalam kebenaran. Orang Israel itu boleh minum anggur atau minuman keras tapi imam tidak boleh. Nah, di sini kembali kita melihat perbedaan. Imam itu dikuduskan, diurapi oleh Allah. Dia tidak menikmati sukacita dunia. Dia tidak dipuaskan oleh dunia. Dia dipuaskan hanya oleh melakukan kehendak Allah. Dia rela untuk tidak senang dengan cara dunia. Dia tidak mau diikat oleh kesenangan sementara. Kalau seorang pelayan atau imam nda mau menyerahkan perasaannya kepada Allah, maka ia tidak dapat melayani-Nya. Semakin tinggi kepercayaan yang Tuhan berikan atas kita, maka semakin banyak tuntutan yg kita emban. Kita ga boleh lagi hidup dengan sembarangan. Kalau kita udah jadi pelayan, kita perlu sadar diri untuk naik level dan hidup dalam kehendak Allah. Jangan lagi diikat oleh kesenangan dunia. Kita ini sudah dikuduskan, sudah khususkan bagi Allah. Mari kita menyenangkan Dia senantiasa.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Orang yg dikuduskan oleh Allah memiliki gaya hidup yg berbeda dengan orang dunia
☆ Orang yg dikuduskan Allah menyangkal perasan pribadi
☆ Kesenangan dunia bukanlah sukacita bagi orang yg telah dikuduskan Allah
Tuhan Yesus menguduskan kita. Amin ❤️🌟🤍

Kutipan
Dikuduskan Allah berarti rela untuk tidak hidup dalam kesenangan dunia

14-08-2022
RP

Komentar