Kenajisan

 

Markus 7:15 (TB)  Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."

Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus begitu mengasihi Saudara dan saya..

Saudaraku, mana yang lebih penting, kondisi di dalam diri atau di luar diri? Manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Mana yang kita utamakan? Orang duniawi pasti lebih suka utamakan tubuh tetapi mereka yg mencintai Tuhan pasti mengutamakan unsur rohani. Jiwa itu sifatnya netral. Kalau kau mengutamakan tubuh, maka jiwamu akan mengikuti keinginan tubuh tetapi kalau kita mengutamakan unsur roh, maka jiwa pun akan mengikutinya. Tubuh itu bagian luar. Roh itu bagian dalam. Yang paling penting ialah bagian dalam. Kalau dalamnya busuk, maka ke luar juga akan busuk. Kalau luarnya kelihatan bagus tapi dalamnya busuk, maka dia adalah orang munafik. Kalau dalamnya baik, maka yg keluar pun akan baik. Kita perlu menggumulkan hal ini. Mana yg jadi prioritas kita sehari-hari? Perkara rohani atau perkara tubuh? Jangan sampai kita memuaskan keinginan tubuh sebab itu bagian luar yg sama sekali tidak diprioritaskan oleh Allah. Utamakan unsur roh, sebab itulah yg Allah prioritaskan dan itulah yg sifatnya kekal.

Saudaraku, di dalam roh itu ada hati nurani. Di dalam roh itulah Allah berdiam di dalam diri kita. Dia memberi kita pesan, Dia menyatakan kehendak-Nya kepada kita. Amsal pernah berkata bahwa dari hati terpancar kehidupan. Ga pernah dikatakan dari tubuh terpancar kehidupan. Engga... Kita harus utamakan hati kita. Tuhan pun pernah berkata bahwa manusia melihat apa yg di depan mata tetapi Tuhan melihat apa yg di dalam hati. Kita perlu miliki sudut pandang Allah. Dia memandang hati. Kita perlu miliki kesamaan sudut pandang dengan Allah. Hati itu ada di bagian paling dalam dari diri manusia. Kalau hati kita penuh kebencian, maka yg dikeluarkan pun ga jauh dari itu. Kebencian dalam hati akan menimbulkan kata kotor, kasar dan buruk dari mulut kita. Nah, inilah yg menajiskan seseorang. Jadi bukan karena makan daging babi kita najis tapi karena kita kesal, marah lalu dari mulut kita, kita berkata babi sambil mengejek orang lain. Itulah yg menajiskan kita..!

Saudaraku, makan apa saja ketika kita terima dengan ucapan syukur diperbolehkan. Ga ada yang haram. Semua halal kalau kita menerimanya dengan doa dan ucapan syukur. Beberapa orang masih bilang, makan ini haram, makan itu haram. Yang haram dan najis itu kalau kelakuan kita ga beres, kalau kelakuan kita lebih buruk dari pada binatang. Itu mengerikan sekali, bukan? Jangan sampai kita lebih mengerikan tindakannya dari binatang, sebab dengan begitu kita mengidentifikasikan diri sebagai orang yg najis. Kalau seseorang makan daging babi tapi kelakuan seperti Yesus, maka dia tidak najis tetapi mulia. Sedangkan seseorang tidak makan daging babi tapi kelakuan begitu jahat dan penuh cela, maka dia najis. Ingat, bukan apa yg masuk ke dalam yg menajiskan seseorang tapi apa yg ke luar dari dalam, ini yg bisa menajiskan seseorang. Makanya jaga hati... Biarlah hati kita senantiasa diliputi damai sejahtera. Jangan sampai mudah marah, mudah ngambek, mudah kesal, benci lalu akar pahit. Itu bahaya. Banyak bibit kenajisan di dalamnya. Mari buang segala yg najis. Mari terima Kristus yg mulia untuk bertakhta dalam hati kita.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Unsur roh ada di bagian dalam sedangkan unsur tubuh ada di bagian luar. Ketahuilah, bagian dalam adalah yang paling penting
☆ Yang menajiskan manusia ialah hati yg penuh kebencian lalu dilampiaskan dengan kata kotor dan tindakan jahat
☆ Buang segala bibit kenajisan yang bermuara di hati kita
Tuhan Yesus menopang kita. Amin

Kutipan
Segala yang kotor dan jahat, hendaknya dibuang dari hati kita. Jangan biarkan kenajisan bermuara di hati kita.

24-05-2023
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!