BERPEGANG TEGUH SAMPAI AKHIR π️
π Ibrani 3:14 — “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”
Shalom sahabat Kristus ✨ Kiranya kita selalu terhubung dengan Tuhan.
Saudaraku, ayat ini menekankan pentingnya ketekunan iman. Kita tidak hanya dipanggil untuk percaya di awal, tetapi juga untuk tetap setia hingga akhir. Iman bukanlah sprint singkat, melainkan maraton yang menuntut keteguhan hati. π♂️π¨ Kita harus komitmen di awal dan konsisten di dalam perjalanan iman. Perjalanan iman ini bisa dijalani selama 3 tahun, 12 tahun, 35 tahun atau 76 tahun. Tak tau angkanya, yang pasti perjalanan iman yg benar harus diselesaikan sampai akhir hidup ini. Karena itu, kita tidak boleh mengeraskan hati kita dengan memelihara dosa. Perjalanan iman yg benar tidak bersahabat dengan dosa melainkan bertentangan dengan perbuatan daging. Jadi kita harus membuang setiap dosa yg memperdaya dan mengikat kita.
Saudaraku, bangsa Israel di padang gurun adalah contoh nyata: mereka sudah melihat kuasa Tuhan, tetapi banyak yang hatinya menjadi keras dan akhirnya gagal masuk ke tanah perjanjian. Hal yang sama bisa terjadi bila kita tidak sungguh-sungguh menjaga iman kita. ⚠️ Maka kita harus mengikuti teladan Yosua dan Kaleb. Sejak awal, masuk masa muda hingga sudah tua, mereka terus berjalan dalam iman. Sekalipun banyak orang meragukan Tuhan dan meninggalkan Tuhan, Yosua dan Kaleb tidak ikut-ikutan. Mereka meyakini bahwa Tuhan selalu menyertai dan akan membawa umat-Nya masuk tanah Perjanjian. Sampai akhir hidup, keduanya memelihara iman dan mereka menjadi orang yg sangat berbahagia karena telah mati di dalam Tuhan.
Saudaraku, karena itu, mari kita saling menguatkan. Doronglah sesama orang percaya agar tidak tawar hati, dan ingatkan diri kita sendiri untuk terus berpegang pada janji Kristus sampai garis akhir. π Kita harus saling mengingatkan satu sama lain agar terus berjalan bersama dengan Tuhan. Minimal, kita menjadi pengingat dan penguat iman di dalam keluarga untuk pasangan dan anak kita. Lalu kita menjadi berkat di dalam gereja, tempat kerja dan lingkungan tetangga. Kita harus menjadi teladan iman bagi sesama. Jangan hanya tumbuh sendirian, kita harus tumbuh bersama. Kita perlu mengajar, mendidik orang dalam kebenaran, memperbaiki kelakuan dan menyatakan kesalahan sehingga iman terus berakar dalam firman Tuhan dan makin bertumbuh di dalam Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menjaga hati agar tidak mengeras oleh dosa.
2⃣ Saya mau setia dalam iman, bukan hanya di awal tapi sampai akhir.
3⃣ Saya mau menjadi penguat bagi sesama dalam perjalanan iman.
π Kutipan Hari Ini:
“Iman yang sejati bukan hanya dimulai, tetapi juga diselesaikan.”
π️ 21-09-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar