HIDUP DALAM KEHORMATAN DAN TANGGUNG JAWAB πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦✨

πŸ“– 1 Timotius 5:8 — “Tetapi jika ada seorang yang tidak memelihara sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”


Shalom, Saudara terkasih… πŸ’– Kiranya hati dan pikiran kita selaras dengan Tuhan senantiasa. 


Saudaraku, Paulus mengingatkan jemaat bahwa iman kepada Kristus harus nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam tanggung jawab terhadap keluarga. Mengasihi, merawat, dan memperhatikan keluarga adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah. Saat kita sudah bekerja dan memperoleh penghasilan, lalu orang tua semakin berkeriput dan tidak bekerja lagi, maka kita harus bantu orang tua secara finansial. Jangan anggap memberi kepada orang tua sebagai beban. Maknai itu sebagai ucapan syukur atas kasih orang tua kepada kita. Kita harus peduli terhadap apa yg diperlukan oleh orang tua kita. Jangan hanya urusi diri sendiri dan membeli sesuatu untuk keinginan pribadi. Mari peduli pada kebutuhan orang tua. Setelah itu, kita bisa bertumbuh untuk bisa mengasihi kaka, adik serta saudara kita yg lain.


Saudaraku, seringkali orang bisa begitu sibuk melayani di luar rumah, namun lalai terhadap keluarga sendiri. Firman ini menegaskan: mengabaikan keluarga berarti mengingkari iman, bahkan lebih buruk daripada orang yang tidak mengenal Tuhan. πŸ™Œ Kita harus mengerti skala prioritas. Memang kita perlu mengasihi jemaat gereja, rekan kerja dan tetangga, tetapi kita harus tau prioritas. Keluarga harus didahulukan dan mendapat porsi yg proporsional. Jangan tinggalkan keluarga dalam kondisi yg masih berantakan, minim perhatian dan kurang kepedulian. Kita harus memelihara hidup keluarga sehingga kondisi keluarga menjadi aman, tenteram dan penuh sukacita. Kita harus terus menjaga kehangatan dalam keluarga.


Saudaraku, kasih itu dimulai dari rumah. Ketika kita setia menjaga, mengasihi, dan melayani keluarga, kita sedang memberikan kesaksian yang nyata. Kehormatan hidup orang percaya bukan hanya terlihat di gereja, tetapi juga di meja makan, dalam sikap menghormati orang tua, mengasihi pasangan, dan mendidik anak-anak. πŸ’‘ Kita harus maksimal menghidupi peran kita di dalam keluarga. Jangan anggap sepele. Jangan remehkan peran sebagai ayah, ibu atau anak di rumah. Peran kita dalam keluarga memang tidak diberi gaji atau jabatan tetapi Tuhan memperhatikan tanggung jawab kita di rumah. Ia ingin agar kita mengenakan kasih dan hikmat di rumah. Tuhan ingin kita menjadi garam dan terang di rumah. Ia ingin keluarga kita beribadah kepada-Nya. Haleluya..


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau menaruh perhatian sungguh-sungguh pada keluarga saya.

2⃣ Saya mau menjadikan kasih di rumah sebagai kesaksian iman saya.

3⃣ Saya percaya Tuhan berkenan ketika saya setia memelihara keluarga.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Iman yang sejati selalu terlihat pertama kali di dalam keluarga.”


πŸ—“️ 10-09-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!