SAAT TUHAN TERASA JAUH πŸ˜”✝️

πŸ“– Mazmur 22:2 (TB) — “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Kiranya hati dan pikiran kita selalu selaras dengan kehendak Tuhan.


Saudaraku, Mazmur 22 adalah salah satu mazmur paling menyentuh hati. Daud menulis dari kedalaman penderitaan — merasa ditinggalkan, seolah Tuhan diam dan tak menjawab. Bahkan Yesus sendiri mengutip ayat ini di kayu salib. Ini menunjukkan bahwa setiap orang percaya, bahkan yang paling beriman sekalipun, bisa mengalami masa di mana Tuhan terasa jauh. Namun, iman sejati bukan berarti selalu merasa Tuhan dekat, melainkan tetap percaya meski hati terasa kosong. 🌧️ Betapa berat ketika kita ada di posisi yg beriman kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan dan berserah kepada-Nya tetapi tidak ada jawaban dari Tuhan dan kita belum menerima kelepasan dari Tuhan. Sungguh ini berat.. Namun, kita harus belajar percaya sekalipun belum melihat dan belum merasakan. Kita harus percaya bahwa Tuhan pasti bantu, Tuhan pasti tolong, Tuhan pasti buka jalan. Kita tidak bergumul sendiri sebab Allah mengerti.


Saudaraku, dalam mazmur ini, Daud tidak berhenti pada keluhan. Setelah meluapkan rasa sakitnya, ia tetap memuji Tuhan dan mengingat kasih setia-Nya di masa lalu. Ia belajar bahwa sekalipun ia tidak mengerti rencana Tuhan, ia tetap bisa berserah dan menyembah. Penderitaan bukan tanda Tuhan meninggalkan kita, melainkan kesempatan untuk mengenal kasih-Nya yang lebih dalam. πŸ’– Kita harus belajar untuk melihat tangan kasih dan perbuatan Tuhan yang menopang kita di masa lalu. Kita tidak boleh lupa akan kebaikan-Nya. Bangsa Israel pun diajar untuk mengingatkan anak-anaknya tentang perbuatan tangan Tuhan yang ajaib, yang telan melepaskan mereka dari perbudakan di tanah Mesir. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya mengenal perbuatan tangan Tuhan di masa lampau sehingga hal itu bisa menjadi kekuatan bagi kita di masa kini.


Saudaraku, ketika doa terasa tak dijawab, jangan menyerah. Kadang Tuhan diam bukan karena Ia jauh, tapi karena Ia sedang membentuk iman kita menjadi lebih teguh. Percayalah, di balik kesunyian, Tuhan tetap bekerja. Ia mendengar setiap seruanmu dan kelak akan menukar air mata dengan sukacita. 🌈 Ingatlah Paulus dan Silap ketika di penjara Filipi. Mereka dibelenggu oleh rantai dan dijaga dengan ketat. Mereka dituduh dan diseret ke penjara. Mereka sebenernya tidak layak untuk dipenjarakan. Namun, bukannya mengeluh atau marah, mereka justru memuji dan menyembah Tuhan. Mereka menaikkan ucapan syukur di hadapan Allah sehingga Tuhan bela mereka dan melepaskan mereka dari belenggu serta sel penjara. Kepala penjara bingung dan kuatir namun Paulus menenangkannya hingga ia memberitakan Injil kepada kepada penjara dan Roh Kudus menuntun kepala penjara dan keluarganya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Luar biasa sekali..! Maka, saat penderitaan datang, mari tetap memuji dan menyembah Tuhan..


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap percaya kepada Tuhan meski doa saya belum dijawab.

2⃣ Saya mau mengingat kembali kebaikan Tuhan di masa lalu sebagai kekuatan hari ini.

3⃣ Saya mau tetap memuji Tuhan dalam masa sulit, sebab Dia tidak pernah benar-benar meninggalkan saya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Ketika Tuhan terasa diam, Dia sedang bekerja dalam diam untuk membentuk imanmu.”


πŸ—“️ 08-11-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!