BERSERU DI TENGAH MURKA TUHAN π₯➡️π
π Mazmur 79:5 (TB) — “Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini menolong kita memahami hati Tuhan dan membawa kita kembali kepada pertobatan yang sejati.
Saudaraku, ayat ini adalah seruan yang lahir dari penderitaan dan penyesalan. Pemazmur menyadari bahwa apa yang dialami umat Tuhan bukanlah tanpa sebab. Murka Tuhan muncul karena ketidaksetiaan dan dosa umat-Nya. Namun yang indah, di tengah murka itu, pemazmur tetap datang kepada Tuhan, berseru dan berharap akan pemulihan. Ini mengajarkan bahwa Tuhan masih ingin didatangi, bahkan ketika kita sedang berada di bawah teguran-Nya. Kita tidak pernah boleh menjauh dari Tuhan bahkan ketika kita sedang jatuh dalam dosa. Kejatuhan kita justru menandakan bahwa kita butuh Tuhan, maka dari itu kita tidak boleh kabur. Dalam murka-Nya pun masih ada anugerah. Tuhan itu berlimpah kasih setia sehingga saat kita menyesali dosa dan memohon pengampunan, maka Ia mau mengampuni kita.
Saudaraku, dalam hidup kita pun ada masa ketika kita merasakan disiplin Tuhan. Keadaan terasa berat, doa seakan terhalang, dan hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Firman ini mengingatkan kita untuk tidak menjauh dari Tuhan, melainkan justru datang dengan hati yang remuk dan bertobat. Pertanyaan “berapa lama lagi” bukanlah keluhan tanpa iman, tetapi ungkapan kerinduan akan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Saat kita terima teguran Tuhan, maka relakanlah hati kita supaya kita bertobat. Setiap teguran bersifat mendidik dan di balik setiap hajaran Tuhan terkandung kasih yg besar. Kita tidak pernah boleh mencurigai Tuhan melakukan yg buruk. Sebaliknya kita harus selalu yakin bahwa Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yg mengasihi Dia.
Saudaraku, murka Tuhan tidak pernah terlepas dari kasih-Nya. Teguran Tuhan bertujuan memulihkan, bukan membinasakan. Ia rindu umat-Nya kembali kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh. Saat kita merendahkan diri, mengakui kesalahan, dan berbalik kepada Tuhan, Ia setia mengampuni dan memulihkan. Mari kita jadikan setiap teguran sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan kembali hidup dekat dengan Tuhan. Mari kita tidak sakit hati saat ditegur Tuhan. Jangan marah lalu berbalik dari Tuhan. Itu bukan solusi, justru menambah kesengsaraan. Tuhan Yesus ingin agar kita kembali kepada-Nya, hidup seturut kehendak-Nya dan memuliakan Tuhan senantiasa. Haleluya...
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau datang kepada Tuhan dengan hati yang bertobat dan rendah.
2⃣ Saya mau belajar menerima teguran Tuhan sebagai tanda kasih-Nya.
3⃣ Saya mau kembali hidup setia dan taat kepada Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Teguran Tuhan lahir dari kasih yang rindu memulihkan.”
π️ 05-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar