MENOLAK FIRMAN, MENOLAK HIDUP ⚠️π
π Nehemia 9:29 (TB) — “Engkau memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada hukum-Mu. Tetapi mereka bertindak angkuh, mereka tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu dan mereka berdosa terhadap peraturan-peraturan-Mu, yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya. Mereka melintangkan bahu untuk melawan, mereka bersitegang leher dan tidak mau dengar.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini memperlihatkan bahwa teguran Tuhan sebenarnya adalah undangan kasih untuk kembali kepada kehidupan.
Saudaraku, Tuhan memperingatkan Israel bukan untuk menghancurkan mereka, tetapi supaya mereka berbalik kepada hukum-Nya. Teguran Tuhan selalu memiliki tujuan pemulihan. Ia menegur karena Ia masih mengasihi dan tidak ingin umat-Nya binasa dalam jalannya sendiri. Tuhan menyatakan kasih-Nya dengan menghajar Israel. Kita memang perlu dibentuk menjadi rendah hati melalui teguran dan hajaran. Kita harus bersedia mengakui kesalahan dan mau memperbaiki diri. Tuhan berkensn kepada orang yg merendahkan diri, menyesali dosa-dosanya serta berbalik dari cara hidupnya yg lama dan sia-sia. Tuhan selalu memiliki niat yg baik, benar dan mulia dalam mendidik meski nampaknya sakit. Namun kita harus selalu menerapkan pola pikir bahwa Tuhan selalu mengasihi kita. Di balik hajaran-Nya, terdapat kasih yg membalut luka kita.
Saudaraku, umat Israel justru bertindak angkuh dan tidak mau mendengar. Kesombongan membuat hati manusia sulit bertobat. Saat seseorang merasa dirinya benar, ia akan menolak suara Tuhan sekalipun Tuhan sedang menyelamatkannya. Kesombongan adalah dosa paling kolot dan tua. Ini bermula dari Lucifer yg merasa diri paling baik, paling bagus dan paling hebat. Kemampuan boleh unggul, tetapi karakter harus tetap merendah. Banyak orang jatuh karena karakternya sombong. Lucifer yg hebat itu pun ternyata diusir oleh Tuhan dan tidak lagi menjadi malaikat sorgawi yg melayani Allah. Ia menjadi ular yg memperdaya Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ini sangat bahaya... Dosa kesombongan sangat merusak diri dan orang lain. Dosa itu sifatnya merembet. Awalnya hanya dosa sombong, setelah itu bisa jadi dosa iri hati, dendam, marah dan lain sebagainya. Kita harus mewaspadai diri dari dampak buruk tersebut.
Saudaraku, firman mengatakan bahwa peraturan Tuhan “memberi hidup kepada orang yang melakukannya.” Artinya, firman Tuhan bukan sekadar aturan moral, tetapi saluran hayat ilahi bagi manusia. Ketika kita hidup sesuai firman, kita menikmati damai, terang, dan aliran kehidupan dari Tuhan. Sebaliknya, menolak firman berarti menjauh dari sumber kehidupan itu sendiri. Dalam terang rohani yang lebih dalam, melintangkan bahu dan bersitegang leher menggambarkan manusia lama yang menolak tunduk kepada Allah. Daging selalu ingin mempertahankan jalannya sendiri. Karena itu, kehidupan rohani membutuhkan hati yang lembut dan mau dibentuk oleh Tuhan setiap hari. Bahaya terbesar bukanlah saat Tuhan menegur kita, tetapi saat kita berhenti mau mendengar. Hati yang terus menolak suara Tuhan lama-kelamaan menjadi keras dan kehilangan kepekaan rohani. Hari ini, jika Tuhan sedang berbicara melalui firman, teguran, atau keadaan hidupmu, jangan keraskan hati. Firman Tuhan mungkin kadang menegur, tetapi di balik teguran itu ada kehidupan dan kasih yang ingin memulihkan kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau memiliki hati yang lembut terhadap firman Tuhan.
2️⃣ Saya tidak mau menolak teguran Tuhan dalam hidup saya.
3️⃣ Saya mau hidup dalam jalan Tuhan yang membawa kehidupan.
π Kutipan Hari Ini:
“Firman Tuhan mungkin menegur kita, tetapi justru di sanalah kehidupan mengalir.”
π️ 21-05-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar