Bersukacita Karena Kebenaran
3 Yohanes 1:4 (TB) Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
Shalom, Saudraaku... Tuhan Yesus peduli pada kita. Hari ini kita akan belajar bersukacita karena kebenaran.
Saudaraku, sebagian manusia mengejar kesuksesan. Ya, kesuksesan dunia. Ada yg sibuk menata karier, ada yg sibuk nyari duit, ada yg sibuk membangun rumah megah, ada yg sibuk meningkatkan popularitas, ada yg sibuk menghasilkan karya musik dan kesibukan-kesibukan lainnya. Ada yg hidupnya susah sehingga fokusnya adalah untuk bertahan hidup dan mencari nafkah saja. Kebenaran menjadi nomor kesekian dalam hidup, sebab yg utama ialah bagaimana bisa hidup cukup atau kalau bisa hidup limpah di dunia ini. Yg dipikirkan hanya perkara di bawah dan tidak mengarahkan diri pada perkara di atas. Apa jadinya kalau kita jadi manusia macam ini? Malang sekali..!
Tak ada gunanya dan sia-sia belaka apabila kita hidup nikmat di dunia ini tapi ga hidup dalam kebenaran, ga hidup di dalam Yesus Kristus. Sia-sia! Itu semua adalah usaha menjaring angin. Buat apa ngumpulin harta di dunia ini dan menimbunnya bertumpuk-tumpuk kalau besok kita mati? Buat apa? Sia-sia belaka! Jangan salah fokus! Beberapa orang membanggakan kelimpahan materi sebagai tolak ukur kesuksesan. Miris sekali..! Hal-hal yg berkaitan dengan kebenaran mulai luntur dan lenyap. Pikiran kita tidak dibaharui tapi malah digerogoti oleh pikiran zaman ini. Hadeuuuhhh.... Tobat! Tobat!
Jadi, apa yg perlu jadi alasan kita bersukacita? Alasan kita bersukacita haruslah karena anak-anak kita hidup dalam kebenaran. Ya, kebenaran! Para orang tua dan para pendidik perlu ajarkan anak-anak untuk hidup dalam kebenaran bukan kesuksesan. Hidup itu jangan melulu ngomongin materi, duit, materi, duit. Hadeuuhh, janganlah begitu! Itu keliru dan gagal paham! Ingat perumpamaan orang kaya dan Lazarus? Siapa yg masuk neraka? Orang kaya itu! Dia yg sehari-hari hidup dalam kemewahan. Dia yg disanjung oleh orang-orang sekitar tapi menjadi kekejian bagi Allah. Jadi, yg terpenting bukanlah kaya atau berlimpah harta. Jangan bersukacita karena itu. Bersukacitalah karena anak-anak kita hidup dalam kebenaran. Sekalipun hartanya tidak banyak, sekalipun hidupnya pas-pasan, ya ora popo, yang penting dia hidup dalam kebenaran. Apa Yesus hidup mewah? Apa Yesus hidup penuh kelimpahan? Apakah Yesus hidup glamor? Enggak sama sekali! Dia hidup sederhana tapi teguh dalam kebenaran. Haleluya!
Mari ubah cara berpikir kita. Jangan lagi serupa dengan dunia ini. Kita harus serupa dengan Allah. Allah mau kita hidup dalam kebenaran bukan kesuksesan. Allah mau kita bersukacita karena perkara yg di atas bukan perkara yg di bawah. Allah mau kita hidup sederhana tapi berkarakter bukan hidup berlimpah tapi tidak bermoral. Mari ajarkan anak-anak bukan hanya bagaimana cara menabung tapi ajarkan baca Alkitab, temani dan dampingi anak, supaya mereka hidup dalam kebenaran dan olehnya kita bersukacita.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Tidak ada gunanya hidup dalam kelimpahan harta dan materi. Sia-sia saja!
✓ Jangan fokus pada perkara di bawah dan jangan lupakan perkara di atas
✓ Sukacita kita haruslah karena anak-anak hidup dalam kebenaran
✓ Didik anak-anak untuk mengenal Allah bukan mengenal sukses dunia
Tuhan menyertai Saudara. Amin! 😇🙏❤😊🙂👍👏
Kutipan
Aku bersukacita karena anak-anakku hidup dalam kebenaran
03-06-2020
RP
Komentar
Posting Komentar