Bersukacita Untuk yang Separuh
2 Yohanes 1:4 (TB) Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.
Shalom, Saudaraku... Allah sumber kuatku! Hari ini kita akan belajar bersukacita untuk yg separuh
Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Kalau kita menyenangkan semua orang, pasti kita tidak menyenangkan Tuhan. Kenapa? Karena tidak semua manusia berpihak pada kebenaran. Ada aja yg tinggal dalam kegelapan. Kalau kita berpihak pada Tuhan Yesus, pasti kita menyenangkan yg satu tetapi dibenci oleh yang lain. Yesus pun punya banyak sekali musuh tetapi banyak juga yg percaya kepada-Nya dan mengasihi Dia. Kita harus sadar bahwa kita nda bisa menyenangkan semua orang dan memang ga boleh menyenangkan semua orang. Kita akan lelah dan kita akan jatuh dalam dosa kalau begitu. Senangkan saja Tuhan Allah. Itu saja sudah cukup!
Nah, kita pun nda bisa bersukacita untuk segala hal. Saya suka sekali dengan kata "separuh" dari ayat kita di atas. Rasul Yohanes bersukacita karena separuh dari anak-anakmu hidup di dalam kebenaran. Berarti ada yang ga hidup dalam kebenaran. Tapi, Yohanes bersukacita untuk yg separuh itu. Ini penting sekali. Kita perlu cari alasan untuk bersukacita meski kita bersukacita untuk separuh dari keseluruhan. Ga semua anak hidup dalam kebenaran, cuma sebagian; nah bersukacitalah untuk yg separuh itu. Kadang hidup kita sedih melulu karena kita ga bersukacita untuk apa yg indah, yg baik dan yg benar. Bersukacitalah untuk yg separuh itu, yg sedikit itu, yg sebagian itu. Jangan nuntut semuanya hidup dalam kebenaran. Jangan mendesak keadaan semau gue. Jangan gitu! Bersyukurlah buat yg separuh itu.
Saudaraku, dari kedua belas murid Yesus, ada satu murid yg mengkhianati Dia. Meski 3,5 tahun sudah diajar oleh Yesus, sudah melihat segala mujizat ajaib, sudah bobo bareng sama Yesus, kemana-mana bareng Yesus, tapi akhirnya Yudas berkhianat juga. Bahkan sebagian besar ahli Taurat dan orang Farisi membenci dan menolak Yesus. Ga semuanya suka sama Yesus. Ga seluruhnya pro sama Yesus. Tapi Yesus bersukacita untuk yg 'separuh', yaitu mereka yg percaya dan beriman kepada Yesus. Yesus ga bisa menyenangkan semua orang, tetapi separuh dari yg mendengarkan-Nya percaya. Yesus bersukacita dan bergembira karena itu, sebab mereka menerima anugerah keselamatan.
Kalau kita ga bisa bersukacita untuk seluruhnya, maka ada kalanya kita berdukacita. Berdukacita karena apa? Karena mereka yg belum percaya Yesus. Lalu apa tugas kita? Beritakan Injil kepada mereka dengan penuh kesabaran dan pengajaran. Jangan putus asa dan kecewa. Beritakan terus sebab pelayanan adalah anugerah Allah. Kita bisa hidup sampai saat ini, bisa sehat, itu adalah kemurahan Allah. Ini adalah waktunya menghasilkan buah. Ayo, beritakan Injil buat orang lain. Kita ga bisa bersukacita untuk orang yg masih hidup dalam kegelapan dan belum terima Injil. Kita ga bisa bersukaria untuk orang yg masih diikat dalam kepahitan dan dendam. Kita masih berdukacita untuk yg 'separuh' lagi. Dukacita itu bukan mendorong kita untuk meratap terus menerus tapi menyadarkan kita untuk bangkit, beritakan Injil dan bersukacita ketika mata dan hati mereka menerima Yesus.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Kita tidak bisa menyenangkan semua orang
✓ Bersukacitalah untuk "separuh" yg hidup dalam kebenaran. Selalu ada alasan untuk bersukacita
✓ Berdukacita untuk "separuh" lainnya yg belum terima Injil. Bangkit, dan beritakan kabar baik buat mereka.
Haleluya... Amin 😇😊🙏💡👏❤
Kutipan
Kita ga bisa bersukacita untuk segala hal tapi kita bisa bersukacita untuk 'separuh' hal
02-06-2020
RP
Komentar
Posting Komentar