Mengenal Rahmat, Damai dan Kasih Allah

Yudas 1:2 (TB)  Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.

Shalom, Saudraaku... Tuhan Yesus penuh dengan kasih! Hari ini kita akan belajar mengenal rahmat, damai sejahtera dan kasih yg Allah berikan.

Saudaraku, sebagian orang salah persepsi, keliru dan gagal paham soal kelimpahan. Orang yg demikian telah dibutakan oleh hawa nafsu dunia, keserakahan dan keegoisan. Hati-hati! Tuhan tidak pernah janji mengaruniakan harta berlimpah, hidup penuh dengan kemudahan, urusan lancar jaya. Pernahkah kita doa minta kemudahan? Saya masih suka denger ada orang minta kemudahan sama Tuhan. Kalau sesuatu mudah, iman kita ga akan naik level. Seorang anak SMP yg dikasih soal ujian SD akan menganggap itu mudah. Lantas, apakah anak SMP ini akan naik level? Ya kaga! Dia malah turun level! Bertumbuhnya iman itu bukan didasari kemudahan tapi justru kesulitan. Makanya jangan minta kemudahan. Itu keliru. Allah itu ingin iman kita bertumbuh. Dia akan izinkan kesulitan dan ujian yg berat datang kepada kita. Di situlah kita diuji kemurniannya dan ketekunannya. Karena itu, mintalah supaya Allah jadi kekuatan dalam hidup kita.

Ada juga yg menitikberatkan pada mujizat. Bahkan yang disinggung ialah mujizat keuangan. Beberapa orang menyebut ini teologi kemakmuran. "Berilah kepada gereja untuk pekerjaan Tuhan, maka kamu akan diberkati berlimpah-limpah oleh Tuhan", seru seorang pendeta. Di Amerika Serikat, ada seorang pendeta penganut teologi kemakmuran yg sudah bertobat dan mengakui kesalahannya yg mengajarkan kemakmuran kepada jemaat. Dia sangat kaya raya. Pekerjaannya pendeta, tapi duitnya banyak sekali dan mewah sekali. Saudaraku, memberi untuk pekerjaan Tuhan itu baik, bahkan sangat baik, tapi ingat, motivasi kita harus benar, yaitu sebagai ungkapan syukur kepada Allah dan untuk menyatakan kemuliaan Allah melalui pelayanan yg dikerjakan melalui gerejanya. Jangan punya motivasi, "Wah, kalau saya memberi, pasti saya diberkati lebih banyak dan lebih limpah." Kalau kita punya motivasi begitu, kita sudah keliru dan salah arah. Sikap hati kita sudah bengkok.

Okeh, jadi gini... Tuhan itu bukan memberi kelimpahan duit, kemewahan, kemudahan dan kelancaran. Kita musti sadar bahwa kita ini diciptakan segambar dan serupa dengan Allah; jadi jangan bandingkan hidup kita sama orang lain. Kalau kita bandingkan hidup sama orang lain, kita akan ngiri dan ngomel; kita ga akan bersyukur dan pengen hidup limpah dengan harta duniawi. Lihat Yesus, Allah kita! Dia tidak hidup mewah, tidak kaya raya, tidak mudah, tidak lancar jaya. Hidupnya sederhana, bahkan bisa dibilang ekonomi-Nya pas-pasan, sebab Dia tukang kayu. Dia pun ditolak sana sini, Dia menderita dan tersiksa. Tapi apa hebatnya? Dia lanjutkan kehidupan-Nya sampai akhir, sampai selesai. Kenapa Dia bisa lalui segalanya? Karena Allah melimpahkan rahmat, damai sejahtera dan kasih! Ingat 3 unsur ini ya: rahmat, damai sejahtera dan kasih! Jangan diubah jadi: kekayaan, kelancaran dan kemudahan. Itu mah pikiran dunia! Yang kita perlukan ialah rahmat, damai sejahtera dan kasih. Kalau mau minta, ya minta 3 hal itu. Itu yg perlu mengisi hidup kita.

Saudaraku, apakah Paulus hidup enak-enakan? Hidupnya mudah? Enggak saudaraku! Dia dibenci karena beralih dari orang Yahudi garis keras jadi rasul Kristus. Dia dikucilkan dan ditolak. Dia diadili dan dipenjara. Tapi kenapa di penjara dia masih bisa bersukacita? Karena Paulus menerima rahmat, damai sejahtera dan kasih dari Allah. Kalau 3 hal ini kita terima, sesusah apapun hidup kita, kita akan tetap bersukacita di dalam Tuhan. Selain itu, iman kita pun akan terus naik level, sebab kita terus lulus dalam ujian kehidupan yg semakin hari semakin berat. Jadi, aku memperingatkan ini dengan sungguh-sungguh, jangan memiliki konsep dunia bahwa ikut Tuhan itu hidupnya akan mewah, kaya raya, ga pernah sakit, dimudahkan dan semuanya lancar jaya. Kubur konsep bengkok seperti itu! Mari kita terima rahmat, damai sejahtera dan kasih Allah yg menumbuhkan iman kita dalam kesengsaraan dan penderitaan bersama dengan Kristus.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Dimudahkan, dilimpahi kekayaan dan kelancaran merupakan konsep bengkok dunia ini 
✓ Iman itu bertumbuh bukan di level yg mudah tapi level yg sulit
✓ 3 unsur yg penting ialah rahmat, damai sejahtera dan kasih dari Allah 
✓ Teladan Tuhan Yesus dan Paulus menjadi gambaran bagaimana kita harus menjalani hidup. 
Tuhan menyertai Saudara. Amin! 😇❤👏🙌👍✌️💡💪

Kutipan
Bukan kekayaan, kemudahan dan kelancaran tetapi rahmat, damai sejahtera dan kasih yg akan dilimpahkan Allah kepadamu

04-06-2020
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan