Skenario Tuhan
Kejadian 50:20 (TB) Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Shalom, Saudaraku di dalam Tuhan. Tuhan Yesus penuh kasih dan sayang. Hari ini kita akan belajar skenario Tuhan.
Saudaraku, dari 50 pasal dan dari 1533 ayat dalam kitab Kejadian, saya sangat amat diberkati oleh ayat ini. Kejadian 50:20 adalah ayat favorit saya. Ayat ini mengandung makna rohani yg sangat dalam dan indah khususnya bagi kita yang pernah atau sedang mengalami masa-masa sulit, sengsara dan susah. Inilah ayat yg pasti akan menolong dan menguatkan iman kita kepada Tuhan. Dalam kesusahan dan penderitaan yg dialami oleh Yusuf, ia tidak mau menyalahkan siapapun, bahkan ia tidak mau menyalahkan saudara-saudaranya yg sudah menjual dia. Hidup orang benar adalah hidup yg percaya pada rencana indah Allah meski nampaknya buram bahkan suram. Dalam kondisi sulit, jangan pernah mencari kambing hitam, jangan menyalahkan orang lain. Secara logika, saya berpikir bahwa harusnya Yusuf berhak menyalahkan saudara-saudaranya atas penderitaan yg pernah ia alami. Tapi nyatanya tidak loh! Yusuf ga nyalahin si itu, si ini, si dia. Enggak sama sekali!!! Ga melulu kalau kita sedang turun ke bawah, maka kita akan terus turun dan ga pernah naik. Tapi kalau fokus kita hanya mencari siapa yg salah dan terus menerus menyalahkan orang lain, maka kita akan sulit bangkit, malah kita akan terjerat dalam masalah. Karana itu, jangan suka menyalahkan orang lain.
Saudaraku, perasaan Yusuf sangat lembut, kalau bisa dibilang selembut kapas. Coba kita mengelus-elus kapas, enak kan? Lembut dan halus sekali. Saat Yusuf sudah jadi penguasa di Mesir, dia tidak berubah peran menjadi diktator yg kejam, bengis dan sangar. Dia justru penuh kasih dan sayang. Kenapa bisa gitu? Karena dia ga simpan akar pahit dan kebencian. Selama ia di rumah Potifar, di penjara dan di istana, dia ga simpan masa lalu yg buruk sebagai kepahitan. Penting bagi kita untuk tidak menyimpan masa lalu yg kelam. Yg lalu biarlah berlalu. Kita harus sadar bahwa yg baru sudah datang. Jangan terjebak dengan kebencian, akar pahit dan kegeraman masa lalu. Yusuf tuntaskan masa lalunya dengan mengampuni dan menyatakan kasih kepada saudara-saudaranya bahkan kepada anak dan cucu mereka. Kurang apa lagi coba? Inilah yg dinamakan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Tuhan ga ajar kita untuk membalas benci dengan lebih membenci. Dia ajarkan kasih, kasih dan kasih. Itu juga yg dilakukan oleh Yusuf. Hidup jadi tenang, damai dan sukacita. Masa lalu yg buruk sudah berlalu dan Yusuf menyambut masa kini dan masa depan yg indah di dalam Tuhan. Keren sekali!
Saudaraku, Yusuf merupakan pribadi yg menaruh dan mempercayakan seluruh musim hidupnya kepada Tuhan. Masa lalu, masa kini dan masa depan merupakan zona waktunya Tuhan. Saat dia susah, Yusuf yakin bahwa Tuhan sedang memproses dia. Saat dia senang, Yusuf yakin bahwa Tuhan sedang menyatakan janji-Nya bagi Yusuf. Mau susah, mau senang, semua itu adalah skenario yg indah sari Tuhan. Manusia bisa mereka-rekakan hal yg jahat kepada kita, tapi Tuhan pasti mereka-rekakannya untuk kebaikan. Manusia punya rencana tapi hanya keputusan Tuhan yg terlaksana. Karena itu kita ga boleh takut sama manusia. Mereka bisa saja ingin jegal dan jebak kita, tapi jangan pernah takut. Takutlah pada Tuhan maka kita tidak akan takut lagi kepada siapapun. Tuhan Yang Mahakuasa akan merubah rancana jahat manusia itu menjadi rencana yg indah bagimu. Asal kita mau percayakan seluruh musim hidup kita kepada Tuhan, maka Ia pasti akan bertindak untuk mendatangkan kebaikan.
Haleluya, hari ini kita sudah belajar
✓ Jangan suka menyalahkan orang lain atas kesulitan yg kita hadapi
✓ Kalahkan kejahatan dengan kebaikan.
✓ Serahkan setiap musim hidup kita kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin! ❤😊😇
Kutipan
Skenario Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya pasti selalu indah dan baik
19-10-2020
RP
Komentar
Posting Komentar