Jangan PHP
Ulangan 23:21 (TB) "Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.
Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus tidak pernah gagal, apa yg dibuat-Nya selalu berhasil.
Saudaraku, kita perlu berhikmat dalam berbicara. Ga boleh kita besar mulut, mengumbar-ngumbar janji manis tapi akhirnya ga melakukannya sama sekali. Kita ga boleh PHP, ga boleh jadi pemberi harapan palsu. Mungkin mulut kita ga ngomong kotor, ga ngejek orang, tapi meski begitu, mulut tersebut bisa menyakiti orang lain loh. Gimana caranya? Ya itu, kita umbar janji manis tapi kita ga penuhi janji itu. Lebih baik tidak berjanji karena tidak mampu melakukannya daripada berjanji karena terpaksa. Ya, kita diajar untuk optimis tapi kita juga perlu realistis dalam menyatakan janji. Kalau kita bicara kebablasan, kita bisa melenceng loh. Karena itu, awasi mulut kita baik-baik..!
Saudaraku, mengucapkan sesuatu itu perlu dipikirkan dulu, perlu dipertimbangkan matang-matang. Jangan asal ceplas-ceplos. Orang bijak pernah mengatakan, "Jangan membuat janji saat engkau sedang bergembira." Ketika saya baca dan renungkan kalimat itu, saya menyadari bahwa itu benar. Seringkali ketika gembira, kita begitu semangat buat janji yg besar dan manis. Eh,,,, ketika situasi berubah, situasi jadi buruk, janji kan ga boleh berubah. Janji ya tetap janji. Janji ga boleh diingkari. Nah, kita perlu membuat janji di momen yg tepat, yg netral. Ada resiko yg besar ketika kita mengucapkan janji di saat gembira. Bisa jadi kita berjanji cuma karena perasaan sehingga tidak melibatkan pikiran yg jernih. Karena itu, ucapkan dan buatlah janji di momen yg tepat ketika pikiran dan perasaan kita benar-benar matang dan jernih.
Saudaraku, beberapa orang pun pernah bernazar kepada Tuhan. Hal bisa terjadi kalau harapan orang itu terkabulkan. Misal, ketika seseorang yg tidak punya keturunan selama bertahun-tahun kemudian isterinya diberi janin yg subur oleh Tuhan. Orang ini bernazar untuk melayani Tuhan di gereja. Setelah isterinya hamil, pria ini belum juga memberi diri untuk melayani karena alasan sibuk merawat isteri. Saat isterinya sudah melahirkan, pria ini belum juga melayani karena alasan menjaga si jabang bayi. Setelah bertahun-tahun kemudian, pria ini masih belum melayani Tuhan. Dia terus menunda sampai waktu yg tidak dapat ditentukan. Karena nazar yg tidak ditepati ini, orang tersebut bersalah di hadapan Tuhan. Ia bernazar tapi ditunda terus-menerus. Lebih baik dia tidak mengucapkan nazar itu daripada mengucapkan tapi tidak melakukannya. Bukannya ga boleh bernazar, tapi kita harus siap dengan tindakan itu. Jangan ngomong doang, jangan janji doang. Segera lakukan dan penuhi nazar kita!
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Jangan umbar janji manis tanpa memenuhinya.
✓ Buatlah janji di momen yg tepat dengan pikiran dan perasaan yg matang.
✓ Jangan menunda untuk penuhi nazar yg kita nyatakan kepada Tuhan
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin! ❤️😊😇
Kutipan
Jangan bernazar kalau cuma ngomong doang
01-09-2021
RP
Komentar
Posting Komentar