Ubah Marah Jadi Pengampunan
Yesaya 12:1 (TB) Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.
Shalom, Saudaraku.. Betapa besar kasih pengampunan-Mu Tuhan, tak Kau pandang hina hati yg hancur.
Saudaraku, Tuhan itu panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tuhan bisa murka dengan sangat tapi dengan sekejap murka-Nya dapat surut lalu Ia menghibur kita. Kok bisa? Kalau kita mengakui dosa kita dan mau minta pengampunan dari Tuhan. Sungguh banyak dosa yg kita sudah lakukan di hadapan Tuhan, tapi satu pengakuan dosa saja bisa membuat Tuhan iba dan mengampuni kita. Tidak hanya mengampuni, Dia juga mau menghibur dan menolong kita. Sungguh luar biasa! Kasih Tuhan jauh lebih besar dari murka-Nya. Dia sangat baik dan murah hati. Kita perlu merenungkan kebaikan Tuhan ini agar kita pun menjadi pribadi yg suka mengampuni. Mari kita bersyukur karena kemurahan Tuhan. Harusnya kita udah mati dan masuk neraka oleh karena pelanggaran dan dosa kita yg begitu menumpuk namun berkat kemuran Tuhan, kita dibawa keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yg ajaib. Oh haleluya...
Saudaraku, ketika kita dirugikan, dilukai, dibohongi atau dikhianati, kita mungkin pernah marah, kesal atau bahkan simpan dendam. Nah, marahnya ini sampai kapan? Berlarut-larut atau cepet beres? Simpan amarah tuh ga boleh melebihi matahari terbenam loh. Ketika orang lain minta maaf, kita harus bersedia mrmaafkannya. Jangan maunya kita diampuni oleh Tuhan, eh giliran musuh mau minta maaf, kita malah ga mau maapin dia dan terus menyimpan kebencian. Ga boleh loh yaaa.... Kita harus tiru teladan Yesus Krisus. Dia pernah murka tapi Dia tidak dikuasai oleh kemarahan yg negatif. Murka Tuhan itu sudah paling suci. Dia murka dengan alasan yg jelas. Kita nih yg suka ga jelas. Harusnya ga usah marah, eh kita malah marah. Haduh haduh.... Kalau marah, ya harus jelas alasannya. Kayak Ayub boleh tu, dia marah ke isterinya karena menyuruh dia untuk mengutuki Allah. Nah, marahnya kita kadang ga jelas alasannya. Kita gampang banget marah. Ayo ubah ya, mari jadi pribadi yg gampang mengampuni.
Saudaraku, setelah kita berdamai dengan seseorang, kita harus belajar untuk berteman lagi dengan baik. Jangan sampai perdamaian itu hanya jadi formalitas. Kasih itu ga boleh karena sekadar disuruh. Kasih itu harus timbul dari hati yg paling dalam. Ada temen saya yang karena ga disapa oleh adik tingkatnya, dia jadi kesal dan ga mau ngobrol sana adik tingkatnya itu. Dia merasa ga dihargai dan ga dihormati. Saya menyarankan agar temen saya duluan yg sapa adik tingkatnya. Tapi dia ga mau. Akhirnya hubungan mereka dingin sekali, ga mau saling menyapa dan ada rasa marah yg disimpan dalam hati. Saya berharap mereka bisa berdamai.. Saudaraku, kita juga juga boleh baperan ya jadi orang. Maksudnya jangan dikit-dikit merasa sakit hati, merasa tersinggung, merasa ga dihargai. Hati kita ga boleh lemah kayak gitu. Kita perlu jadi pribadi yg suka membawa damai sebab dengan demikian kita akan disebut anak-anak Allah. Jalin lagi hubungan yg baik dan harmonis dengan yg dulunya musuh dan sekarang jadi kawan. Zakheus itu musuh kota loh karena dia pemungut cukai yg suka memeras uang orang. Namun Yesus bawa damai ke rumah Zakheus sehingga ia bertobat dan menjadi teman kota, bukan lagi musuh. Ayo, belajar bawa damai, belajar untuk tidak gampang marah.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Tuhan kita panjang sabar, berlimpah kasih setia dan suka mengampuni
☆ Jadilah pribadi yg suka mengampuni bukan suka marah-marah
☆ Bawalah damai ke mana pun kita berada.
Tuhan Yesus menopang kita. Amin! 😊😇💕
Kutipan
Karena kita sudah diampuni oleh Tuhan, maka marilah kita juga mengampuni musuh kita
13-12-2021
RP
Komentar
Posting Komentar