Harus Apa Adanya

 Wahyu 3:17 (TB)  Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Shalom, Saudaraku... Ku hilang buta bercela, oleh-Nya ku sembuh..

Saudaraku, ayat ini merupakan pernyataan Allah bagi jemaat di Laodikia. Dalam Wahyu 2-3 kita mengetahui bahwa ada pesan Allah untuk 7 jemaat. 7 jemaat ini disebut berdasarkan daerahnya. Dulu hanya ada 1 jenis gereja, yaitu gereja Tuhan. Ga ada denominasi seperti sekarang ini, misal ada namanya GKO, GKI, HKBP, GPdI, GBT, GBI dan lain sebagainya. Dulu semuanya sama rata, gereja Tuhan. Yg membedakan hanyalah daerahnya. Kenapa sekarang bisa begitu banyak denominasi? Apakah karena ada perbedaan atau banyak perbedaan? Apakah yg satu memandang yg lain salah? Saya akui ya, keadaannya saat ini begitu. Ada gereja yg menganggap gereja lain pengajarannya salah atau penekanannya salah atau teologinya salah. Tuhan merindukan semua gereja memelihara kesatuan Roh agar semua denominasi mau tunduk pada kehendak Allah sehingga menjadi sehati dan sepikir. Yg membedakan bukan lagi tentang doktrin melainkan hanya daerah sehingga namanya menjadi gereja Tuhan di Kelapa Gading, gereja Tuhan di Kemayoran, gereja Tuhan di Solo, gereja Tuhan di Medan dan lain sebagainya. Oh sungguh kita merindukan gereja yg satu.

Saudaraku, kembali ke pesan Tuhan bagi jemaat Laodikia. Keadaan jemaat Laodikia ialah gambaran dari keadaan kita saat ini. Ada beberapa di antara kita yang mengaku kaya, mengaku tidak kekurangan apa-apa padahal kita ini miskin, melarat, malang, buta dan telanjang. Sungguh paket komplet. Seringkali pengakuan bibir kita tidak sesuai kenyataan hidup. Kita seringkali menyangkali diri. Kita mengaku baik-baik saja padahal di dalam penuh luka, kemarahan, dendam dan akar pahit. Ini adalah gambaran jemaat Laodikia, ini pun gambaran dari keadaan kita saat ini. Tak seorang pun boleh meninggikan diri di hadapan Tuhan, menyatakan bahwa saya tidak kekurangan suatu apapun. Jadilah pribadi yg rendah hati, yang mengakui segala keterbatasan dan kekurangan diri di hadapan Tuhan. Jadilah utuh dan asli. Tuhan ingin kita datang kepada-Nya apa adanya.

Saudaraku, Tuhan itu peduli sekali dengan yg melarat, miskin, malang, buta dan telanjang. Tuhan sangat amat peduli. Titik pentingnya ialah kita harus akui kondisi kita apa adanya. Jangan sampai kita ngomong baik-baik saja padahal aslinya mah banyak luka. Banyak di antara kita punya masa lalu yg malang tapi belum diselesaikan, belum ada pemberesan sehingga terus menggantung. Kenapa? Karena ada denial, ada penyangkalan. Kita ngomong baik-baik aja padahal udah jelas bahwa sejarah menyatakan kita ini tidak sedang baik-baik saja. Kita ini melarat dan malang sekali kondisinya. Kita perlu pemulihan, kita perlu pelepasan, kita perlu pembebasan. Sadarilah bahwa keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Mari akui itu di hadapan Tuhan. Kalau perlu pelayanan hamba Tuhan atau saudara seiman, mintalah dengan rendah hati. Mereka pasti bersedia menolong kita.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Segala macama denominasi harus memelihara kesatuan Roh agar yg terbentuk hanyalah satu jenis gereja, yaitu gereja Tuhan
☆ Pengakuan bibir kita seringkali tidak selaras dengan kenyataan hidup kita
☆ Kita yg melarat dan malang perlu pemulihan, pelepasan dan pembebasan
Tuhan Yesus memulihkan kita. Amin ❤️🤍🌳

Kutipan
Akui kondisi kita di hadapan Tuhan dengan terbuka dan rendah hati

25-06-2022
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK 🔥🕊️