Ajarku Selalu Rendah Hati

 1 Raja-raja 10:23 (TB)  Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.

Shalom, Saudaraku... Sebuah lagu berkata, "Emas perak dan permata, tiada artinya. Ku ingin lebih dekat bersekutu dengan-Mu, jadikanku hamba setia kepada-Mu."

Saudaraku, raja Salomo adalah raja yang sangat amat diberkati. Dialah yang mendirikan Bait Allah pertama. Dia mengikuti semua arahan dari Allah untuk dapat mendirikan bait-Nya. Saya pun yang membaca kisah ini sungguh takjub dengan kesungguhan Salomo serta semua orang yg dipakai oleh Tuhan untuk mengerjakan hal yang besar ini. Salomo dapat melakukan semuanya itu berkat hikmat yg berasal dari Tuhan. Selama bertahun-tahun Salomo hidup dalam hikmat Tuhan sehingga kekayaan, kemasyhuran dan kejayaan diberikan baginya. Selama kita memiliki hikmat maka kita tidak boleh membuat kekayaan menggantikan posisi hikmat. Hikmat harus tetap lebih utama dari pada kekayaan. Jangan sampai terbalik. Kalau sudah terbalik, hancurlah hidup kita, lenyaplah segalanya. Banyak orang dibutakan dengan kekayaan. Awalnya dia berjalan dalam hikmat tapi setelah kekayaan diperoleh, hatinya mulai berpaut pada kekayaan. Hal ini akan membuat jalan kita licin dan dalam waktu dekat kita akan tergelincir. Karena itu jangan pernah posisikan dan tempatkan kekayaan melebihi hikmat.

Saudaraku, manusia itu ga pernah puas. Saat alami kekurangan, ingin cukup. Eh pas udah cukup ingin punya lebih. Eh udah punya lebih jadi ingin kelimpahan. Eh udah berlimpah malah ingin lebih berlimpah. Apakah keinginan semacam ini juga timbul di hati kita? Jika ya, berhati-hatilah. Salomo sudah beroleu keamanan dan ketentraman di negerinya. Tidak ada musuh yg menyerang Israel selama dia memerintah. Namun dia terus menambah kekuatan dengan membeli kuda dari Mesir. Salomo mulai berpikir bahwa keamanan bisa dijamin oleh kesiapan pasukan berkuda. Salomo mulai melupakan bahwa peperangan itu ada di tangan Tuhan bukan di kesiapan pasukan berkuda. Dalam hukum Taurat pun ada peringatan untuk tidak membeli kuda dari Mesir namun hal ini dilanggar oleh Salomo. Perhatikan, ketika kita ingin, ingin dan ingin lagi, maka kecerobohan sangat berpotensi terjadi. Fokus kita mulai mengarah pada kekuatan yang kita bangun bukan pada kekuatan yang ada di dalam Allah. Hal ini akan membuat kita jadi orang yg tidak pernah puas dan selalu ingin lagi dan lagi. Alkitab ajarkan supaya kita memiliki kepuasan di dalam Tuhan saja lalu mengucap syukur dalam segala hal. Tuhan tidak mau kita terus menambah kekuatan diri lalu mulai mengabaikan kekuatan yang sudah Tuhan sediakan. Hal-hal sepele inilah yg kelak membuat Salomo jatuh dalam dosa yg begitu besar bahkan membuat kerajaan Israel pecah menjadi dua.

Saudaraku, Salomo pun punya banyak isteri dan gundik. Salah satu alasannya ialah untuk menjaga hubungan dengan bangsa lain sehingga tidak timbul peperangan. Salomo kawih dengan putri Firaun karena ia ingin bersahabat dengan bangsa Mesir. Salomo pun mengawini orang Moab, Amon dan Edom supaya menjalin persahabatan dengan bangsa itu sehingga tidak ada permusuhan di antara bangsa Israel dan bangsa-bangsa lainnya. Apakah ini cara yg dikehendaki oleh Allah? Jelas tidak. Allah justru berfirman supaya jangan bergaul dengan bangsa-bangsa itu. Bergaul aja udah ga boleh apalagi kawin. Dulu Salomo sangat bergantung pada hikmat Allah tapi seiring posisinya yang terus naik dan makin tinggi, Salomo mulai mengandalkan pemikirannya sendiri dan meninggalkan hikmat Allah. Ketahuilah bahwa hikmat yg kita peroleh di zaman dulu tidak bersifat permanen. Hikmat Allah yg kita peroleh di waktu yg lampau bisa hilang kalau kita tinggalkan. Hanya orang rendah hati yg bisa terus hidup dalam hikmat Allah. Kalau kita mulai sombong, kita pasti menggunakan hikmat sendiri atau orang lain tapi kalau kita rendah hati maka hikmat Allah menetap dalam diri kita. Karena itu, ketika kekayaan kita bertambah, posisi kita makin tinggi, popularitas kita makin menanjak, tetaplah bungkukan badan kita dan tekuklah lutut kita saat berdoa. Teruslah hadir dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan. Jangan pernah sombong sebab kejatuhan akan segera menimpa mereka. Hanya orang rendah hati yg akan Tuhan jaga di tempat tinggi.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Jangan pernah posisikan kekayaan lebih utama dari pada hikmat
☆ Keinginan untuk mendapatkan lagi dan lagi akan membuat tidak lagi fokus pada Allah yg sudah menyediakan segalanya
☆ Hanya orang rendah hati yang akan tetap hidup dalam hikmat Allah
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin 💫☀️😃

Kutipan
Kerendahan hati akan terus memelihara kita untuk hidup dalam hikmat Allah

20-11-2022

RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK 🔥🕊️