Membenci Hidup

 Ayub 7:16 (VMD)  Aku membenci hidupku — aku menyerah. Aku tidak ingin hidup selamanya. Tinggalkanlah aku sendirian! Hidupku tidak berarti!.

Shalom, Saudaraku... Sebuah lagu berkata, "Ujilah aku Tuhan, cobalah aku Tuhan, seldiki batinku dan hatiku, mataku tertuju pada-Mu."

Saudaraku, Ayub mengalami penderitaan yang sangat amat menyakitkan. Relasinya dengan anak-anak harus berakhir karena mereka semua meninggal, harta bendanya ludes semua, kesehatannya makin buruk dan parah banget juga isterinya malah menyuruh Ayub untuk mengutuki Allahnya. Ini penderitaan yang sangat sakit. Di titik terendah dalam hidupnya, di titik penderitaan yg sangat dalam ini, timbul suatu pernyataan  dari Ayub bahwa ia membenci hidupnya. Banyak orang juga mengatakan ini pada dirinya karena suatu pergumulan berat yg mereka alami. Ada yang karena faktor kesehatan, ada yang karena faktor ekonomi, ada yg karena hubungan asmara dan lain sebagainya. Manusia jadi membenci hidup karena keadaan. Apakah ini wajar? Apakah ini diperbolehkan? Tidak ada satu pun perintah Allah yang menyatakan agar kita membenci hidup sendiri. Justru Tuhan ingin agar kita mengasihi diri kita dengan baik sebagaimana Allah mengasihi kita. Kalau Allah membenci kita, silahkan Saudara membenci dirimu sendiri. Tapi nyatanya Allah ga pernah benci sama kita. Meski kita berdosa, jadi beban, dianggap ga berguna sama orang lain, Tuhan tetap mengasihi kita apa adanya. Luar biasa... Jadi, apapun persoalan hidup yg kita alami dan hadapi, jangan pernah membenci hidup ini. Ingat, Tuhan begitu mengasihi hidup kita, maka sikap itu juga yg harus kita nyatakan.

Saudaraku, di sisi lain kita bisa melihat kejujuran Alkitab. Ayub adalah tokoh yang hidupnya saleh dan jujur. Dia orang benar. Namun orang saleh pun dapat melontarkan keluhan, kemarahan dan kekesalan. Ga semua orang benar bisa menerima kenyataan hidup dengan ikhlas. Logikanya orang benar itu ya harusnya diberkati, diberi kelimpahan dan hidupnya dipenuhi sukacita. Kalau orang saleh malah alami kesengsaraan apalagi kehilangan begitu banyak hal dalam sekejap, ya itu aneh, ga masuk logika manusia. Alkitab begitu jujur. Dia kasih tau bahwa orang benar pun bisa mengeluh, bisa protes sama kedaulatan Tuhan. Apakah kita juga alami hal yg sama..? Yes, kita seringkali juga bertanya-tanya kepada Tuhan, mengapa ini terjadi, mengapa itu terjadi. Kita merasa sudah hidup benar dan baik, eh tapi malah kesusahan hidup makin bertambah banyak. Harapan awal ingin diberkati lebih setelah ikut Tuhan, nyatanya malah menderita. Nah, penderitaan itu berguna untuk melihat kemurnian iman kita. Masa-masa kejayaan dan kesejahteraan tidak bisa menjamin seseorang punya iman sejati tetapi kesengsaraan dan penderitaan berat akan menguji kemurnian iman seseorang. Kalau kita ikut Tuhan biar makin diberkati secara materi, maka kita akan kecewa kalau sewaktu-waktu semua kepunyaan kita raib dalam sekejap. Makanya kita perlu iman yg murni dalam mengikut Tuhan.

Saudaraku, Tuhan izinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita bukan tanpa alasan dan tujuan. Saya yakin, Tuhan pasti ingin agar kita makin bertumbuh meski jalannya sakit, prosesnya ga enak. Kayak obat, kalau kita mengecapnya, menikmati rasanya, ya ga bakalan enak. Tugas kita cuma telen itu obat dan biarkan obat itu berkhasiat dalam tubuh kita lalu mengobati setiap penyakit dan kelemahan tubuh yg kita miliki. Sama halnya dengan hidup ini, segala penderitaan itu harus kita terima, telen aja gpp dan biarkan itu membentuk konsep kita yg benar tentang Allah, membuat kita hormat akan kedaulatan Tuhan dan percaya bahwa segala sesuatu yg terjadi dalam hidup kita khususnya yang berkaitan dengan kesengsaraan, semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan buat kita sehingga kita makin serupa dengan Kristus. Ngapain juga Tuhan ngerjain kita.? iseng banget dah, kayak yang ga ada kerjaan aja. Saya punya keyakinan bahwa Allah itu mengasihi kita. Dia mau mati di kayu salib untk menebus kita dari dosa. Kebenaran ini harus membentuk keyakinan bahwa Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan saat izinkan penderitaan hidup harus kita alami. Ingat, Dia pun menderita amat sangat, tapi tidak menyalahkan Bapa atas segala hal yg Ia alami. Sebaliknya Ia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Bapa mengasihi Dia meskipun Anak harus alami kesengsaraan. Saya yakin, Tuhan Yesus pun mengasihi Saudara sekalipun engkau harus alami penderitaan.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Kalau Tuhan membenci hidup anda, silahkan Anda benci hidup anda sendiri.
☆ Penderitaan dan kesengsaraan akan menguji kemurnian iman kita.
☆ Tuhan Yesus mengasihi kita meski kita harus alami banyak penderitaan
Tuhan Yesus menopang kita. Amin 🫢🐣✨

Kutipan
Aku tidak mau membenci hidupku sebab Allahku mengasihi aku

19-12-2022
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️