BERJUMPA ALLAH KOK JADI PINCANG?
(Kej 32:30) Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" (Kej 32:31) Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
Shalom Saudaraku, apa kabarnya hari ini? Kiranya kita semua baik-baik saja, penuh sukacita dan melimpah dengan syukur..
Saudaraku, ayat ini sungguh menarik dan bagus sekali untuk dibahas. Saat itu dia bergulat dengan Allah sampai fajar menyingsing. Lalu dia menyadari bahwa ia telah melihat Allah dan berhadapa muka dengan Dia. Perhatikan, Yakub mengalami perjumpaan dengan ALLAH, tapi apa yang dia dapat? Dia malah pincang karena Allah pukul pangkal pahanya. Banyak orang ingin alami perjumpaan dengan Allah supaya sembuh fisiknya tapi kita baca saat ini bahwa ketika Yakub alami perjumpaan dengan TUHAN, yang dia dapat bukan kesembuhan melainkan kepincangan. Menarik ya, banyak orang pincang berdoa kepada TUHAN supaya sembuh tapi orang sehat seperti Yakub malah dibuat pincang oleh TUHAN. Apa maksud TUHAN melakukan hal ini? Tidak lain dan tidak bukan, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Allah mau supaya Yakub tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, kehebatan dan kemampuannya tapi hanya mengadalkan TUHAN. Kalau kita mau sungguh-sungguh mengandalkan TUHAN, kita harus rela kehilangan yang terbaik dan terkuat dari dalam diri kita. Kalau selama ini kita andalkan kekayaan, maka TUHAN akan ambil kekayaan itu supaya kita mengandalkan TUHAN saja dan bukan kekayaan. Kalau saat ini kita mengandalkan kepintaran otak, maka TUHAN akan ambil kepintaran otak itu supaya kita sungguh-sungguh mengandalkan TUHAN saja. Ingat, Musa itu dididik di istana Firaun yang penuh dengan filsafat, pengetahuan dan budaya tinggi tapi TUHAN ga butuh kepintaran duniawi macam itu. Musa tinggalkan istana itu dan 40 tahun kemudian dia dipakai TUHAN untuk bawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir tanpa memerlukan kepintaran otaknya yang ia peroleh dari Mesir.
Saudaraku, banyak orang datang kepada TUHAN karena lagi sakit, lagi mengidap penyakit, lagi alami pergumulan fisik. Saya sangat tertegur dengan kisah ini. Saya kira TUHAN ketika saya berjumpa dengan TUHAN, yang saya dapat hanyalah kesembuhan tapi dalam kisah ini, saya justru melihat Yakub yang pangkal pahanya terpelecok sehingga dia harus berjalan pincang seumur hidupnya. Itu kecacatan permanen bukan sementara. Kenapa TUHAN tega? Kenapa TUHAN lakukan itu? Belum lagi Yakub itu sebenernya harus dalam kondisi fit, harus bisa berlari kencang, siapa tau dia dikejar dan dihajar oleh Esau. Tapi kondisi fisik Yakub saat itu malah turun ketika ketemu dengan ALLAH. Saat kita tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan fisik, maka andalkanlah TUHAN. Selalu ada ruang untuk berharap. TUHAN selalu buka jalan supaya kita bisa hubungi Dia dan beroleh jalan keluar. Coba renungkan, kalau kita dalam kondisi sehat, lalu kita berjumpa dengan TUHAN, abis itu kita malah sakit, kita malah cacat, apakah kita mau bersyukur pada TUHAN atau marah sama TUHAN? Coba renungkan… Orang Kristen sejati akan bersyukur ketika pangkal pahanya dipukul oleh TUHAN, orang Kristen sejati akan berterima kasih untuk kondisi pincang yang ia alami. Kenapa..? Karena kita ga punya jalan lain selain mengandalkan TUHAN.
Saudaraku, sesuatu yang kita anggap sebagai kepincangan, sebagai kecacatan dan suatu hal yang kita nilaio jelek harus dipandang dengan sudut pandang kebenaran. Ga melulu cacat itu buruk. Engga.. Buktinya setelah Yakub alami kepincangan, hidupnya makin diberkati oleh TUHAN, dia alami perdamaian dengan Esau, dia bisa pulang kampung bahkan kelak Yakub bisa memberkati Firaun. Perjalanan masih panjang. Jangan pikir saat kita pincang hari ini maka masa depan kita buruk dan suram. Enggak..! Ga gitu konsepnya… Kita harus tahu bahwa kelak TUHAN akan tolong, bantu dan angkat kita lebih tinggi demi kemuliaan-Nya. Saya mau ambil contoh ya.. Misal kita sudah mengendarai motor dengan hati-hati, udah doa sebelum berkendara, kita uda pakai helm, kita udah atur kecepatan dengan normal tapi ada mobil menghantam motor kita dari arah berlawanan, kecelakaan terjadi dan kita alami luka berat sampai membuat kecacatan di bagian kaki. Perenungannya, kita mau salahkan TUHAN atau mau bersyukur kepada TUHAN? Di area inilah kita akan diuji untuk mengucap syukur dalam segala hal. Mudah banget bersyukur untuk hal-hal yang menyenangkan tapi siapa mau bersyukur atas kecelakaan, kesakitan, kecacatan dan kemalangan? Hanya orang-orang Kristen sejati yang akan mengucap syukur dalam segala hal. Yang terpenting bukan kondisi fisik kita melainkan kondisi rohani kita yang selalu dilingkupi ucapan syukur sehingga menuntun kita pada pertumbuhan iman yang kian hari kian meningkat.
Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan kita mau menerapkan 3 hal, yaitu…
1. Saya tidak mau mengandalkan kekuatan, kepintaran dan kekayaan saya sendiri tapi saya hanya mau mengandalkan TUHAN.
2. Saya mau bersyukur ketika TUHAN pukul pangkal paha saya, ketika TUHAN izinkan saya alami kepincangan sebab itu cara TUHAN untuk membuat saya mengandalkan TUHAN sepenuhnya.
3. Saya mau bersyukur atas kecacatan, kecelakaan dan kesakitan yang saya alami. Yang penting saya alami pertumbuhan iman karena saya mau mengucap syukur dalam segala hal.
Tuhan Yesus menuntun kita. Amin…
Kutipan
Saya mau bersyukur untuk kecacatan yang saya alami sebab itu adalah ruang bagi saya untuk sepenuhnya mau mengandalkan TUHAN saja
02-10-2023
RP
Komentar
Posting Komentar