BERLARI, MENDEKAP, MEMELUK, MENCIUM DAN MENANGIS
(Kej 33:3) Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. (Kej 33:4) Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
Shalom, Saudaraku… Sebuah lirik lagu berkata, “Ampuni bila kami tak mampu mengampuni yang bersalah kepada kami, seperti kasih Bapa mengampuni, mengasihi tiada pamrih.”
Saudaraku, tibalah saatnya Yakub bertemu dengan Esau. Ingat, Esau bawa 400 orang. Itu adalah pasukan yang besar sekali. Hal itu pula yang membuat Yakub gentar. Namun ketakutan Yakub tidak membuatnya mundur tetapi membuat dia menyerahkan segala kekuatirannya kepada TUHAN, membuat dia mengklaim janji keturunan yang besar, membuat dia berjalan dalam penyertaan TUHAN. Dalam kondisi pincang akibat pangkal paha yang terpelecok, Yakub sanggup menghadapi Esau. Ini luar biasa banget… Apa yang Yakub lakukan setelah memandang Esau? Dia sujud sampai ke tanah tujuh kali. Maksudnya tujuh kali ialah dia berjalan menyusur tanah sampai tujuh kali sambil mendekati abangnya. Sungguh ini mencerminkan kerendahan hati, menunjukkan bahwa saya adalah orang yang hina, yang tidak berguna dan hanya orang yang rendah. Allah sungguh telah membentuk hati yang matang dalam diri Yakub. Siapa yang sudi sujud 7 kali, menyusur tanah mendekati orang yang sudah kita tipu dahulu? Siapa yang mau merendahkan hati di hadapan musuhnya? Kalau kita mau alami pemulihan, mau alami rekonsiliasi hubungan, maka kita harus bersedia memiliki kerendahan hati. Sikap kerendahan hati harus tercermin dari gerak tubuh kita, dari sikap tubuh kita. Jangan sampai kita ngaku rendah hati tapi sikap tubuh kita sombong dan songong. Tentu itu akan mencemari pengakuan bahwa kita itu rendah hati. Jadilah orang yang rendah hati dan buktikan itu dengan sikap tubuh yang sujud.
Saudaraku, kerendahan hati Yakub sungguh penting sebab itulah yang memicu belas kasihan dari musuhnya, yaitu Esau. Apa yang dilakukan Esau? Dia berlari mendapatkan Yakub lalu mendekap dia dan memeluk lehernya. Sungguh suasana yang penuh haru. Permusuhan yang sudah terjadi begitu lama, yang statusnya tidak jelas selama lebih dari 20 tahun, kini keduanya dipertemukan bukan dengan rasa benci dan dendam tapi dengan kerendahan hati dan kasih sayang. Orang yang memutuskan untuk terus bermusuhan tidak akan sudi memeluk musuhnya. Tindakan Esau yang berlari untuk mendekap Yakub adalah tindakan nyata bahwa Esau tidak lagi diliputi dendam. Esau tersentuh dengan kerendahan hati saudara kembarnya. Esau tak kuasa untuk membalas kerendahan hatinya dengan kasih sayang. Bukan hanya memeluk Yakub, Esau mencium adiknya dan mereka bertangis-tangisan di situ. Ini menggambarkan keharuan yang besar, yang penuh hadirat ALLAH, yang penuh kasih sayang. Memeluk saja sudah menyatakan kasih sayang, apalagi ditambah dengan ciuman. Esau benar-benar menyatakan pengampunan bagi Yakub. Demikian juga Yakub ingin mengungkapkan penyesalannya. Dalam menciptakan perdamaian, keduanya harus dibalut rasa kasih sayang, cinta kasih dan pengampunan. Air mata yang menetes deras di pipi Esau dan Yakub menyatakan perasaan dari lubuk hati yang paling dalam bahwa mereka sudah saling mengampuni, saling mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk saling mengasihi.
Saudaraku, siapa musuh kita saat ini..? Sudah berapa lama kita bermusuhan..? Apakah permusuhan itu menjadi ganjalan dalam hati kita selama ini…? Jika engkau mengalami kegelisahan akibat hubungan yang tidak beres itu, maka jangan keraskan hatimu untuk alami rekonsiliasi dengan musuh Anda. Segera berdamai dengan dia dan minta TUHAN sentuh hati kita. Miliki kerendahan hati, sadar bahwa saya ini orang berdosa, bahwa say aini hina karena saya sudah menyimpan kebencian terhadap musuh saya. Nyatakan penyesalan ini kepada TUHAN. Maka TUHAN akan menuntun kita untuk datang menghampiri musuh kita. Jangan tunggu musuh kita yang datang ke tempat kita. Ingat, yang hatinya disentuh TUHAN, dialah yang harus jadi inisiator. Anda yang harus datang ke rumahnya. Ga peduli siapa yang bikin salah paling banyak, datanglah dengan inisiatif, datanglah dengan kerendahan hati. Jangan mencela musuh Anda dengan menganggap dia lebih banyak dosa dari Anda. Jangan lakukan itu. Datanglah dengan sikap tubuh yang menyatakan penyesalan. Anda mau sujud kepadanya, itu lebih baik, itu menyatakan bahwa anda sungguh-sungguh punya kerendahan hati. Percayalah, kerendahan hati Anda sanggup menyetuh hati musuh Anda sehingga ia akan memeluk anda, mendekap anda, mencium dan menangis haru karena rekonsiliasi sedang terjadi. Saya rindu banyak di antara kita alami momen yang indah ini. Kuncinya, TUHAN menyentuh hati Anda dan Anda miliki kerendahan hati.
Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar banyak hal dan ada 3 hal yang mau kita terapkan, yaitu
1. Saya mau memiliki kerendahan hati yang tulus dan membuktikannya melalui sikap tubuh penuh penyesalan
2. Saya mau menyatakan kasih sayang kepada musuh yang selama ini saya benci. Saya mau nyatakan itu dengan berlari mendapatkannya, mendekap, memeluk, mencium dan menangis haru dengannya.
3. Saya mau datang kepada musuh saya dan mengadakan rekonsiliasi dengannya karena saya sadar bahwa TUHAN sudah sentuh hati saya dan saya bersedia menjadi inisiator.
Tuhan Yesus menopang kita selalu. Amin…
Kutipan
Kerendahan hati yang dibuktikan dengan sikap tubuh yang menyesal akan menyentuh hati musuh kita, akan memicu terjadinya rekonsiliasi
03-10-2023
RP
Komentar
Posting Komentar