CERDIK TAPI JAHAT

(Kej 34:25) Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki. (Kej 34:26) Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi.


Shalom Saudaraku, apa kabarnya hari ini? Kiranya kita senantiasa diliputi sukacita.. 


Saudaraku, kita tahu bahwa Simeon dan Lewi membalas itikad baik Sikhem dengan tipu muslihat. Keduanya minta agar Sikhem dan semua penduduk bangsa itu disunat. Pada hari ketiga, saat semua sedang kesakitan, Simeon dan Lewi menyerang kota itu dan membunuh banyak orang. Ngeri sekali.. Perhatikan, orang-orang dunia ini cerdik seperti ular tapi hatinya tidak tulus seperti merpati. Otak dan hatinya seperti ular. Ide kreatif yang motivasinya jahat sangatlah berbahaya. Kita tahu bahwa teroris itu jahat, tapi di sisi lain mereka itu pintar dan kreatif. Dari mana uang mereka? Dari mana dananya? Dari mana bomnya? Bukankah semua bisa tersedia karena kecerdikan mereka? Inilah yang terjadi kalau seseorang cerdik tapi jahat, yaitu banyak orang hancur, mati dan terbunuh. Jangan pernah jadi orang cerdik yang jahat. Kalau orang jahatnya bodoh, kita bisa sedikit lebih bersyukur karena dampaknya mungkin tidak terlalu signifikan tapi kalau orang pintar hatinya jahat, maka dampak negatifnya bisa masif dan besar dan lebih berbahaya. 


Saudaraku, Simeon dan Lewi sayang sama adiknya Dina. Mereka peduli sama adik perempuan satu-satunya. Mereka mau bela adiknya. Tapi pembelaan ini malah berujung pada hal yang sadis dan kejam. Kalau kita mau membela seseorang khususnya keluarga sendiri, maka jangan bela dengan kekerasan dan kepahitan. Jangan salahgunakan arti dari solidaritas dengan melakukan kekerasan. Aksi solidaritas tidak boleh berlandaskan kekerasan dan pembunuhan. Solidaritas itu justru mau menenangkan dan menghibur yang tertindas serta membawa damai bagi kedua belah pihak yang berselisih. Itulah solidaritas.. Tidak ada aksi solidaritas yang sifatnya negatif. Kalau kita mau bela keluarga kita, pakailah cara yang baik, benar dan adil. Jangan licik, jangan melukai orang lain, jangan membunuh. Kita tahu bahwa kelompok penggemar bola di Indonesia ada yang fanatic. Ketika seorang pendukung Persib Bandung nonton di Gelora Bung Karno Jakarta, ada beberapa oknum pendukung Persija Jakarta yang menghajar, melukai sampai membunuh pendukung Persib Bandung. Mereka anggap itu sebagai aksi solidaritas terhadap tim kebanggaannya, padahal itu mencemari dan mencoreng makna dari solidaritas. Jangan pernah bodoh….


Saudaraku, selain membunuh semua laki-laki di kota itu, Simeon dan Lewi juga menjarah harta benda mereka. Kambing, domba, lembu, keledai, semuanya digondol dan dijarah. Bahkan perempuan dan anak-anak ditawan. Sungguh pembalasan yang jahat sekali. 1 orang yang diperkosa dibalas dengan membunuh, menjarah dan menawan penduduk di 1 kota. Ngeri dan sadis sekali… Mereka ambil kesempatan lebih dengan menjarah. Perhatikan, 1 dosa akan merembet pada dosa lainnya. 1 dosa kecil bisa menggumpal dan menjadi 1 pegunungan dosa. Begitu miris sekali. Awalnya cuma tersakiti, benci, marah, menipu, memperdaya, membunuh, menjarah lalu menawan. Liat rentetannya? Semua diawali dari hal sepele. Kalau dosa sepele ga dibereskan maka akan merembet pada dosa-dosa yang makin parah dan jahat. Karena itu segera selesaikan 1 dosa yang mengintai hidupmu. Minta ampun dosa, jangan betah tinggal di area dosa. Segera tinggalkan, selesaikan, dan tuntaskan. Minta TUHAN benahi hati kita, pulihkan hati kita dan membaharui kita.


Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan kita mau menerapkan 3 hal, yaitu..

1. Saya tidak mau cerdik tapi jahat

2. Saya tidak mau mencemari makna dari solidaritas dengan kekerasan dan pembunuhan

3. Saya tidak mau membiarkan 1 dosa kecil tinggal dalam diri saya sebab kalau saya biarkan itu akan merembet menjadi dosa-dosa yang semakin parah.

Tuhan Yesus menopang kita.


Kutipan

Kecerdikan tapi diselimuti hati yang jahat akan menimbulkan malapetaka.


07-10-2023 

RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan