JANGAN MATRE…!

(Kej 33:9) Tetapi kata Esau: "Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu." (Kej 33:10) Tetapi kata Yakub: "Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku.


Shalom, Saudaraku…. Apa kabarnya hari ini? Kiranya kita selalu dilingkupi oleh kasih Kristus.. 


Saudaraku, waktu menghadap Esau, Yakub tidak datang dengan tangan hampa. Dia bawa begitu banyak persembahan untuk diberikan kepada Esau. Ia pernah berpikir bahwa dengan persembahan yang diberikan dengan hati tulus dan jumlah yang begitu banyak, itu dapat menyentuh hati Esau sehingga ia tidak marah dan membalaskan dendamnya terhadap Yakub. Perhatikan, Yakub bukan tipikal orang yang pelit. Dia mau memberi, mau rela menyerahkan sesuatu yang berharga bagi orang lain bahkan kepada mantan musuhnya, yaitu abangnya sendiri. Sekalipun dahulu Esau penuh dendam dan marah terhadap Yakub, tapi Yakub tidak mau membalas marah dengan marah tapi mau membalas marah dengan persembahan. Ini yang harus kita lakukan. Selain menyatakan ketulusan hati dan sikap tubuh yang rendah hati, kita pun bisa membawa persembahan kepada musuh kita sehingga kita bisa berdamai dengan lebih tenteram. Banyak orang ingin maafan tapi ga bawa apa-apa, ga bawa persembahan apapun padahal cara ini dapat dilakukan dan penting dilakukan. Dengan memberi suatu persembahan atau hadiah atau oleh-oleh, kita menyatakan bahwa kita ini rela berkorban, kita ingin bayar harga, kita ingin sungguh-sungguh berdamai.


Saudaraku, ketika Yakub memberikan begitu banyak persembahan, apa respons Esau? Dia mengatakan bahwa dia sudah punya banyak, biarlah persembahan yang dibawa Yakub kembali lagi kepadanya. Perhatikan, Esau pun orang baik, dia ga matre, dia ga aji mumpung. Banyak orang berharap dapat hadiah apalagi kalau hadiahnya mahal. Mereka ngarep setengah mati. Kalau ga dapet hadiah, mereka akan kecewa. Mereka berharap untuk sesuatu yang tidak jelas. Hadiah atau pemberian itu kan ga bisa kita pastikan. Itu bisa datang kapan saja dan dari siapa saja. Tapi kalau kita ga dapet satu pun hadiah, ya jangan marah. Esau bukan orang yang matre. Kalau orang matre, dia sadar bahwa dia sudah punya banyak tapi dia masih ingin dapat lagi dan lagi. Dia haus akan kekayaan dan harta. Meskipun sudah banyak, dia ingin lebih banyak. Ketika dia suda punya lebih banyak, dia ingin lebih lagi. Ga ada puasnya. Esau pun ga aji mumpung. Dia ga mikir, “wah kapan lagi ni dapet hadiah dan persembahan sebanyak ini, mending gua sikat aja dah, mending gua tampung ni hadiah.” Enggakkk, dia ga ngomong gitu. Dia menolak pemberian Yakub pun bukan karena dia jual mahal tapi ini menandakan bahwa hatinya benar-benar tulus ingin berdamai dengan Yakub. Tanpa hadiah sedikit pun, Esau mau alami rekonsiliasi dengan adiknya. Wouw, sungguh luar biasa…


Saudaraku, dalam memberi sesuatu memang suka terjadi tolak-menolak. Saat si A memberi, si B menolak, terus si A terus membujuk agar si B menerimanya, akhirnya si B pun menerimanya. Ini terjadi kalau si B bukan orang  yang matre, tapi orang yang jujur, murni dan tulus dalam memberi. Meski pemberian Yakub ditolak di awal tapi Yakub tidak berhenti di situ. Dia terus membujuk Esau untuk menerimanya. Kalau orang yang tidak rela memberi dan Cuma ngasih dengan basa-basi, dia akan senang ketika pemberiannya ditolak. Dia senang karena hadiahnya bisa diambil untuk dirinya sendiri. Ketika Yakub membujuk Esau untuk menerima hadiah, kita tahu bahwa Yakub bukan tipe orang yang ngasih sesuatu dengan basa-basi doang; dia bukan tipe orang yang hatinya licik. Yakub jujur, tulus dan murni ketika ia memberi. Dia ingin agar yang menerima hadiah itu mau benar-benar menerimanya. Dia berharap agar tidak ada penolakan. Pemberian itu bisa membekas dalam hait yang menerima loh. Saya sampai hari ini masih ingat Bu Rochani, guru Bahasa Inggris saya memberikan saya coklat yang sangat enak ketika saya mendapat nilai ujian tertinggi di kelas 10. Pemberian itu  memicu saya untuk suka memberi coklat kepada murid-murid saya yang mendapat nilai bagus ketika ujian. Jadi memberi hadiah itu penting sebab itu bisa menjadi memori indah dan manis dalam hidup kita bahkan bisa memicu kita untuk jadi orang yang murah hati dan suka memberi.

Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar banyak hal dan hendak melakukan 3 hal, yaitu…

1. Saya mau membawa persembahan, hadiah atau oleh-oleh ketika hendak berdamai dan bermaafan dengan musuh.

2. Saya tidak mau jadi orang yang matre dan aji mumpung. Saya mau berdamai dengan orang lain tanpa iming-iming hadiah.

3. Saya mau orang menerima hadiah yang saya berikan sehingga dapat memicu orang tersebut untuk menyatakan kasih yang serupa kepada orang lain.

Tuhan Yesus menopang kita. Amin..


Kutipan

Jadilah orang yang suka memberi dan murah hati. Jangan matre dan jangan aji mumpung.


04-10-2023

RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan