KUBURKAN BERHALAMU

(Kej 35:4) Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. (Kej 35:5) Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.


Shalom, Saudaraku… Sebuah lirik lagu berkata begini, “Aku berserah, aku berserah, pada Yesus Juruselamat aku berserah.”


Saudaraku, ketika Yakub ingin pergi ke Betel, dia menyerukan supaya seluruh anggota keluarganya menyerahkan semua dewa asing, berhala dan jimat yang mereka miliki. Tidak ada yang berontak, tidak ada yang melawan. Semua tunduk, semua ikut apa yang Yakub katakan. Mereka semua serahkan dewa asing yang dipunyai dan anting-anting pun diberikan kepada Yakub. Saya yakin, berhala, patung dan perhiasan mereka punya harga yang mahal tapi mereka rela bayar harga untuk menyatakan ketaatan dan kesungguhannya di dalam TUHAN. Setiap perintah dan seruan yang benar haruslah kita dengarkan dan lakukan. Jangan punya mental penolakan, belum apa-apa sudah menolak, belum apa-apa sudah menentang. Pantang bagi kita untuk menolak melakukan yang baik sebab jika kita tahu itu baik tapi kita tidak melakukannya maka kita berdosa. Kita harus dengar-dengaran terhadap apa yang baik, lalu miliki tekad untuk melakukannya sehingga kita beroleh kekuatan untuk melakukannya. Banyak dari kita bisa menilai mana yang baik dan benar tapi ga punya niat untuk melakukannya. Ini miris sekali. Ini cuma sebatas pengetahuan. Ketahuilah bahwa pengetahuan tanpa eksekusi adalah mati dan kosong.


Saudaraku, untuk masuk ke rumah Allah, kita pun harus rela menyerahkan apa yang kita anggap berharga tapi nyatanya mencelakakan. Pekerjaan itu bisa mencelakakan loh. Handphone juga bisa. Hobi dan uang pun bisa mencelakakan. Tapi kita perlu garis bawahi satu poin, yaitu bukan pekerjaan, handphone, hobi atau uang yang jahat tapi kitalah yang salah dalam mengelola itu semua. Ingat, jangan salahkan handphone, jangan salahkan uang tapi salahkan diri Anda sendiri. Kita harus menyerahkan segala sesuatu di bawah kaki TUHAN. Dialah yang empunya segalanya, Dialah pemilik semuanya. Kalau saat ini pekerjaan menggeser TUHAN di prioritas pertama, mari lakukan komitmen kembali, katakan pada TUHAN begini, “TUHAN, aku serahkan pekerjaanku kepada-Mu. Aku tidak mau dibutakan oleh tugas kerja yang menumpuk ini, ya TUHAN. Aku mau kerja untuk TUHAN sehingga aku tidak akan pernah mau meninggalkan baca firman, doa serta pujian penyembahan. Aku serahkan hidupku kepada-Mu. Amin.” Saudaraku, saat kita ungkapkan hal tersebut dalam doa kita, maka kita dituntun untuk tidak menjadikan pekerjaan sebagai berhala dalam hidup kita. Banyak sekali kesibukan kita sehari-hari, adakah TUHAN bertakhta di tengah-tengah itu semua? Mari kita serahkan itu semua. Pekerjaanmu bisa jadi dewa asing, hobimu bisa jadi jimat, HPmu bisa jadi anting-anting yang berbahaya. Serahkan semua kepada TUHAN dan murnikan lagi hidup kita.


Saudaraku, setelah seisi keluarga menyerahkan semua dewa asing dan anting-antingnya, Yakub menanam itu, menguburnya dalam-dalam. Mengubur itu identik dengan kematian. Yes, segala berhala, jimat dan patung sembahan harus dikubur dalam-dalam. Segala keegoisan, kemarahan dan kecanduan harus dikubur juga dalem-dalem. Jangan pernah digali lagi, biarkan itu usang dan lenyap. Hanya orang bodoh yang menggali kembali kuburan orang meninggal hanya untuk tujuan melihat apa yang terjadi di dalam kubur. Itu tindakan bodoh binti kebodohan. Demikian juga, kita tidak boleh menggali kembali kebiasaan buruk dan kehidupan lama yang sudah kita kubur. Biarkan itu jauh dari hidup kita. Perhatikan, ketika Yakub dan keluarganya mengubur segala berhala dan mereka berangkat ke rumah ALLAH, maka kedahsyatan dari ALLAH meliputi keluarga Yakub. Dahsyat sekali. Mukjizat terjadi ketika kita totalitas berserah kepada ALLAH. Kedahsyatan akan dinyatakan ketika kita mengandalkan TUHAN. Ketika kita bayar harga, rela kehilangan harta dan perhiasan demi masuk ke rumah TUHAN, maka kita akan menyaksikan kemegahan dan kemuliaan TUHAN. Itulah yang terjadi dalam keluarga Yakub. Mereka sungguh merasakan kedahsyatan TUHAN selepas mereka menyerahkan hidup kepada ALLAH. Jadi kalau mau alami kedahsyatan ALLAH, jangan cuma kita berkata “Aku mau berserah kepada TUHAN.” Kita harus lanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu membuang segala berhala dalam hati kita. 

Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan kita mau menerapkan 3 hal, yaitu

1. Saya mau dengar-dengaran terhadap perintah dan seruan yang baik dan benar

2. Saya mau serahkan pekerjaan, hobi, harta dan segalanya kepada TUHAN. Saya tidak mau menyimpan 1 berhala pun dalam hidup saya.

3. Saya mau kubur segala dosa, berhala, kecemaran dan kehidupan yang lama sehingga saya dapat menyaksikan kedahsyatan darir TUHAN.

Tuhan Yesus menopang kita. Amin


Serahkan segala keburukan, kebusukan, kecemaran dan kejahatan kita agar dikubur oleh TUHAN. Jangan pernah gali lagi kuburan tersebut…!!


11-10-2023

RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!