PENTINGNYA MANAJEMEN RESIKO

(Kej 41:36) Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."


Shalom, Saudaraku… Apa kabarnya hari ini..? Kiranya kita senantiasa diliputi sukacita sorga..


Saudaraku, resiko kehidupan itu terjadi tanpa permisi, tanpa ketok pintu. Kecelakaan dan sakit kritis seringkali datang tiba-tiba tanpa diketahui. Bahkan banyak orang meninggal tanpa disangka-sangka, terjadi begitu saja lalu menyisakan tangis dan air mata di pipi setiap orang yang mengasihinya. Masa-masa seperti itu bisa kita sebut dengan “masa kelaparan.” Kalau itu terjadi, apakah kita sudah siap menghadapinya? Saat itu ada kelaparan besar yang berpotensi membinasakan seluruh penduduk Mesir bahkan dunia. Yusuf yang berhikmat tahu bagaimana ia harus bertindak, yaitu dengan memungut 20% dari hasil di tahun kelimpahan untuk menjadi persediaan di masa kelaparan. Kita harus tiru apa yang Yusuf lakukan supaya kita pun siap hadapi kemalangan yang berpotensi terjadi dalam hidup kita dan keluarga kita. Jangan sampai kita hadapi masa kesusahan tanpa persediaan. Jangan anggap remeh masa depan yang tidak menentu. Kalau kita bijaksana, maka kita akan berjaga-jaga, mempersiapkan persediaan yang dibutuhkan untuk menyongsong hari depan yang tidak kita ketahui.


Saudaraku, apa yang Yusuf lakukan adalah bagian dari manajemen resiko. Dia tahu bahwa 7 tahun mendatang akan ada kelaparan yang sangat besar sehingga ia pun mempersiapkannya saat tahun kelimpahan. Memungut 20% untuk persediaan adalah bagian dari manajemen resiko. Semua orang punya uang tapi hanya sebagian kecil yang dapat mengelola uangnya dengan bijaksana. Banyak orang menghabiskan uang untuk kenyamanan, kenikmatan dan kesenangan semata. Minum kopinya yang 60 ribu, makannya 100 ribuan 1 porsi, beli tas mahal, baju mahal dan lain sebagainya. Gaya hidup begitu mewah dan tinggi tapi lupa dengan kategori keamanan, dia tidak mempersiapkan dana darurat dan asuransi sebagai bagian dari manajemen resiko sehingga ketika kemalangan dan kesusahan terjadi dalam keluarga, terjadilah kekacauan, jual aset sana sini dengan harga miring, pinjam uang sana sini dan akhirnya jadi melarat karena keluarga alami sakit kritis atau meninggal. Sungguh menyedihkan ketika manusia terlalu fokus dengan kenyamanan hingga lupa dengan pentingnya keamanan.


Saudaraku, Yusuf tidak egois. Yusuf memberikan gagasan yang brilian untuk kemaslahatan umat, untuk kepentingan bersama. Luar biasa banget… Kalau Yusuf tidak memberikan ide tersebut, maka hancurlah Mesir dan seluruh dunia karena kelaparan. Bersyukur sekali sebab dunia bisa selamat, bisa makan karena hikmat ALLAH yang diberikan bagi Yusuf. Kita harus sadar bahwa sebagai manusia, kita pun pasti akan alam sakit dan meninggal tapi kita tidak tahu kapan waktunya, apa sakitnya, seberapa parah sakitnya, berapa lama dirawatnya dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk pengobatannya. Belum lagi ada biaya hidup yang harus dipenuhi sehari-hari. Gimana kalau Anda tidak bisa bekerja lagi dan ga punya uang ketika Anda sakit kritis? Gimana dengan keluarga Anda yang harus Anda hidupi dan sejahterakan? Maka kita perlu merenung, minta hikmat TUHAN dan lakukan manajemen resiko seperti Yusuf. Sediakan asuransi serta investasi sejak sekarang untuk antisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi dalam keluarga kita. Jangan pelit untuk asuransi dan investasi. Evaluasi kembali gaya hidup kita, jangan sampai berlebihan dan boros. Jadilah orang yang berhikmat dan bijak dalam mengelola keuangan dan persediaan untuk “periode kelaparan” yang mungkin terjadi. 


Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu 

1. Saya mau mempersiapkan persediaan untuk menghadapi masa-masa sulit dan berat.

2. Saya mau prioritaskan kategori keamanan daripada kenyamanan.

3. Saya mau minta hikmat TUHAN agar saya bisa melakukan manajemen resiko bagi diri saya dan keluarga saya. 

Tuhan Yesus menopang kita. Amin..


Kutipan

Manajemen resiko sangat penting untuk dipersiapkan sejak saat ini sebab kita harus antisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dalam keluarga kita.

 

03-12-2023

RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan