KONTROL DIRI TERHADAP NAFSU

"(Amsal 23:2) Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!"


Shalom, Saudaraku! Semoga kita selalu dalam perlindungan dan kasih setia Tuhan.


Saudaraku, ayat ini berbicara keras tentang kontrol diri. Dalam bahasa yang tajam, ayat ini mengingatkan kita untuk waspada dan mengendalikan keinginan yang berlebihan. Pisau yang dimaksud di sini adalah simbol dari disiplin diri yang kuat. Ketika keinginan untuk berlebihan muncul, kita diingatkan untuk menghentikan diri, menjaga kontrol, dan berpikir dengan bijak. Segala sesuatu yang berlebihan itu pasti ga baik apalagi berkaitan dengan pemenuhan hawa nafsu. Wah, bahaya dah. Kita perjamuan kudus menggunakan anggur tapi dalam takaran yang sedikit sekali. Itu pun sebagai simbol darah Yesus Kristus. Beberapa orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu justru meneguk anggur yang berlebihan hingga mabuk. Kalau begitu, anggur yang diminum bukan lagi lambang dari darah Kristus tapi lambang dari hawa nafsu yang berlebihan.


Saudaraku, sering kali, kita tergoda untuk mengambil jalan pintas atau mencari pemuasan instan, baik itu dalam hal materi, makanan, atau bahkan status sosial. Godaan-godaan ini bisa terlihat sepele, namun dampaknya serius jika kita tidak mengendalikannya. Saat kita menuruti nafsu tanpa kendali, kita sebenarnya hanya memenuhi sesuatu yang sementara, tetapi mengorbankan damai dan ketenteraman hati yang sejati. Nafsu jahat itu hanya menawarkan kenikmatan sesaat tetapi penyesalan yang berkepanjangan. Ada laki-laki hidung belang yang tergoda dengan seorang wanita. Lalu ia mengajak wanita itu bersetebuh dengan membayar sejumlah uang. Ia mendapatkan kenikmatan namun sifatnya sesaat. Setelah itu, perilaku buruknya mulai terkuak dan terbongkar. Isterinya tahu, keluarganya malu dan kantornya memecat dia. Habis itu apa yang terjadi..? Penyesalan dan kehancuran yang diterima.


Saudaraku, saya teringat kisah seseorang yang selalu mengutamakan kemewahan dan gengsi. Ia sering kali menghabiskan uang untuk barang-barang yang hanya memberinya kepuasan sesaat, dan akhirnya, ia terbebani oleh banyak masalah keuangan. Kehidupannya mulai dipenuhi kekhawatiran dan ketidaktenangan. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita harus menjaga diri dari jebakan nafsu yang bisa menjauhkan kita dari damai yang Tuhan ingin kita rasakan. Jangan membeli sesuatu yang lebih dari kemampuan kita. Miliki buah roh, yaitu penguasaan diri. Kita harus dituntun oleh Roh Kudus bukan oleh hawa nafsu. Jangan jadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Jadikan Kristus sebagai TUHAN, yang berkuasa, berdaulat dan bertakhta atas hidup kita sehingga kita dapat menangkis segala hawa nafsu yang sia-sia. 


Puji Tuhan, hari ini kita belajar bersama dan mau berusaha menerapkan 3 langkah ini:

1. Saya akan menahan diri dari nafsu untuk pemenuhan sesaat.

2. Saya akan berfokus pada kebutuhan yang sebenarnya, bukan keinginan.

3. Saya akan menumbuhkan rasa cukup dan mensyukuri berkat tuhan.

Kiranya Tuhan Yesus membantu kita mengembangkan kontrol diri ini. Amin.. 😇😊😃


Kutipan: 

Menahan diri adalah langkah pertama untuk hidup dalam damai. Saat kita mengendalikan nafsu, kita meraih ketenangan yang sejati.


27-10-2024

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!