JANGAN GOYAH DI HADAPAN KEJAHATAN

(Amsal 25:26) Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik.


Shalom, Saudaraku yang terkasih. Kiranya damai dan kasih Tuhan selalu menyertai langkah hidup kita.


Saudaraku, ayat ini menggambarkan peringatan serius bagi orang percaya. Mata air yang keruh dan sumber yang kotor tidak lagi dapat memberikan kesegaran bagi mereka yang haus. Demikian pula, ketika orang benar merasa gentar dan goyah di hadapan orang fasik, pengaruh mereka sebagai terang dan garam dunia menjadi berkurang. Mengapa kita tidak boleh goyah di hadapan kejahatan? Sebagai anak-anak Allah, hidup kita seharusnya mencerminkan kebenaran dan kekudusan Allah. Ketika kita gentar di hadapan orang fasik, kita kehilangan kesempatan untuk bersaksi tentang iman kita. Orang yang hidup dalam kekhawatiran mudah kehilangan keberanian untuk bertindak benar. Hal ini membuat mereka tidak lagi menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.


Saudaraku, Tuhan adalah perlindungan kita. Ketika kita merasa takut, kita harus mengingat bahwa Tuhan adalah benteng dan perlindungan kita. Ia memanggil kita untuk tetap teguh dan percaya kepada-Nya, meskipun kejahatan tampak besar di hadapan kita. Ada banyak teladan dalam Alkitab tentang orang benar yang tetap teguh di tengah tantangan, misalnya Daniel di hadapan para pejabat kerajaan yang iri hati. Ia tetap setia berdoa kepada Tuhan meskipun tahu bahwa hal itu membahayakan nyawanya. Ada juga Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, tetap berdiri teguh dan bersaksi tentang Yesus bahkan ketika ia dirajam batu oleh orang-orang fasik. Keduanya menunjukkan bahwa iman kepada Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap kokoh di tengah ancaman dan kejahatan.


Saudaraku, mesti ada praktik dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita menghadapi tekanan dari dunia, kita perlu menjadikan firman Tuhan sebagai fondasi hidup kita. Mintalah Tuhan memberikan keberanian untuk tetap teguh dalam iman, meskipun situasi di sekitar kita penuh dengan tantangan. Dalam menghadapi orang fasik, kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, kita harus menunjukkan kasih, kesabaran, dan integritas yang lahir dari iman kita kepada Kristus. Jangan sampai kita kalah terhadap kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Kita harus berjuang terus bersama dengan Tuhan. Jangan sampai terang kita padam, garam kita hambar. Justru kita harus menerangi yang gelap dan menggarami yang hambar. Kita harus perkasa bersama dengan Tuhan di hadapan orang yang jahat. Kita harus mendominasi orang fasik sehingga Tuhan berdaulat atas hidup mereka. Mari kita belajar untuk tetap kuat dan kokoh di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan. Jangan biarkan ketakutan atau kekhawatiran mengaburkan kesaksian kita sebagai orang percaya. Ingatlah bahwa Tuhan adalah kekuatan kita, dan Dia yang akan menopang kita dalam setiap situasi.


Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu 

1. Saya tidak mau goyah di hadapan orang jahat dan saya mau teguh dalam kebenaran. 

2. Saya mau terus beriman kepada Tuhan sehingga saya diberi kekuatan menghadapi orang jahat. 

3. Saya mau mengalahkan kejahatan dengan kebaikan dan kasih Tuhan. 

Tuhan Yesus menopang kita. Amin.. 😃😇😊


Kutipan

Jangan menjadi seperti mata air yang keruh, tetapi jadilah sumber yang jernih yang memancarkan kasih dan kebenaran Allah di tengah dunia yang gelap.


10-01-2025

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!