MENINGGALKAN KEDIAMAN

(Amsal 27:8) "Seperti burung yang lari dari sarangnya demikianlah orang yang lari dari kediamannya."


Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya damai dan kasih Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita.


Saudaraku, rumah adalah tempat kita berlindung, tempat kita beristirahat, dan tempat kita menemukan kehangatan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa seperti burung yang meninggalkan sarangnya, demikian pula orang yang meninggalkan tempat yang seharusnya menjadi kediamannya. Ini bukan hanya berbicara tentang tempat tinggal secara fisik, tetapi juga tentang kehidupan rohani kita. Ketika kita menjauh dari Tuhan, dari keluarga, atau dari komunitas yang mendukung kita dalam iman, kita seperti burung yang tersesat tanpa arah dan perlindungan. Tempat kediaman kita sangat penting karena di sanalah kita mengalami pertumbuhan secara rohani. Kita tidak boleh meninggalkan keluarga yang baik, gereja yang sehati dan komunitas yang sehat. Kita harus tinggal tetap dalam kediaman yang tepat.


Saudaraku, banyak alasan yang membuat seseorang meninggalkan 'kediamannya'. Ada yang pergi karena kecewa, ada yang menjauh karena ingin kebebasan, dan ada pula yang merasa tempatnya saat ini tidak lagi nyaman. Namun, apakah kita benar-benar menemukan kebahagiaan dengan meninggalkan tempat yang seharusnya kita tinggali? Sama seperti burung yang kehilangan perlindungan saat meninggalkan sarangnya, begitu pula kita bisa kehilangan arah dan keamanan ketika kita menjauh dari Tuhan dan dari tempat di mana kita seharusnya berada. Saya sendiri pernah merasakan hal ini. Ketika saya mencoba mencari kebebasan di luar kehendak Tuhan, saya justru merasa kosong dan tersesat. Kita harus menyadari bahwa tempat terbaik bagi kita adalah di dalam perlindungan Tuhan dan dalam komunitas yang membangun iman kita. Di luar itu, kita akan tersesat, hancur dan binasa. Pergaulan bebas sangatlah merusak. Kita tidak boleh pergi keluar. Kita harus menetap dalam perlindungan Tuhan.


Saudaraku, saya juga mengevaluasi diri saya pribadi. Apakah saya masih tinggal dalam kediaman yang Tuhan sediakan untuk saya? Ataukah saya tergoda untuk pergi mencari sesuatu yang tampaknya lebih baik, tetapi justru menjauhkan saya dari perlindungan Tuhan? Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap tinggal dalam kehendak-Nya, untuk tidak mudah meninggalkan tempat yang Tuhan sudah tetapkan bagi kita. Sebab, di sanalah kita akan menemukan perlindungan, pertumbuhan, dan damai sejahtera yang sejati. Keadaan di luar memang nampak memikat dan menggoda. Namun apa gunanya kenikmatan daging tapi ujungnya kebinasaan? Mari tinggal tetap dalam Kristus, Sumber Kebenaran dan Perlindungan kita. Jangan pergi dari Tuhan. Menetaplah, tinggallah dalam hadirat-Nya.


Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu:

1. Saya mau tetap tinggal dalam kehendak Tuhan dan tidak tergoda untuk menjauh.

2. Saya mau menghargai tempat di mana Tuhan telah menempatkan saya, baik secara fisik maupun rohani.

3. Saya mau mencari perlindungan di dalam Tuhan, bukan dalam hal-hal dunia yang menyesatkan. 

Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita untuk tetap tinggal dalam perlindungan-Nya dan tidak lari dari kediaman yang telah Ia sediakan. Amin. 🙏😊


Kutipan: 

"Tempat terbaik bagi kita adalah di dalam kehendak Tuhan dan perlindungan-Nya."


16-02-2025

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!