HIKMAT UNTUK YANG BERKUASA πŸ›️❌🍷

πŸ“– Amsal 31:4–5 – “Tidak patut bagi raja-raja, hai Lemuel, tidak patut bagi raja-raja minum anggur atau bagi para pembesar mencari minuman keras, supaya jangan mereka minum dan melupakan apa yang telah ditetapkan dan menyimpang dalam memberi keadilan kepada semua orang yang tertindas.”


Shalom, saudara terkasih… Kiranya kita sehat dan bahagia selalu di dalam TUHAN ya.. 🌿


Saudaraku, hari ini kita merenungkan satu lagi nasihat bijak dari ibu Lemuel: seorang pemimpin harus waspada terhadap apa yang dikonsumsinya, terutama hal-hal yang bisa mempengaruhi akal sehat dan keputusan. Minuman keras digambarkan di sini sebagai sesuatu yang bisa mengganggu keadilan dan melalaikan tanggung jawab. πŸ‘‘πŸ· Banyak orang suka berpesta, lalu larut dalam pesta pora yang memabukkan. Orang menjadi hilang kendali dan kurang waras ketika terlalu banyak meneguk minuman keras. Nampaknya enak, rasanya nikmat tetapi efeknya sangat berbahaya. Nama baik juga bisa tercemar kalau berprilaku buruk. Masa pemimpin mabuk-mabukan? Tentu ini sangat mencoreng nama baik.


Saudaraku, dalam konteks kita hari ini, minuman keras bisa diartikan secara harfiah, tetapi juga bisa melambangkan segala hal yang membuat kita kehilangan kendali atau mengabaikan panggilan Tuhan. Bisa jadi itu kesenangan dunia, harta, hiburan berlebihan, atau bahkan ambisi pribadi yang membuat kita lupa pada tanggung jawab utama: menegakkan kebenaran dan memperhatikan yang lemah. ⚖️ Ya, minuman keras tidak lagi bicara soal minuman beneran tetapi bisa diartikan pada makna lainnya. Perhatikan, HP seringkali memicu kita lupa akan segala hal. Kita jadi cuek dengan orang yang ngobrol di depan kita. Kita jadi sibuk sendiri dan abai terhadap sekitar. Efek HP menjadi lebih ngeri dari pada minuman keras beneran.


Saudaraku, Tuhan memanggil kita semua—bukan hanya raja—untuk hidup dalam kesadaran penuh, tidak tumpul secara rohani, dan tidak mabuk oleh kenikmatan sesaat. Kita punya peran, tanggung jawab, dan panggilan untuk hidup benar, menjadi teladan, dan memuliakan Tuhan dalam setiap keputusan kita. Mari kita jaga hati dan hidup, agar jangan ada yang membuat kita menyimpang dari kebenaran. πŸ™Œ Mari kita rajin baca Alkitab dan merenungkannya sehingga kita terus menjadikan firman TUHAN sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita juga melakukan pesan firman TUHAN itu dan jadi teladan di mana pun kita berada. Jangan cemarkan nama sendiri apalagi nama TUHAN. Jadilah contoh yang baik melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

______________

✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau menjauh dari segala hal yang membuat saya kehilangan kendali atau melupakan panggilan hidup saya.

2⃣ Saya mau hidup dengan bijaksana dan menjaga pikiran tetap jernih dalam mengambil keputusan.

3⃣ Saya mau memperhatikan mereka yang tertindas dan tidak menyimpang dari keadilan.

______________

πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Pemimpin sejati bukan yang mencari kesenangan, tetapi yang menjaga pikiran tetap jernih agar bisa menegakkan kebenaran."


πŸ—“️ 28-05-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan