HIDUP BIJAK DAN BERDOA DENGAN SETIA πŸ™ŒπŸ•Š️

πŸ“– Kolose 4:2 — “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”


Shalom, Saudara terkasih… 🌿 Kiranya kasih TUHAN selalu menetap di dalam diri kita.


Saudaraku, Paulus menutup surat Kolose dengan penekanan penting: doa. Ia tahu bahwa kekuatan jemaat bukan berasal dari kemampuan manusia, tetapi dari Allah. Doa adalah napas rohani kita, maka kita diminta untuk bertekun, berjaga-jaga, dan selalu disertai ucapan syukur. Kita harus rajin berdoa dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar kebiasaan atau formalitas. Sederhananya, saat kita makan, kita selalu berdoa. Nah, dalam doa makan, kita harus benar-benar bersyukur, berterima kasih dan memohon agar makanan yang akan kita konsumsi dapat memberi kekuatan dan pertumbuhan. Jangan buru-buru pengen makan. Ingat, kita harus bersyukur lebih dulu pada Sang Pemberi makan. Kita harus bertumbuh dalam TUHAN melalui doa.


Saudaraku, selain itu, Paulus menasihatkan agar kita hidup dengan hikmat terhadap orang luar. Setiap perkataan harus penuh kasih dan bermanfaat, seperti makanan yang dibumbui garam. Artinya, hidup kita adalah kesaksian nyata tentang Kristus. Dunia menilai Kristus melalui cara kita berbicara, bertindak, dan melayani. 🌟 Mintalah hikmat kepada TUHAN sehingga kita pandai dalam berkata-kata dan bisa membantu orang lain dalam tindakan. Kita harus menyatakan kasih kepada orang, bukan hanya bicara. Setiap pekerjaan pun harus kita lakukan dengan semangat melayani. Pelayanan yang paling penting berdasar pada kasih dan hikmat. Kalau kita mengasihi tapi ga berhikmat, maka kita bisa melanggar aturan. Misal orang kasih kunci jawaban kepada temennya yang sedang ujian. Di satu sisi ada kasih, tapi di sisi lain tidak berhikmat. Maka kita harus kasih sekaligus berhikmat. Membantu panti asuhan dengan memberi sejumlah uang dan mengadakan ibadah di tempat tersebut merupakan wujud kasih sekaligus hikmat dalam hal membantu. Kita perlu lakukan hal tersebut.


Saudaraku, akhirnya, Paulus juga menyinggung rekan-rekan pelayanannya, menunjukkan bahwa pelayanan Tuhan adalah kerja sama tubuh Kristus. Kita dipanggil bukan hanya untuk percaya, tapi juga untuk saling menopang, menguatkan, dan berjalan bersama dalam pelayanan. πŸ’’ Dalam pelayanan, kita harus saling mengasihi satu sama lain. Jangan saling menjatuhkan, menggigit dan iri hati. Dalam pelayanan, jangan ada kepentingan pribadi. Kita harus mengutamakan Kristus, meninggikan dan memuliakan Tuhan Yesus. Maka kita harus siap dijatuhkan, dibenci, atau disalahkan dalam pelayanan. Jangan mudah tersinggung dan bawa perasaan. Kita harus kuat, kita harus teguh di dalam TUHAN. Meski kita dibenci, kita harus tetap menopang yang lain dan jangan undur dari pelayanan. Mari semangat...!


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau bertekun dalam doa, selalu mengucap syukur dalam segala hal.

2⃣ Saya akan berbicara dengan kasih dan hikmat, menjadi kesaksian bagi orang di sekitar saya.

3⃣ Saya mau belajar bekerja sama dengan tubuh Kristus untuk kemuliaan-Nya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Doa yang tekun dan hidup penuh kasih adalah kesaksian terbesar seorang Kristen."


πŸ—“️ 28-08-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!