ALLAH YANG ADIL AKAN MEMBELA πŸ“œ⚖️

πŸ“– Mazmur 7:10 — “Perisai bagiku ialah Allah yang menyelamatkan orang yang tulus hati.”


Shalom, Saudara terkasih… πŸ’– Kiranya hati dan pikiran kita senantiasa selaras dengan kehendak TUHAN.


Saudaraku, Mazmur ini ditulis Daud saat ia difitnah dan dituduh tanpa alasan. Ia tidak membela diri dengan amarah atau balasan, tetapi menyerahkan perkaranya kepada Tuhan yang adil. Daud tahu bahwa keadilan sejati hanya datang dari Allah. 🌿 Sungguh tidak enak apabila kita difitnah orang lain. Kita tidak mencuri, tapi dituduh mencuri. Kita tidak curang, tapi difitnah lakukan kecurangan. Sungguh hal itu tidak enak. Seringkali ada rasa ingin balas dendam dan menghajar orang yang memfitnah. Namun, Allah tidak pernah mendorong kita untuk membalas yang jahat dengan yang jahat tetapi harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kita pun harus menyerahkan hak pembalasan kepada Allah yang adil dan benar. Kita tidak punya hak dan kemampuan untuk membalas. Kita hanya bisa menyerahkan pembalasan dan penghakiman kepada TUHAN. Bagian kita adalah mengampuni.


Saudaraku, terkadang kita pun mengalami hal yang sama — disalahpahami, difitnah, atau dilukai tanpa sebab. Dalam situasi seperti itu, mudah sekali hati kita ingin membalas. Namun, Mazmur ini mengajar kita untuk tetap tulus hati dan menyerahkan pembelaan kepada Tuhan. Ia adalah perisai yang melindungi mereka yang tetap benar di hadapan-Nya. πŸ™Œ Perisai dari Allah tidak akan pernah bisa ditembus oleh kekuatan manusia. Allah sanggup menjadi perisai yang paling aman dan paling kuat dalam diri kita. Kita harus belajar menguasai diri. Saat ada yang memfitnah, belajar untuk sabar dalam kesesakan. Belajar untuk memahami bahwa Allah punya bagian dan kita juga punya bagian. Hanya Allah yang sanggup mengadili. Bagian kita adalah mengampuni, memaafkan dan mendoakan.


Saudaraku, Tuhan tidak pernah tidur. Ia tahu siapa yang bersalah dan siapa yang tulus. Tugas kita bukan membuktikan diri di hadapan manusia, tetapi tetap hidup benar di hadapan Allah. Pada waktunya, Ia sendiri yang akan menegakkan kebenaran. 🌀️ Tuhan Yesus pun tidak membuktikan bahwa Dia benar. Saat diadili, Tuhan Yesus tidak banyak membela diri. Justru Ia lebih banyak diam. Diam yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bukanlah tindakan lemah atau takut tetapi menguasai diri. Ia tahu bahwa Allah akan mengadili orang yang jahat, kejam dan bengis. Bahkan di sisi lain, Tuhan Yesus melepaskan pengampunan untuk orang yang berbuat jahat kepada-Nya. DI kayu salib, Ia mengatakan, “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ini adalah perkataan yang mulia dan harus kita hayati dalam hidup kita.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau menjaga hati agar tetap tulus meski disalahpahami atau disakiti.

2⃣ Saya mau menyerahkan pembelaan saya kepada Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri.

3⃣ Saya mau hidup benar di hadapan Allah dan percaya bahwa Ia akan menegakkan keadilan-Nya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Ketika engkau memilih diam dan tetap benar, Tuhan sendiri yang akan berbicara membelamu.”


πŸ—“️ 24-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!