BERLARI DENGAN TEKUN π♂️π₯
π Ibrani 12:1 — “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Kiranya cinta kasih Tuhan senantiasa memenuhi hati kita.
Saudaraku, setelah menyebut para pahlawan iman di pasal sebelumnya, penulis Ibrani kini mengajak kita untuk menjadi pelari iman. Hidup ini digambarkan seperti perlombaan. Untuk bisa sampai ke garis akhir, kita harus menanggalkan beban dan dosa yang menghambat langkah. Apakah ada pelari yg membawa beban berupa ransel atau barbel atau galon? Ya ga ada dong... Semua melepas beban yg merintangi. Saat kita berlari, kita harus fokus pada tujuan dan berlari dengan tekun, terus maju dan tidak pernah berbalik arah. Inilah yg harus kita lakukan dan kerjakan. Namun seringkali kita berlari dengan beban. Apa saja yg membebani langkah kita? Dosa benci, malas, ngomong kasar, menipu, berantem, tidak disiplin, merokok, narkoba, seks bebas, ngegosip dan lain sebagainya. Ini sangat bahaya. Beban macam itu harus segera dibuang dan ditinggalkan.
Saudaraku, kunci dari ketekunan itu adalah memandang kepada Yesus, Sang Pemimpin dan Penyempurna iman kita (ayat 2). Ia telah lebih dahulu menanggung salib dan sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Dengan meneladani-Nya, kita tidak akan menjadi lemah atau putus asa. Saat kita sedang alami penderitaan dan kesengsaraan, kita harus memandang Tuhan Yesus sehingga kita sadar bahwa kita tidak sendirian. Tuhan Yesus turut menanggung setiap kelemahan yg kita alami. Tuhan tidak biarkan kita sendiri. Ia mengerti dan Ia peduli segala persoalan yg kita hadapi. Banyak orang kecewa dan putus asa ketika alami kesusahan hidup tetapi mereka hanya memandang diri sendiri sehingga terus mengasihani diri dan lemah. Harusnya kita memandang Tuhan Yesus sehingga beroleh kekuatan.
Saudaraku, perlombaan iman memang tidak mudah. Ada disiplin, didikan, bahkan penderitaan. Tetapi semuanya itu membentuk kita agar akhirnya kita beroleh mahkota kehidupan. π Ini adalah latihan yg sangat penting dan wajib kita lalui. Kita harus tuntaskan perjalanan iman kita sampai akhir. Jangan sampai berhenti dan jangan sampai selesai di tengah jalan. Kita harus tuntaskan sampai hembusan nafas terakhir. Layaknya seorang pelari profesional, kita harus rajin berlatih dan tekun memikul salib. Kita harus kuat dan teguh di dalam Tuhan, ga boleh manja dan lemah. Kita harus andalkan Tuhan senantiasa dalam setiap kilometer hidup kita. Tuhan akan beri jalan keluar ketika kita tekun mengikut Dia. Ia ingin agar kita menjadi semakin serupa dengan Tuhan Yesus. Maka, mari kita mulai dengan membaca Alkitab setiap hari dan berdoa dengan tekun sehingga kita terus berlari dengan benar di jalan Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau menanggalkan dosa dan beban yang menghalangi pertumbuhan iman.
2⃣ Saya mau selalu memandang Yesus sebagai tujuan akhir hidup saya.
3⃣ Saya mau berlari dengan tekun, bukan berhenti di tengah jalan.
π Kutipan Hari Ini:
“Hidup iman adalah perlombaan yang hanya bisa dimenangkan dengan tekun dan memandang kepada Yesus.”
π️ 30-09-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar