BERPEGANG TEGUH PADA PENGAKUAN IMAN ππ₯
π Ibrani 10:23 — “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ, Apa kabar hari ini? Kiranya kita senantiasa hidup di dalam Kristus yaa..
Saudaraku, pasal ini meneguhkan bahwa melalui pengorbanan Kristus satu kali untuk selamanya, kita mendapat pengampunan penuh. Karena itu, kita diajak untuk mendekat kepada Allah dengan hati yang tulus dan tidak lagi bimbang akan kasih setia-Nya. Pengharapan yg teguh di dalam Tuhan merupakan wujud dari iman yg sejati. Ketika kita memiliki iman yg sejati, maka kondisi dan situasi tidak akan menggoyahkan keyakinan kita akan janji-janji Allah. Ketika Tuhan katakan hati yg gembira adalah obat, maka kita tetap yakin akan firman itu sekalipun sedang alami sakit penyakit. Iman harus berada di atas kenyataan dan keadaan. Iman melampaui kondisi dan situasi. Saat kita sedang kuatir dan cemas tentang kondisi ekonomi, mari kita langsung berkata bahwa Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Inilah perkataan iman yg melampaui kondisi dan situasi.
Saudaraku, di sisi lain iman kita juga ditantang untuk bertahan di tengah kesulitan. Penulis Ibrani mendorong kita agar tidak meninggalkan pertemuan ibadah, saling menguatkan, dan saling mendorong untuk berbuat baik. Hidup Kristen bukan perjalanan sendiri, tetapi bersama dalam tubuh Kristus. ✨ Kita harus memiliki komunitas rohani yg saling membangun dan saling menasihati di dalam Tuhan. Komunitas yg sehat pun menjadi wadah bagi kita untuk saling mengaku dosa dan saling mendoakan sebab doa orang benar bila dengan yakin didoakan besar kuasanya. Saat ada kondisi yg berat dan pergumulan yg sulit, kita bisa menghubungi Saudara seiman sehingga ia bisa membantu kita dalam doa dan memberi nasihat firman Tuhan. Hal ini sangat menghibur sekaligus menenangkan. Kita tidak sendirian tapi kita punya komunitas rohani yg baik dan peduli.
Saudaraku, janji Tuhan adalah pasti. Saat kita berpegang teguh pada iman, kita bisa menghadapi penderitaan dengan pengharapan yang kokoh. Sebab Allah yang berjanji adalah setia dan tidak pernah gagal. π Iman kita bertumbuh bukan di zona aman dan nyaman tetapi di zona penderitaan dan kesengsaraan. Tuhan izinkan masa-masa sulit kita alami untuk memberi pertumbuhan iman. Banyak orang mengadu dan berseru kepada Tuhan ketika jatuh sakit dan miskin. Mereka alami sengsara lalu mencari Tuhan. Di sisi lain, ketika hidup baik, enak dan tenang, kita fokus pada dunia dan menikmati keinginan daging. Hal ini membuat iman kita pudar bahkan sirna. Karena itu, kita harus bersyukur ketika menghadapi masa susah. Di sinilah kita diajar untuk terus bergantung kepada Tuhan. Kelak ketika penderitaan sudah teratasi, kita pun terus terhubung dengan Tuhan dan selalu ingin berada di zona Tuhan bukan zona nyaman. Kita akan selalu melekat dengan Allah yg setia dan tidak pernah ingkar janji.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau berpegang teguh pada iman, tanpa goyah oleh keadaan.
2⃣ Saya mau setia dalam persekutuan dengan sesama orang percaya.
3⃣ Saya mau percaya penuh pada kesetiaan Allah yang tidak pernah ingkar janji.
π Kutipan Hari Ini:
“Iman kita teguh bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Allah yang setia pada janji-Nya.”
π️ 28-09-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar