DIBENARKAN KARENA IMAN, BUKAN PERBUATAN

πŸ“– Roma 4:3 — “Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ‘Lalu percayalah Abraham kepada Allah, dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’”


Shalom sahabat firman 🌿 Kiranya hati dan pikiran kita senantiasa selaras dengan kehendak Tuhan πŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ˜ƒ


Saudaraku, Paulus memakai teladan Abraham untuk menegaskan bahwa kebenaran datang karena iman, bukan karena perbuatan. Abraham tidak dibenarkan karena ia sempurna menaati hukum, melainkan karena ia percaya kepada janji Allah. Percaya itu belum melihat apa rencananya tapi sudah tau kepada siapa ia percaya. Percaya itu bukan ngomong tentang gimana tapi tentang siapa.. Bukan gimana caranya, tapi siapa yg memberi janji? Kalau Tuhan yg memberi janji, maka Tuhan pasti bukakan jalannya dan kasih tau caranya. Kita harus seperti Abraham yg tidak banyak tanya gimana caranya tetapi mau percaya lalu berjalan dengan Tuhan sehingga ia dapat mengecap janji dan kebaikan Tuhan.


Saudaraku, inilah prinsip utama Injil: manusia tidak akan pernah sanggup mencapai keselamatan dengan kekuatannya sendiri. Kita dibenarkan semata-mata karena kita percaya kepada Kristus, yang sudah menanggung dosa kita. πŸ™Œ Kita harus selalu bersyukur dan mengingat bahwa kasih Allah sangatlah besar. Tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti bersyukur karena kita yg sudah layak masuk neraka justru diberi anugerah untuk terima hidup yg kekal. Kita orang yg sangat malang dan hina tetapi beroleh kasih dari Allah sehingga menjadi orang yg berpengharapan dan mulia. Inilah anugerah Allah. Kita tidak pernah bisa menggapai keselamatan dengan usaha sendiri. Perbuatan baik kita pun seperti kain kotor. Kita hanya bisa bergantung pada anugerah belas kasih Allah. Karena itu, kita harus senantiasa bersyukur...


Saudaraku, iman bukan hanya percaya di mulut, tapi juga kepercayaan yang diwujudkan dalam tindakan. Abraham percaya, lalu ia taat. Iman sejati menghasilkan ketaatan, bukan sekadar pengakuan. Iman yg benar pasti menghasilkan buah. Iman tanpa perbuatan itu mati. Maka, kita tidak boleh hanya modal bicara dan omong doang. Kita harus berintegritas. Perkataan harus selaras dengan perbuatan. Iman kepada Tuhan Yesus haruslah diwujudkan dengan buah roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Kita harus senantiasa teguh dalam karakter Kristus meski dihina, diejek atau dibenci. Kita akan tetap setia kepada Tuhan. Jangan bergantung pada kebaikan diri sendiri, tapi andalkan kasih karunia Allah. Percayalah, Dia setia pada setiap janji-Nya. ✨


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau percaya kepada janji Allah, meski belum melihat hasilnya.

2⃣ Saya tidak bersandar pada perbuatan baik, tetapi pada kasih karunia Kristus.

3⃣ Saya mau mewujudkan iman saya lewat ketaatan sehari-hari.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Iman sejati bukan sekadar percaya, tetapi percaya yang diwujudkan dalam ketaatan.”


πŸ—“️ 05-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️