HIDUP SALING MENERIMA 🀝❤️

 πŸ“– Roma 14:1 — “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.”


Shalom sahabat firman 🌿 Kiranya kita senantiasa hidup di dalam kasih Tuhan...


Saudaraku, pasal ini mengajarkan kita tentang sikap terhadap perbedaan. Dalam jemaat Roma, ada perdebatan soal makanan, hari-hari khusus, dan kebiasaan ibadah. Paulus menegur dengan lembut: jangan saling menghakimi, tetapi belajarlah untuk menerima satu sama lain. Kita pun hidup di negara yang kaya akan keragaman budaya, makanan, pakaian, lagu dan lain sebagainya. Ini semua adalah kekayaan yang perlu disyukuri sekaligus dihargai. Indonesia pun punya semboyan, yaitu Bhineka Tunggal Ika yg punya makna, walaupun berbeda-beda tetap satu jua. Hal itu selaras dengan firman Tuhan yg mengajarkan agar kita hidup dalam kasih. Kasih ini mempersatukan kita dalam berbagai perbedaan. Kasih itu bisa menerima yg lemah, bisa menerima yg miskin dan hina. Kasih itu luar biasa.


Saudaraku, setiap orang punya perjalanan imannya sendiri. Ada yang masih belajar, ada yang sudah dewasa. Tetapi semuanya sama-sama dikasihi dan diterima oleh Tuhan. Karena itu, jangan biarkan hal-hal kecil memecah kasih yang besar. Jangan biarkan kita diprovokasi oleh hal-hal sepele. Dalam suatu jemaat, ada yg suka baca Alkitab, ada juga yg masih belum rajin baca Alkitab; ada yg sudah pelayanan, ada juga yg belum terlibat; ada yang jemaat lama, ada juga jemaat baru. Kita semua harus mengutamakan kasih dalam menyikapi perbedaan yg ada. Jangan sampai menghakimi dan merendahkan sebab hal itu hanya merusak dan memecah-belah. Buat apa? Ga ada gunanya kalau kita saling membenci dan bermusuhan. Maka, kasih harus jadi yg dominan, kasih harus berkuasa di dalam setiap pikiran, perkataan maupun perbuatan kita.


Saudaraku, Paulus mengingatkan: yang penting bukan apa yang kita makan atau tidak makan, melainkan apakah kita hidup untuk Tuhan (ayat 8). Bila hati kita tulus mengasihi Allah dan sesama, maka setiap tindakan kita akan memuliakan-Nya. Perhatikan, Tuhan Yesus pun tidak merendahkan dan menghakimi orang lain. Ia justru mengasihi dan merangkul setiap orang. Yg lemah tidak dihina, yg miskin tidak direndahkan, yg kuat tidak diabaikan, yg kaya tidak dijauhi, itulah karakter Kristus. Kita pun harus belajar berlaku demikian. Kita harus selaras dengan kehendak Tuhan. Kita harus rajin mengasihi Tuhan dengan cara mencerminkan karakter Kristus. Mari kita kasihi yg lemah, bukan dihina. Mari kita berhenti menilai orang lain dari tampilan luar atau kebiasaannya, dan mulai melihat dengan mata kasih Kristus.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau menerima sesama dengan kasih, bukan menghakimi.

2⃣ Saya mau menjaga damai dan membangun, bukan memecah-belah.

3⃣ Saya mau hidup untuk Tuhan dalam segala hal.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Kasih yang sejati tidak mencari keseragaman, tetapi kesatuan dalam perbedaan.”


πŸ—“️ 15-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!