MELAYANI DENGAN KESABARAN DAN PENGHARAPAN 🌿

πŸ“– Roma 15:1 — “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat, dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.”


Shalom, Saudara terkasih… πŸ’– Kiranya hati dan pikiran kita selaras dengan kehendak TUHAN.


Saudaraku, dalam hidup berjemaat, selalu ada orang dengan tingkat iman yang berbeda. Ada yang kuat, ada yang masih lemah. Paulus mengingatkan bahwa yang kuat tidak boleh mencari kesenangan sendiri, melainkan menolong mereka yang lemah dalam kasih. Inilah wujud kedewasaan rohani sejati. 🌱 Orang yang dewasa akan peduli. Mereka tidak memikirkan diri sendiri dan tidak egois. Hal ini sering tergambar ketika naik gunung. Ada 10 orang. 2 orang lemah, 8 lainnya masih kuat. Maukah yang kuat ini membantu yang lemah sementara perjalanan masih jauh? Kadang terjadi konflik di sini. Yang kuat mengeluh karena ada 2 orang yang lambat sehingga menghambat perjalanan. Yang lemah mengeluh juga karena perjalanan melelahkan. Yang dewasa akan mengambil sikap, yaitu dengan memberi semangat kepada yang sudah lemah, mendukung dari belakang, menggenggam tangan yang lemah atau memikul barang bawaan dari yang sudah lemah. Inilah kedewasaan.


Saudaraku, Yesus sendiri menjadi teladan terbesar: Ia rela menanggung penderitaan, bukan untuk diri-Nya, tetapi untuk kita. Ketika kita meneladani Kristus, kita belajar untuk sabar, menghibur, dan memelihara pengharapan, hingga akhirnya hati kita dipersatukan dalam memuliakan Allah dengan satu suara. πŸ™Œ Teladan ini harus menjadi pedoman hidup kita khususnya ketika berhadapan dengan orang yang sedang alami kelemahan. Kita tidak boleh menghakimi, merendahkan dan membuang orang yang lemah. Sebaliknya, kita harus merangkul orang itu, memberi semangat dan menyatakan pengharapan. Kita juga mau alami kesakitan orang yang lemah, tidak apatis tetapi empati.


Saudaraku, dunia sudah cukup penuh dengan ego dan persaingan. Mari kita menjadi berbeda — bukan menuntut, tetapi menopang. Tuhan mau kita menjadi saluran kasih dan kekuatan bagi sesama. 🌷 Kita harus saling peduli satu sama lain dengan semangat saling membangun, saling bertumbuh dan saling menasihati di dalam TUHAN. Indah sekali apabila kita bertumbuh bersama sebagai sesama anggota tubuh Kristus. Kita harus mengusahakan hal ini atas dasar kasih kepada TUHAN dan sesama. TUHAN rindu agar kita menjadi satu. Yang kuat menanggung yang lemah di dalam anugerah-Nya. Gaya dunia ialah menghakimi dan menyingkirkan yang lemah tetapi gaya Kristiani adalah merangkul dan menolong yang lemah. Inilah kasih yang indah dan luhur. Mari kita hidupi teladan Kristus.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau belajar bersabar menghadapi kelemahan orang lain.

2⃣ Saya mau menggunakan kekuatan dan kelebihan saya untuk menolong sesama, bukan meninggikan diri.

3⃣ Saya mau meneladani Kristus dalam mengasihi tanpa pamrih dan hidup penuh pengharapan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Kekuatan sejati bukan terlihat dari seberapa banyak kita mampu berdiri sendiri, tetapi dari seberapa banyak kita mampu menopang orang lain.”


πŸ—“️ 16-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️