SAAT ALLAH TERLIHAT DIAM πŸ”‡

πŸ“– Mazmur 10:1 — “Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu pada waktu kesesakan?”


Shalom, Saudara terkasih… πŸ’– Sehat selalu ya…


Saudaraku, mazmur ini menyoroti pergumulan yang sangat manusiawi — perasaan ditinggalkan Tuhan. Daud bertanya, “Mengapa Engkau jauh, ya Tuhan?” Sebuah jeritan dari hati yang merasa tidak melihat tanda-tanda kehadiran Tuhan di tengah penderitaan. πŸ˜” Seringkali hal ini kita rasakan karena manusia punya keterbatasan. Kita ga bisa lihat TUHAN dengan mata kita. TUHAN tidak duduk di samping kita secara jasmani. Oleh karena itu, kita seringkali bingung dan ragu, apakah TUHAN hadir dalam hidup kita atau engga.. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Kita harus belajar untuk tidak terlalu bertumpu pada tubuh tetapi kita harus belajar bertumpu pada roh sehingga kita bisa tetap mengalami kehadiran TUHAN.


Saudaraku, seiring mazmur ini berjalan, kita melihat perubahan: Daud belajar percaya bahwa Tuhan tetap melihat dan memperhatikan. Ia yakin, Tuhan akan menegakkan keadilan bagi orang benar dan menghukum orang fasik. πŸ•Š️ Daud hidup dengan mata iman. Ia percaya sekalipun ia tidak melihat. TUHAN tidak pernah apatis. Ia selalu peduli, selalu sayang kepada kita. Kalaupun saat ini kita sedang menderita karena difitnah atau dihina atau dianiaya, TUHAN pasti membela kita indah pada waktu-Nya. Cara TUHAN tidak sama dengan cara kita. Seringkali kita ingin agar TUHAN segera menghukum orang jahat itu. Namun mendesak TUHAN bukanlah hal yang tepat. Kita harus sadar bahwa Allah itu penuh hikmat sehingga kita tidak boleh mendesak TUHAN. Ia sendiri yang akan bertindak indah pada waktu-Nya sehingga kita harus serahkan penghakiman kepada TUHAN. Kita harus percaya bahwa TUHAN pasti peduli dan Ia pasti membela orang benar.


Saudaraku, dalam hidup kita, ada masa di mana doa terasa tak berjawab. Tapi ingatlah — diamnya Tuhan bukan berarti Ia absen. Justru di dalam keheningan, Ia sedang bekerja dengan cara yang tidak kita pahami. 🌀️ Kita harus belajar untuk tetap taguh dan tidak goyah. Kita harus punya prinsip bahwa TUHAN selalu ada dan selalu hadir dalam hidup kita. Bahkan sehelai di ramput kita pun tidak luput dari perhatian-Nya. Ini menandakan TUHAN sangat detil dalam memperhatikan hidup anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin TUHAN lupa kalau kita sedang alami penderitaan dan kesusahan? Tentu Allah tidak akan lupa. Ia pasti ingat. Ia pasti buka jalan. Saat kita percaya bahwa Allah pasti menolong kita, maka hati kita pasti tenang. Tapi kalau kita meragukan kasih Allah, maka kita akan gelisah dan gusar. Maka, jangan lagi ragu. Bacalah firman TUHAN dengan keyakinan, berdoalah, pujilah TUHAN karena hal inilah yang akan membuat kita tetap tenang di tenganh badai.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap berdoa meski seolah Tuhan diam, sebab saya percaya Ia mendengar.

2⃣ Saya mau memegang janji-Nya bahwa Tuhan melihat dan memperhatikan setiap pergumulanku.

3⃣ Saya mau menenangkan hati dan menunggu waktu Tuhan dengan iman.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Diamnya Tuhan bukan tanda Ia pergi, tetapi kesempatan bagi iman untuk tumbuh.”


πŸ—“️ 27-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

Mengalahkan Pencobaan

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!