TUHAN, PERISAI HIDUPKU π‘️
π Mazmur 3:3 — “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melingkupi aku, kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.”
Shalom, Saudara terkasih… π Kiranya hati dan pikiran kita selalu selaras dengan kehendak TUHAN.
Saudaraku, Mazmur ini ditulis Daud ketika ia melarikan diri dari anaknya, Absalom. Dalam keadaan dikejar, dikhianati, dan dikelilingi musuh, Daud tidak menyerah pada ketakutan. Ia memilih untuk berharap kepada Tuhan. π€️ TUHAN izinkan kita alami ketakutan dan tantangan hidup agar kita senantiasa berharap kepada TUHAN bukan kepada diri sendiri. TUHAN katakana terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan dirinya sendiri tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN. Kita tidak boleh menyerah ketika menghadapi tantangan karena masih ada TUHAN yang peduli dan mengerti segala hal yang kita alami.
Saudaraku, Daud menyebut Tuhan sebagai “perisai yang melingkupi aku.” Artinya, perlindungan Tuhan bukan hanya dari depan, tetapi menyeluruh — meliputi seluruh hidup kita. Walaupun dunia tampak mengancam, Tuhan tetap menjadi tempat aman yang tidak tergoyahkan. π Kita harus rajin berdoa dan berserah kepada TUHAN. Ini adalah ciri orang Kristen. Kalau kita jarang berdoa, maka kita sering alami ketakutan. Jika kita kurang berserah, maka kita akan mudah kuatir. Perisai Ini sangat penting, khususnya untuk pertahanan dan keamanan. Maka, kita harus belajar berdoa, “TUHAN, Engkaulah perisaiku saat badai hidup menerpaku. Aku percaya kepada-Mu dan aku berserah kepada-Mu. Aku percaya bahwa akua man di dalam TUHAN yang mengasihiku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.”
Saudaraku, mungkin kita juga sedang menghadapi tekanan, ketidakpastian, atau pengkhianatan. Ingatlah: Tuhan tidak pernah jauh. Ia yang mengangkat kepala kita ketika kita tertunduk lemah. Ia memberi keberanian untuk tetap berdiri dan berjalan dalam iman. πΏ Kita harus bersyukur karena TUHAN baik dan selalu baik. Kita bersyukur karena TUHAN sudah berkali-kali menolong kita dan akan selalu menolong kita. Bahkan saat kita sedang hadapi masalah dan tekanan, tetaplah bersyukur, tetaplah berharap kepada TUHAN. Ia baik dan ia mengasihi kita. Justru saat tekanan datang, iman kita akan teruji kualitasnya saat kita bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Perhatikan Paulus dan Silas yang dirantai dan dibelenggu di tengah penjara. Mereka menaikkan nyanyian syukur bagi TUHAN lalu TUHAN melepaskan mereka dari penjara bahkan membuka jalan bagi mereka untuk memberitakan Injil kepada kepala penjara. Sungguh luar biasa..! Mari kita senantiasa bersyukur kepada TUHAN..
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan adalah pelindung yang setia dalam setiap keadaan.
2⃣ Saya mau berdoa dan menyerahkan kekhawatiran saya kepada Tuhan.
3⃣ Saya mau tetap bersyukur, sebab Tuhan selalu memberi kekuatan baru di tengah tekanan.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan tidak selalu menghentikan badai, tetapi Ia selalu menjadi perisai di tengah badai.”
π️ 20-10-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar