SAAT MENUNGGU JAWABAN TUHAN ⏳

πŸ“– Mazmur 13:2 — “Berapa lama lagi, TUHAN? Akan Engkau lupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap aku?”


Shalom, Saudara terkasih πŸ’– Kiranya hati dan pikiran kita senantiasa selaras dengan TUHAN.


Saudaraku, Mazmur 13 adalah curahan hati Daud di masa-masa gelap hidupnya. Ia merasa Tuhan diam dan seolah melupakan dirinya. Namun yang luar biasa, di tengah rasa kecewa dan keputusasaan itu, Daud tetap membawa isi hatinya kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya. Ia berani jujur di hadapan Allah, sebab iman sejati bukan berarti tidak pernah bertanya, tetapi tetap berdoa meski belum ada jawaban. πŸ™ Paulus juga pernah mengatakan di dalam 1 Tesalonika 5:17 “Tetaplah berdoa.” Ini ayat yang sangat singkat tetapi mengandung arti yang sangat penting. Tetap berdoa itu maksudnya saat dapat jawaban doa tetap berdoa, saat belum dapat jawaban, kita juga terus berdoa. Saat kondisi baik, tetap berdoa; saat kondisi sedang buruk, terus berdoa. Kita harus berdoa senantiasa.


Saudaraku, setiap kita pasti pernah mengalami masa “menunggu” Tuhan — menunggu pemulihan, jawaban doa, atau perubahan keadaan. Waktu menunggu sering terasa panjang dan berat. Namun justru di saat itulah Tuhan sedang membentuk hati kita untuk percaya, bukan hanya pada waktu-Nya, tapi juga pada karakter-Nya yang setia. Tuhan tidak pernah lalai, Ia hanya bekerja dalam waktu yang tepat dan cara yang sempurna. 🌀️ Kita harus sadar bahwa rancangan kita berbeda dengan rancangan TUHAN. Seorang ibu pernah mengajar anaknya untuk mengejek balik orang yang mengejeknya, memukul kembali orang yang memukulnya, jangan takut berantem dengan orang lain. Ajaran ibu terdengar baik karena berkaitan dengan melindungi diri namun di sisi lain, cara TUHAN berbanding terbalik. Ia mengajar agar kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Saat ditampar pipi kanan, kasih pipi kiri. Kita juga melihat sendiri bahwa saat Tuhan Yesus dicambuk, Ia tidak membalas tetapi Ia menyerahkan segalanya kepada Bapa yang punya hak untuk menghakimi. Inilah cara Allah yang seringkali tidak kita sadari. Maka percayalah pada cara dan waktu Allah yang tepat.


Saudaraku, seperti Daud yang akhirnya berkata, “Aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu,” mari kita pun belajar memuji sebelum melihat jawaban. Percayalah, saat kita tetap berpegang pada kasih Tuhan, kekecewaan akan berubah menjadi kelegaan, dan penantian akan berbuah pengharapan yang hidup. 🌈 Perhatikan, saat Tuhan Yesus digantung di kayu salib, begitu banyak orang mengharapkan agar Tuhan Yesus membela diri, menunjukkan kehebatan dan keperkasaan-Nya. Orang-orang berharap Tuhan Yesus bisa turun dari salib lalu melawan para tentara Romawi dan orang Yahudi yang jahat itu. Namun, tindakan perlawanan tidak terjadi. Tuhan Yesus justru menyerahkan nyawa-Nya, mati di kayu salib, dan menebus manusia dari dosa. Ia melatih orang yang beriman kepada-Nya untuk menanti dan menunggu. Pada hari yang ke-3, Ia bangkit dari antara orang mati, mengalahkan maut dan naik ke sorga memberi pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ini adalah jawaban bagi orang yang sedang hampa dan gelisah, yaitu Tuhan Yesus memberi kepastian hidup kekal bagi yang percaya kepada-Nya dan Ia telah menaklukkan setiap persoalan hidup kita. Haleluya..


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap berdoa meski belum melihat jawaban Tuhan.

2⃣ Saya mau mempercayai waktu dan cara Tuhan yang selalu sempurna.

3⃣ Saya mau belajar bersyukur dan memuji di tengah masa penantian.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Ketika Tuhan terasa diam, imanlah yang berbicara bahwa Ia tetap bekerja.”


πŸ—“️ 30-10-2025

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️