TETAP BERIMAN DI TENGAH GENERASI TANPA ALLAH π
π Mazmur 14:1 (TB) — “Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah.’ Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.”
Shalom, Saudara terkasih π Kiranya hati dan pikiran kita senantiasa dipelihara oleh Allah.
Saudaraku, Mazmur ini menunjukkan keprihatinan Daud melihat banyak orang hidup seolah-olah Tuhan tidak ada. Mereka tidak lagi menghormati kebenaran, dan perbuatan mereka menjadi busuk dan jijik di hadapan Allah. Namun di tengah kejahatan manusia, Daud mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memandang ke bumi untuk melihat siapa yang mencari Dia dengan sungguh hati. Meski dunia tampak rusak, Tuhan tetap mencari hati yang tulus dan beriman. π Kita harus belajar untuk hidup benar dan kudus di hadapan Tuhan. Meski tidak ada rekan kerja atau atasan yg lihat kita kerja, tetaplah rajin, disiplin dan benar saat bekerja sebab Tuhan yg Mahatahu sedang melihat dan memperhatikan apa yg kita perbuat. Kita harus belajar melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan, bukan manusia.
Saudaraku, zaman sekarang pun mirip dengan yang digambarkan Daud. Banyak orang menolak Tuhan, hidup dalam dosa, dan menyebut kejahatan sebagai hal yang wajar. Namun orang percaya dipanggil untuk tetap teguh — bukan menghakimi, tetapi menjadi terang di tengah kegelapan. Hidup yang jujur, murni, dan penuh kasih menjadi kesaksian bahwa Allah sungguh hidup dan berkuasa. πΏ Kita harus berani tampil beda. Jangan ikut-ikutan dengan arus dunia ini. Kita harus punya prinsip yg teguh di dalam Tuhan sehingga kita tidak digoncang oleh ajaran dan godaan dunia ini.
Saudaraku, jangan biarkan keadaan sekitar membuat imanmu padam. Meskipun dunia menertawakan iman, biarlah hidup kita justru menunjukkan kasih dan kebenaran Tuhan. Orang yang setia di tengah generasi bebal akan diselamatkan dan dimuliakan oleh Tuhan pada waktunya. π Kita justru harus menjadi terang di dalam gelap, bukan menjadi terang di dalam terang. Kita harus sadar bahwa kita pun dipanggil menjadi domba di tengah serigala. Oleh karena itu, kita harus tetap setia memegang kasih setia Tuhan. Jangan pernah lupakan kebaikan-Nya. Kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar, maka dari itu kita harus memuliakan Tuhan lewat hidup kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau hidup dengan kesadaran bahwa Tuhan selalu melihat dan memperhatikan saya.
2⃣ Saya mau menjaga hati agar tetap murni di tengah dunia yang bebal.
3⃣ Saya mau menjadi teladan hidup yang menunjukkan bahwa Allah nyata.
π Kutipan Hari Ini:
“Ketika dunia berkata ‘tidak ada Allah,’ biarlah hidupmu menjadi bukti bahwa Allah hidup.”
π️ 31-10-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar