SAAT TUHAN TERASA JAUH πŸ˜”➡️πŸ™

πŸ“– Mazmur 88:15 (TB) — “Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku, Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?”


Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya firman Tuhan hari ini menguatkan kita yang mungkin sedang merasa sendirian dan tidak dimengerti.


Saudaraku, ayat ini adalah jeritan hati yang sangat jujur. Pemazmur berani berkata apa adanya kepada Tuhan. Ia merasa ditolak, merasa Tuhan menjauh, bahkan merasa seolah-olah ditinggalkan. Mazmur 88 adalah salah satu mazmur yang paling gelap, tetapi justru di situlah kita melihat bahwa Tuhan mengizinkan kita jujur sepenuhnya di hadapan-Nya. Ya, TUHAN adalah pribadi paling aman bagi kita untuk bercerita dan mencurahkan isi hati. Bahkan hati yang hancur, remuk dan patah tidak dipandang hina oleh TUHAN. Ia mau memulihkan, menolong dan membaharui hati kita. Ia sangat baik, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Ia tidak menghakimi orang yang sedang lemah dan sedang terpuruk.


Saudaraku, mungkin hari ini kita juga pernah atau sedang merasakan hal yang sama. Sudah berdoa, sudah berharap, tapi Tuhan terasa diam. Hati bertanya-tanya, “Tuhan, salahku apa?” Firman ini mengingatkan bahwa perasaan ditinggalkan bukan berarti Tuhan benar-benar pergi. Tuhan tetap mendengar, meskipun Dia belum menjawab seperti yang kita harapkan. Kita harus punya prinsip bahwa “apapun yang terjadi di dalam hidupku, selalu ku berkata Tuhan Yesus baik.” Kita tidak boleh curiga dengan TUHAN. Manusia bisa berbuat buruk dan jahat termasuk diri kita sendiri, tetapi TUHAN tidak pernah berlaku curang. Allah kita itu kasih sekaligus adil. Dia benar dan tidak pernah keliru. Maka, keyakinan kita yang berkata “TUHAN itu baik” akan menolong kita untuk percaya bahwa segala keterpurukan yang kita alami justru akan mendatangkan kebaikan. 


Saudaraku, iman bukan hanya soal merasa kuat dan dekat dengan Tuhan. Iman juga adalah tetap datang kepada Tuhan meski hati sedang kecewa dan gelap. Fakta bahwa pemazmur masih berseru kepada Tuhan menunjukkan bahwa imannya belum mati. Datanglah kepada Tuhan dengan segala perasaan kita—marah, sedih, kecewa—karena Tuhan sanggup menanggung semuanya. Jangan justru menjauh dari TUHAN. Semakin kita jauh dari TUHAN, maka hidup akan makin rumit, sulit dan runyam. Datanglah kepada TUHAN, sebab kita yang sedang letih lesu dan berbeban berat akan mendapatkan kelegaan dari TUHAN serta mendapatkan damai sejahtera. Hal ini mau menyatakan bahwa TUHAN tidak benar-benar meninggalkan kita. TUHAN selalu ada di setiap musim hidup kita. TUHAN pasti menjamah, menolong dan menopang kita.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau jujur kepada Tuhan tentang perasaan saya.

2⃣ Saya mau tetap datang kepada Tuhan meski Dia terasa jauh.

3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan tidak benar-benar meninggalkan saya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Saat Tuhan terasa jauh, iman tetap memilih untuk berseru.”


πŸ—“️ 14-01-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

YUK, JADI ORANG RAJIN..!!

TIDAK TAKUT, TAPI KUAT, PENUH KASIH & BIJAK πŸ”₯πŸ•Š️