TETAP BERHARAP SAAT LELAH π’➡️π
π Mazmur 69:3 (TB) — “Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya Tuhan menguatkan hati kita yang mungkin sedang lelah hari ini.
Saudaraku, ayat ini jujur dan sangat manusiawi. Daud mengakui bahwa ia lelah, letih, dan hampir habis tenaga karena terus berseru kepada Tuhan. Ia sudah berdoa begitu lama sampai merasa kering dan sakit, namun satu hal yang luar biasa: ia tetap berharap kepada Allahnya. Daud tidak menyangkal rasa lelahnya, tetapi ia juga tidak menyerah. Ini merupakan teladan yg sangat penting bagi kita. Kita boleh mengakui kelemahan dan kekurangan kita di hadapan Tuhan sambil memohon pertolongan dari Tuhan. Sungguh, Tuhan senang dengan orang yg rendah hati dan mengakui kelemahannya. Tuhan ingin menolong dan membantu orang-orang yg lelah dan berbeban berat. Mari kita nanti-nantikan Tuhan senantiasa.
Saudaraku, mungkin hari ini kita juga sedang berada di titik itu. Sudah berdoa, sudah menunggu, sudah berharap, tetapi jawaban belum datang. Hati mulai lelah, iman terasa turun, dan kita bertanya-tanya: “Tuhan, sampai kapan?” Firman ini mengingatkan bahwa Tuhan memahami kelelahan kita. Ia melihat air mata dan doa yang terus kita naikkan. Meskipun jawaban doa belum kita peroleh, marilah kita terus berdoa sampai mukjizat terjadi. Tuhan ingin melatih ketekunan kita. Ia ingin menguji konsistensi kita dalam berdoa dan berharap kepada Tuhan. Tanpa ujian dan penundaan dari Tuhan, maka kita akan anggap enteng segala pemberian Tuhan. Karena itu, Tuhan izinkan setiap doa kita belum mendapat jawaban agar kita terus bertekun dalam doa sambil merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Saudaraku, tetap berharap di tengah lelah adalah iman yang matang. Meskipun tubuh lemah dan hati letih, kita tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap perjuangan kita. Pada waktu-Nya, Ia akan menguatkan kembali, memberi kelegaan, dan menjawab doa kita dengan cara terbaik-Nya. Kita harus percaya terhadap waktunya Tuhan. Segala jawaban doa kita akan diberikan indah pada waktu-Nya. Kita harus melatih diri untuk sabar, sabar dan sabar. Hadapi proses, jangan protes. Kita harus punya ketekunan dalam menantikan janji Tuhan. Iman kita pun akan terus bertumbuh di tengah kesusahan dan tantangan hidup. Tuhan pasti tolong kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau jujur kepada Tuhan tentang kelelahan saya.
2⃣ Saya mau tetap berharap kepada Tuhan meskipun menunggu terasa berat.
3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan melihat dan peduli pada doa-doa saya.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan tidak menolak doa orang yang tetap berharap meski lelah.”
π️ 26-12-2025
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar