TUHAN LEBIH BESAR DARI SEGALA GELOMBANG ππ
π Mazmur 93:4 (TB) — “Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini memberi ketenangan di tengah badai hidup yang sedang kita hadapi.
Saudaraku, ayat ini menggambarkan kedahsyatan Tuhan dengan perbandingan yang sangat kuat. Ombak laut yang besar dan suara air yang menggelegar sering melambangkan masalah, tekanan, dan kekacauan hidup. Namun firman Tuhan menegaskan: sehebat apa pun badai yang kita hadapi, Tuhan jauh lebih hebat. Tidak ada masalah yang lebih besar dari kuasa Tuhan. Tidak ada tekanan hidup yang bisa mengalahkan otoritas-Nya. Kita harus meyakini bahwa di dalam Tuhan, maka pencobaan-pencobaan yg kita alami ialah pencobaan biasa yg tidak melampaui kekuatan kita. Tuhan itu setia dan baik hati sehingga Ia akan memberikan jalan keluar dan pertolongan bagi kita.
Saudaraku, sering kali kita lebih fokus pada “ombak” daripada kepada Tuhan. Kita melihat masalah terlalu dekat sampai lupa bahwa Tuhan duduk di tempat yang tinggi, berdaulat, dan memegang kendali penuh. Badai boleh datang, suara ombak boleh menakutkan, tetapi Tuhan tetap tidak tergoncang. Ia adalah Allah yang sama, dulu, sekarang, dan selamanya. Kita harus menyanyikan pujian ini, "Di saat badai bergelora, ku akan terbang bersama-Mu, Bapa Kau Raja atas s'mesta, ku tenang s'bab Kau Allahku." Waw, sungguh indah sekali liriknya. Inilah suatu kebenaran yg perlu kita imani sehingga setiap masalah dan pergumulan yg kita hadapi dapat diatasi dan dilewati. Iman kita makin tumbuh dan pengalaman kita bersama Tuhan semakin limpah.
Saudaraku, firman ini mengajak kita untuk mengalihkan pandangan dari masalah kepada Tuhan. Ketika kita percaya bahwa Tuhan lebih besar dari segala gelombang hidup, hati kita akan dipenuhi damai. Kita tidak lagi dikuasai rasa takut, tetapi oleh iman. Peganglah kebenaran ini: Tuhan yang kita sembah lebih kuat dari apa pun yang sedang kita hadapi hari ini. Mari arahkan pandangan kita hanya kepada Tuhan. Awalnya Petrus bisa berjalan di atas air. Ia terus memandang kepada Tuhan Yesus. Namun saat angin berhembus kencang, ia mulai mengalihkan fokus pada angin. Apa yg terjadi? Ia pun jatuh dan goyah. Ketika kita gagal fokus, maka kita pasti jatuh dan goyah. Namun saat pandangan kita harus fokus dan tertuju pada Tuhan Yesus, maka kita pasti sanggup melalui kesulitan dan hambatan apapun sebab Tuhan akan menolong dan menopang kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah saya.
2⃣ Saya mau tetap tenang dan berharap kepada Tuhan di tengah badai.
3⃣ Saya mau memandang Tuhan, bukan terus-menerus memandang gelombang.
π Kutipan Hari Ini:
“Gelombang boleh besar, tetapi Tuhan selalu lebih besar.”
π️ 19-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar