TUHAN TETAP TERPUJI SELAMANYA πŸ™ŒπŸ•Š️

πŸ“– Mazmur 89:52 (TB) — “Terpujilah TUHAN untuk selama-lamanya! Amin, ya amin.”


Shalom, Saudara terkasih 🌀️ Kiranya hati kita dipenuhi ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan hari ini.


Saudaraku, ayat ini adalah penutup yang penuh iman. Setelah melewati keluhan, pertanyaan, dan pergumulan panjang dalam Mazmur 89, pemazmur menutupnya dengan satu pengakuan yang kuat: Tuhan tetap terpuji untuk selama-lamanya. Ini mengajarkan kita bahwa pujian kepada Tuhan tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada siapa Tuhan itu—setia, berdaulat, dan tidak pernah berubah. Apapun yg terjadi di dalam hidup kita, baik suka maupun duka, kita harus punya prinsip untuk memberi pujian dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Bayangkan, di masa sukar dan berat yg Ayub alami, ia masih tetap memuji Tuhan. Ia sadar bahwa ia datang ke dunia ini dengan telanjang dan kelak akan meninggal dunia dengan telanjang namun segala kemuliaan dipersembahkan hanya bagi nama Tuhan. Ini adalah prinsip yg sangat penting dalam hidup kita.


Saudaraku, dalam hidup kita pun sering ada fase naik dan turun. Ada saat penuh sukacita, ada juga masa penuh pertanyaan dan air mata. Namun firman ini mengingatkan bahwa di atas semua itu, Tuhan tetap layak dipuji. Ketika kita memilih memuji Tuhan di tengah situasi apa pun, iman kita dikuatkan dan hati kita ditenangkan. Kita harus belajar untuk mengingat kasih setia Tuhan yg lebih dari hidup. Ya, ingat kasih-Nya yg mengubah hidup kita, ingat bilur-Nya yg menyembuhkan kita. Segala hal yg Tuhan kerjakan pasti mendatangkan kebaikan. Tidak ada rancangan kecelakaan di dalam Tuhan. Bahkan, pembuangan bangsa Israel ke Babel memiliki maksud dan tujuan yg mulia, yaitu untuk memurnikan hati bangsa Israel agar kembali kepada Tuhan dan menerima rancangan damai sejahtera yg penuh dengan harapan di masa depan.


Saudaraku, kata “Amin” yang diulang menunjukkan peneguhan iman. Seolah-olah pemazmur berkata, “Inilah keyakinanku, inilah peganganku.” Mari kita belajar menutup setiap musim hidup—baik atau sulit—dengan pujian kepada Tuhan. Karena Tuhan setia dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Kita harus melatih iman yg teguh dan murni. Iman yg kuat tidak dibangun dalam sehari. Iman iya kuat dilatih melalui waktu dan jalan yg berbatu. Begitu sulit dan berat, namun iman kita semakin kuat, tangguh dan teguh. Tiap musim hidup yg kita lalui, kita sadar bahwa ada tangan Tuhan yg menopang, ada hadirat Tuhan yg menyertai. Kita tidak lagi takut dan gentar tetapi percaya dan penuh pengharapan sebab kita tahu bahwa Tuhan pasti mendatangkan kebaikan.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1⃣ Saya mau tetap memuji Tuhan dalam segala keadaan.

2⃣ Saya mau mengingat kesetiaan Tuhan sepanjang hidup saya.

3⃣ Saya mau meneguhkan iman saya dengan percaya penuh kepada Tuhan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Tuhan layak dipuji, bukan karena keadaan, tetapi karena Dia setia.”


πŸ—“️ 15-01-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿

Mengalahkan Pencobaan