MEMUJI TUHAN SEPANJANG HIDUP πΆ❤️
π Mazmur 104:33 (TB) — “Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.”
Shalom, Saudara terkasih π€️ Kiranya firman Tuhan hari ini meneguhkan komitmen kita untuk hidup memuliakan Tuhan sampai akhir.
Saudaraku, ayat ini adalah pernyataan komitmen yang kuat dari seorang yang mengenal Tuhan. Memuji Tuhan bukan hanya dilakukan saat keadaan baik, tetapi menjadi gaya hidup. Selama masih diberi napas, selama masih ada kehidupan, pemazmur memilih untuk tetap menyanyi dan memuliakan Tuhan. Bernyanyi bukan soal jago teknik vokal atau punya suara yang indah tetapi tentang hati yang menyembah dan memuliakan TUHAN. Ini sungguh indah… Ketika Indonesian Idol mencari penyanyi dengan suara yang indah dan teknik vokal yang tinggi tetapi TUHAN mencari penyembah yang benar, yang bernyanyi dengan tulus demi hormat dan kemuliaan nama TUHAN. Mari kita jadi penyembah yang benar.
Saudaraku, hidup ini penuh perubahan. Kadang kita berada di atas, kadang di bawah. Namun pujian kepada Tuhan tidak seharusnya bergantung pada situasi. Ketika kita memutuskan memuji Tuhan sepanjang hidup, hati kita akan dijaga agar tidak dikuasai oleh keluhan dan kepahitan. Memuji TUHAN harus menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Mulut kita dipakai untuk membangun orang lain, menasihati sesama, mengajar orang juga untuk memuji dan memuliakan nama TUHAN. Tutur kata kita sehari-hari selaras dengan ucapan bibir yang suka memuliakan nama TUHAN. Ketika hidup kita mencerminkan seorang penyembah yang benar, maka kita sedang memuji TUHAN melalui hidup kita.
Saudaraku, memuji Tuhan sepanjang hidup berarti menjadikan hidup kita sebagai persembahan. Bukan hanya lewat lagu dan ibadah, tetapi lewat sikap, perkataan, dan keputusan sehari-hari. Tuhan Yesus pernah menegur orang yang memuji TUHAN dengan bibir tetapi hatinya jauh dari pada TUHAN. Ini sangat buruk. Ada juga orang yang suka memuji menyembah TUHAN, eh ternyata cuma suka sama lagu rohani, sama musiknya, sama bandnya, sama penyanyinya, bukan sama TUHAN. Akhirnya apa? Gaya hidupnya juga mirip dunia bukan mencerminakan penyembah yang benar. Orang lihat dia pribadi yang suka menyembah TUHAN tapi bingung karena karakternya buruk dan cemar. Kita tidak boleh demikian. Pujilah TUHAN dengan benar dan tulus hati maka hal itu akan memicu kita untuk makin serupa dengan Tuhan Yesus. Kiranya selama kita ada, hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan nama Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau memuji Tuhan dalam setiap musim hidup saya.
2⃣ Saya mau menjadikan hidup saya sebagai pujian bagi Tuhan.
3⃣ Saya mau setia memuliakan Tuhan selama saya masih hidup.
π Kutipan Hari Ini:
“Selama ada napas, biarlah pujian tetap naik kepada Tuhan.”
π️ 29-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar