MENGASIHI TUHAN, MEMBENCI KEJAHATAN ❤️✝️
📖 Mazmur 97:10 (TB) — “Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.”
Shalom, Saudara terkasih 🌤️ Kiranya firman Tuhan hari ini meneguhkan langkah iman kita dalam hidup yang benar.
Saudaraku, ayat ini sangat tegas dan jelas. Mengasihi Tuhan tidak bisa dipisahkan dari sikap membenci kejahatan. Kalau kita berkata kita mengasihi Tuhan, tetapi masih nyaman hidup dalam dosa, itu artinya kasih kita kepada Tuhan belum sungguh-sungguh. Kasih kita kepada TUHAN masih mendua. TUHAN menolak orang yang mendua hati. Ini sikap yang tidak boleh ada di dalam diri kita. Tuhan mengajarkan kita memilih, mau pilih Mamon atau TUHAN. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Kita harus pilih salah satunya. Kita mau pilih jadi orang benar atau orang fasik, pilih berkat atau kutuk, pilih jujur atau bohong. Kita ga boleh ada di area abu-abu. TUHAN menentang orang yang mendua hati dan ambigu. Kita harus jelas dalam menetapkan hati kita. Kita harus tegas dalam menyatakan iman dan prinsip kita di dalam TUHAN.
Saudaraku, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menjauhi kejahatan, tetapi juga memberi janji perlindungan. Dia memelihara hidup orang-orang yang mengasihi-Nya. Artinya, Tuhan menjaga, melindungi, dan menyertai setiap orang yang hidup dalam takut akan Dia. Bahkan saat kita berada di tengah dunia yang jahat, tangan Tuhan tetap kuat melindungi kita. Kita harus berani seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang menolak menyembah patung buatan Nebukadnezar. Sekalipun ancaman dan resikonya berat, namun mereka berani menghadapi itu semua sebab mereka percaya Allah menyertai. Mereka percaya bahwa Allah lebih besar dari masalah yang mereka hadapi. Hal itu membuat mereka tidak gentar dan rela dilemparkan ke perapian. Namun apa yang terjadi? Mereka selamat. Ya, TUHAN Allah menolong dan menyelamatkan mereka dari perapian yang menyala-nyala itu. Inilah mukjizat bagi orang yang tidak mendua hati dan berani menolak kejahatan.
Saudaraku, hidup benar memang tidak selalu mudah. Kadang kita harus melawan arus, menolak godaan, dan berkata “tidak” pada hal-hal yang salah. Tetapi firman ini menegaskan bahwa Tuhan sendiri yang akan melepaskan kita dari tangan orang fasik. Kita tidak berjalan sendirian. Tuhan berjalan bersama kita. Sekalipun Daniel dilarang untuk berdoa kepada Allah, namun ia memiliki prinsip yaitu kita harus lebih takut kepada Allah dari pada kepada manusia. Peraturan manusia bisa salah dan menyimpang sebab peraturan itu bisa dibuat karena iri hati dan kecemburuan. Namun peraturan TUHAN itu murni dan benar. Oleh sebab itu, kita harus lebih tunduk kepada Allah dari pada manusia. Karena Daniel tetap berdoa kepada Allah, maka orang yang iri hati ini mengadukan Daniel agar diberi hukuman dilempar ke kandang singa. Daniel rela menerima hukuman itu. Namun, puji TUHAN, Allah menutup mulut singa-singa itu sehingga tidak ada satu singa pun yang menyakiti Daniel. Inilah perlindungan yang hebat dan ajaib dari Tuhan Allah. Justru orang yang mengadukan perkara jahat itu, merekalah yang dilempar ke kandang singa dan binasa di dalamnya. Oleh karena itu, mari kita lebih tunduk kepada Allah dari pada kepada manusia.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
2⃣ Saya mau menolak dan membenci kejahatan dalam bentuk apa pun.
3⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan memelihara dan melindungi hidup saya.
📌 Kutipan Hari Ini:
“Kasih kepada Tuhan terlihat dari keberanian menolak kejahatan.”
🗓️ 23-01-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar