BANGKIT DAN MEMBANGUN KEMBALI π§±π₯
π Nehemia 2:17 (TB) — “Berkatalah aku kepada mereka: ‘Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.’”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini adalah ajakan untuk bangkit dari keterpurukan dan mulai membangun kembali.
Saudaraku, Nehemia tidak menutup mata terhadap kenyataan. Ia dengan jujur mengakui kondisi yang ada: reruntuhan, kehancuran, dan kehinaan. Tetapi ia tidak berhenti pada keluhan. Ia mengajak bangsa itu untuk bertindak: “Mari, kita bangun kembali.” Ini adalah sikap yang luar biasa. Banyak orang hanya pandai melihat masalah, tetapi sedikit yang mau menjadi bagian dari solusi. Nehemia bukan hanya pengamat, tetapi penggerak. Ia mengubah kesedihan menjadi tindakan. Untuk menjadi bagian dari solusi, kita harus punya sikap rela berkorban. Nehemia rela berkorban dengan meninggalkan tugas jabatannya sebagai juru minum raja. Ia juga meninggalkan kenyamanan di istana. Ini merupakan wujud rela berkorban. Banyak orang tinggal di zona nyaman dan tidak rela berkorban sehingga mereka berhenti di masalah dan tidak menjadi bagian dari solusi.
Saudaraku, dalam hidup kita mungkin ada “reruntuhan”—kegagalan, kesalahan masa lalu, hubungan yang rusak, atau kondisi hidup yang tidak sesuai harapan. Kita bisa saja terus meratapi keadaan, atau kita bisa memilih untuk bangkit dan mulai membangun kembali bersama Tuhan. Memang tidak mudah untuk memulai kembali. Butuh keberanian, komitmen, dan iman. Tetapi kabar baiknya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan hancur. Ia siap menolong kita untuk memulihkan dan membangun kembali apa yang telah rusak. Kita harus punya semangat yang besar untuk membangun bersama dengan Tuhan. Tidak ada reruntuhan yg tak bisa dibangun oleh Tuhan. Ia adalah spesialis pemulihan. Ia sanggup membereskan setiap puing-puing yg telah hancur, retak atau patah. Kita punya pengharapan untuk alami pemulihan. Mari percaya kepada-Nya.
Saudaraku, firman ini juga mengajarkan pentingnya kebersamaan. Nehemia berkata, “Mari, kita bangun kembali.” Artinya, pekerjaan besar tidak dilakukan sendirian. Kita membutuhkan orang lain, komunitas, dan kebersamaan untuk membangun sesuatu yang kuat. Hari ini, jangan biarkan masa lalu atau keadaan saat ini membuat kita tetap terpuruk. Tuhan memberi kita kesempatan untuk bangkit. Mulailah langkah kecil, dan percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita membangun kembali. Meskipun banyak tantangan, masalah dan rintangan, tetaplah maju dan semangat. Apa reruntuhan yg kita alami saat ini? Apakah keretakan rumah tangga? Ekonomi? Hubungan dengan Tuhan? Hidup yg kacau balau? Apapun itu masalahnya, percayalah bahwa Tuhan pasti menyertai dan memberkati apabila kita mau menjadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1⃣ Saya mau bangkit dari keterpurukan dan tidak menyerah.
2⃣ Saya mau mulai membangun kembali apa yang rusak dalam hidup saya.
3⃣ Saya mau melibatkan Tuhan dalam setiap proses pemulihan.
π Kutipan Hari Ini:
“Tuhan sanggup membangun kembali apa yang pernah runtuh dalam hidup kita.”
π️ 22-03-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar